“Bagaimana kondisi geologi suatu wilayah dapat menentukan potensi sumber daya sekaligus memengaruhi kerentanan terhadap bencana geologi?’’
Pertanyaan tersebut menjadi relevan di Kavling 55, Kabupaten Purworejo, yang secara administratif mencakup Kecamatan Pituruh dan sebagian Kecamatan Kemiri. Pemetaan geologi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap singkapan batuan, identifikasi litologi, pengukuran struktur geologi, serta pengamatan kondisi geomorfologi dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil pengamatan di Kavling 55, batuan penyusun wilayah didominasi oleh batuan sedimen dengan salah satu litologi yang cukup menonjol berupa batupasir kompak.

Pemetaan mandiri merupakan kegiatan akademik yang harus dilalui oleh mahasiswa program studi Teknik Geologi UGM. Pemetaan kali ini berlokasi di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo khususnya di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah yang di batasi langsung oleh Sungai Tulis. Daerah ini dipilih karena merupakan salah satu bagian dari Antiklinorium Serayu Utara.