Kolaborasi Mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Kimia, Berhasil Raih 1st Runner Up pada Paper & Poster Competition – Petroleum Integrated Festival (IPFEST) 2026

Tim Musi Uncover, yang beranggotakan M. Muaffa Oktadiansyah (Teknik Geologi – 2022), Keyshia Florecita Claudina (Teknik Geologi – 2024), dan Fadilah Iliyani (Teknik Kimia – 2023) di bawah bimbingan Dr. Joko Wintoko, S.T., M.Sc. (Dosen Teknik Kimia) berhasil keluar sebagai 1st Runner Up pada Geothermal Development Plan Competition (GDPC) – Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan “PATRA” ITB (HMTM “PATRA” ITB), Society of Petroleum Engineers ITB Student Chapter (SPE ITB SC), dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa ITB (IATMI SM ITB).

Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2026 merupakan kompetisi internasional tahunan di bidang industri energi. Mengusung tema besar “Embracing Growth in Sustainability to Address Energy Security”, ajang ini bertujuan untuk mendorong para profesional muda dan mahasiswa dalam merancang solusi masa depan yang mengintegrasikan inovasi teknologi dengan aspek perlindungan lingkungan.

Khusus pada kategori Paper and Poster Competition (PPC), kompetisi memfokuskan pada subtema “Accelerating the Energy Transition: Pathways to a Sustainable Energy”. Peserta ditantang untuk merespons tantangan industri migas Indonesia dalam menyeimbangkan target peningkatan produksi nasional (1 juta BOPD) dengan komitmen pengurangan emisi gas rumah kaca sesuai target Net Zero Emission 2060. Kompetisi ini menilai orisinalitas riset, kelayakan teknis, serta dampak ekonomi dari solusi yang ditawarkan guna mendukung transisi energi yang berkelanjutan dan tangguh di Indonesia.

Tim Musi Uncover membawa Inovasi berjudul S-CURE (Sour Gas Carbon Utilization and Recovery Enhancement) merupakan solusi strategis terintegrasi untuk mengoptimalkan produksi minyak pada reservoar karbonat di Lapangan Tanjung Miring Timur, Sumatera Selatan, yang menghadapi tantangan kadar gas beracun H2S ekstrem sebesar 26,4%. Kebaruan ide ini terletak pada transformasi pengelolaan gas asam dari beban operasional menjadi aset injeksi melalui skema closed-loop reinjeksi langsung campuran CO2-H2S fase pekat tanpa memerlukan unit pemurnian gas konvensional. Nilai lebih dari karya ini adalah penggunaan Bio-FSLS, yaitu biosuraktan yang disintesis dari limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) lokal untuk menciptakan mekanisme foam-assisted mobility control di dalam reservoar. Mekanisme tersebut secara efektif memblokir zona permeabilitas tinggi dan meningkatkan efisiensi penyapuan minyak, sehingga mampu meningkatkan Recovery Factor secara signifikan dari 27,98% menjadi 39,35%. Secara ekonomi, inovasi S-CURE terbukti unggul dengan memangkas biaya modal (CAPEX) hingga 40% sekaligus mendukung akselerasi transisi energi rendah karbon di Indonesia melalui sekuestrasi gas asam di bawah tanah.

“Mengikuti PPC IPFEST 2026 menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami karena mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam tim yang terdiri dari mahasiswa dengan latar belakang berbeda, yaitu teknik kimia dan geologi. Perbedaan sudut pandang ini yang memperkuat cara kami dalam memandang ide dan menyelaraskan konsep, serta membagi peran secara efektif. Prosesnya tidak selalu mudah, terutama dalam mencari waktu luang bersama di tengah kesibukan masing-masing. Sejak awal, kami sudah menetapkan tujuan untuk memberikan yang terbaik dan menargetkan kemenangan, sehingga setiap tahap persiapan kami jalani dengan serius dan penuh komitmen.

Ke depannya, kami berharap penyelenggaraan lomba dapat semakin baik, terutama dalam aspek kejelasan aturan dan alur komunikasi antara panitia dan peserta. Informasi yang lebih sistematis dan terstruktur akan sangat membantu peserta dalam memahami dan memenuhi kebutuhan lomba sejak awal. Dengan perbaikan tersebut, kami yakin kualitas kompetisi akan semakin meningkat dan pengalaman peserta menjadi lebih optimal.” Ungkap Tim Musi Uncover. (Sumber: Tim Musi Uncover)

 

Humas Departemen | Maret 2026