Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi geologi suatu wilayah melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Salah satu daerah yang menjadi lokasi pemetaan adalah Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Selama kegiatan mapping, dilakukan pengamatan terhadap singkapan batuan, pengukuran kedudukan lapisan, identifikasi struktur geologi, serta pengamatan terhadap bentuk bentang alam yang berkembang di daerah kavling. Dari kegiatan tersebut, kondisi geologi daerah pemetaan dapat dipahami tidak hanya melalui teori, tetapi juga berdasarkan kenampakan dan data yang ditemukan secara langsung di lapangan. Di sisi lain, Karanggayam juga memiliki potensi wisata alam yang menarik, terutama keberadaan beberapa curug seperti Curug Kedondong dan Curug Sikebut.
berita
Di tengah perkembangan Semarang yang menjadi salah satu kota besar di Jawa Tengah, tersimpan sejarah Geologi yang membentuk bentang alam, batuan, hingga kondisi lingkungan yang merekam berbagai proses geologi yang berlangsung dalam waktu yang panjang. Pemetaan geologi memberikan kesempatan untuk melihat wilayah dari sudut pandang yang berbeda.
Salah satu kenampakan menarik yang dijumpai selama pemetaan adalah Curug Gribik, yang memperlihatkan hubungan antara kondisi batuan, aliran air, dan juga proses geologi seperti dijumpai struktur perlapisan dengan arah yang berbeda – beda. Aliran air yang terus mengikis permukaan batuan secara perlahan turut membentuk karakteristik sungai, lembah, hingga air terjun yang dapat diamati hingga saat ini. Dari sisi geologi, keberadaan Curug Gribik menjadi salah satu fitur yang dapat memberikan gambaran mengenai proses geomorfologi yang berlangsung di daerah Banyumanik. Di sisi lain, keberadaan curug ini juga menunjukkan bahwa fitur geologi dapat memiliki nilai lain di luar aspek ilmiah. Lingkungan alami di sekitar Curug Gribik memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata alam, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan kawasan. Dengan pengelolaan dan pelestarian yang baik, potensi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan geologi Banyumanik kepada masyarakat.
Liputan kegiatan pemetaan geologi digital di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat.
Wilayah Kaliwiro dan sekitarnya memiliki kondisi bentang alam yang cukup beragam, sehingga menarik untuk dikaji melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 ini. Kavling penelitian mencakup wilayah Tanjunganom, Grugu, Tracap, Ngadisono, serta sebagian Kaliwiro dan Gumelar, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan lapangan dilakukan dengan pengamatan singkapan pada tebing jalan dan dinding sungai, pencatatan data litologi, serta pengukuran struktur geologi, yang kemudian dikorelasikan dengan pola kontur.

Selama kurang lebih dua minggu pada bulan Juli, saya melakukan pemetaan geologi di Desa Ngaglik, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya. Dua minggu tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan karena pemetaan geologi ternyata bukan sekadar tentang mengamati batuan dan membuat peta. Hampir setiap hari kami harus berjalan beberapa kilometer untuk mencapai lokasi pengamatan, melewati jalan setapak, menaiki dan menuruni lereng yang cukup terjal, bahkan menyusuri aliran sungai untuk menemukan singkapan batuan yang dapat diamati. Medan yang didominasi punggungan dengan kemiringan sekitar 16–32° membuat perjalanan tidak selalu mudah. Namun, justru dari perjalanan tersebut kami dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi geologi membentuk bentang alam di sekitar wilayah pengamatan.
Batuan yang tersingkap di permukaan bumi bukan sekadar material penyusun bentang alam, tetapi juga merupakan rekaman dari proses geologi yang berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang. Melalui pengamatan terhadap litologi, tekstur, struktur, dan hubungan antar satuan batuan, kondisi geologi masa lalu suatu wilayah dapat direkonstruksi. Salah satu wilayah yang memiliki rekaman geologi paling menarik adalah Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kawasan ini dikenal memiliki keragaman batuan dan tingkat kompleksitas geologi yang tinggi, sehingga menjadi salah satu lokasi penting untuk mempelajari perkembangan geologi dan sejarah tektonik Pulau Jawa.
Upaya memahami dinamika gunung api terus dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin dan institusi. Dosen Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agung Harijoko dan Dr. Haryo Edi Wibowo, bersama tim peneliti melaksanakan fieldwork di kawasan Bromo, Jawa Timur, pada 15 – 22 September 2026.
Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari kolaborasi riset antara UGM dan Osaka Metropolitan University (OMU) yang telah berlangsung selama periode tahun 2024 s.d. tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Agung Harijoko dan Dr. Haryo Edi Wibowo berkolaborasi dengan Dr. Indranova Suhendro dari Fakultas Geografi UGM, Prof. Mitsuru Okuno dan Dr. Daisuke Miura dari Osaka Metropolitan University, serta Reina Nakaoka dari Kobe University. Penelitian difokuskan pada Kompleks Kaldera Bromo Tengger yang memiliki karakteristik geologi dan vulkanologi yang unik. Kompleks ini tersusun atas beberapa kaldera besar serta memiliki sejumlah kerucut gunung api pascakaldera yang hingga kini menunjukkan aktivitas vulkanik.
Fenomena meningkatnya aktivitas beberapa gunung api di Indonesia dalam waktu yang berdekatan kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah erupsi yang terjadi bersamaan memiliki keterkaitan? Apakah gempa bumi dapat memicu erupsi? Seberapa jauh dampak abu vulkanik dapat dirasakan masyarakat?
Berbagai pertanyaan tersebut dibahas dalam program Bincang Geologi yang menghadirkan Prof. Agung Harijoko dan Dr. Haryo Edi Wibowo, ahli vulkanologi dari Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Diskusi membahas sistem magma gunung api, fenomena erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan, hubungan gempa bumi dengan aktivitas vulkanik, bahaya abu vulkanik, hingga pentingnya pemantauan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam pemanfaatan teknologi digital di bidang geologi dan pertambangan, Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (HMTG) bersama Society of Economic Geologist (SEG-UGM SC) menyelenggarakan Software Training Datamine/MineScape selama tiga hari, pada Senin–Rabu, 7-9 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Bahan Galian Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM ini menghadirkan Maulani Vania Hapsari dari PT Datamine Software Indonesia sebagai narasumber.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), di forum ilmiah internasional. Aldian Fahrialam, mahasiswa program doktoral Teknik Geologi UGM, berhasil meraih Best Poster Presentation Award dalam The 42nd Annual Meeting of the Society for Organic Petrology (TSOP 2026) yang berlangsung pada 3–10 September 2026 di Nirvana Resort Beijing, Beijing, China. Keikutsertaan Aldian dalam forum ilmiah internasional tersebut juga didukung melalui TSOP Student Travel Award, sebuah penghargaan yang diberikan oleh TSOP untuk mendukung partisipasi mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ilmiah dan memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional.