 | GeoInformasi |  |
 | Jejaring |  |
 | Shoutbox |  |
 |
Untuk menangkal spam mohon login dahulu untuk menulis pesan.
Arsip Shoutbox
|  |  |  |  |
 | Users Online |  |
 |
Tamu Online: 2
Tidak ada Anggota Online
Anggota Terdaftar: 336
Anggota belum diaktifkan: 116
Anggota terbaru: astin
|  |  |  |  |
|
 | Selamat Datang..... |  |
 | "Giant Tsunami", Perulangan Kejadian Lebih dari 400 tahun |  |
 | Stop Press ... file-file OSN 2008 dapat di unduh di sini
sumber UGM
 Sedikitnya jumlah peneliti Indonesia yang terjun dalam bidang penelitian tsunami dan paleotsunami (tsunami purba), sangat kontras dengan jumlah kejadian tsunami yang terjadi di Indonesia. Sayang, catatan sejarah kejadian tsunami di Indonesia hanya mencakup rentang waktu yang sangat pendek, yang baru dimulai sekitar 400 tahun yang lalu. Padahal kejadian tsunami besar merupakan perulangan lebih dari 400 ratus tahun silam.
"Catatan sejarah yang teramat pendek ini tidak merekam kejadian- kejadian tsunami besar yang biasanya memang memiliki waktu perulangan lebih dari 400 ratus tahun," kata peneliti tsunami UGM Dr Hendra Amijaya ST, MT, Jumat (14/11) di kampus UGM. ....................
|  |  |  |  |
 | Tim Geologi UGM Menang [lagi] |  |
 | Partial Melting |  |
 | Poling Akses Abstrak dan Bab Teori Skripsi |  |
 | Mineral malih rupa: transformasi mineral yang kurang menguntungkan |  |
 | Mineral malih rupa: transformasi mineral yang kurang menguntungkan
oleh I Wayan Warmada
 Istilah mineral bisa dilihat di artikel lain dari blog ini. Mineral dapat malih rupa atau berubah menjadi mineral lain (istilah kerennya transformasi). Perubahan mineral ini disebabkan oleh aktivitas alam, seperti pelapukan, alterasi, dan/atau metamorfosa. Ketiga aktivitas alam ini akan menghasilkan mineral baru dan materi sampingannya. Sering materi sampingan yang dihasilkan tidak begitu menguntungkan secara ekonomi, bahkan dapat mengganggu kesehatan. Misalnya transformasi olivin atau piroksen menjadi mineral kelompok serpentin. Transformasi yang kebablasan bisa menghasilkan asbes yang dapat mengganggu kesehatan manusia.
Batuan ultramafik atau sering juga disebut sebagai batuan ultrabasa terdiri atas peridotit dan dunit. Di Indonesia bebatuan ini dapat dijumpai pada daerah-daerah yang secara geologis cukup tua, seperti Karangsambung dan Bayat di Jawa Tengah, Sulawesi terutama di Sorowako. Batuan ini terutama tersusun oleh olivin [(Mg,Fe)2SiO4] dan piroksen [baik ortopiroksen (Mg,Fe)SiO3 maupun klinopiroksen Ca(Mg,Fe)Si2O6]. Hidrasi metamorfik dan oksidasi dari batuan ultramafik ini akan menghasilkan serpentinit, yang tersusun oleh kelompok mineral serpentin [(Mg,Fe)3Si2O5(OH)4] dan sejumlah kecil mineral lain seperti brusit [(Mg,Fe)(OH)2], magnetit [Fe3O4], dan/atau FeNi-alloy.
|  |  |  |  |
 | 30-an Anak SMU masuk ke perpustakaan Geologi.... |  |
 | Tim Geologi akan (kembali) berlaga |  |
 | Klasifikasi batuan vulkanik |  |
 | Syawalan keluarga besar Teknik Geologi UGM |  |
 | Selamat Idul Fitri |  |
| Halaman 1 dari 4 |
1 |
2 |
3 |
4 |
> |
|
 | M E N U |  |
 | Login |  |
|