Telah terbit di Jurnal Geothermics, High Impact Journal (4.6), H-Index 110, SJR 1.102 (Q1). Salah satu jurnal terkemuka di bidang geothermal energy yang menjadi rujukan bagi para peneliti panas bumi dunia, hasil penelitian dari Mahasiswa Prodi Doktor Teknik Geologi A.n Emi Prasetyawati Umar (Mahasiswa Doktor Teknik Geologi 2022).
Penelitian ini mengintegrasikan data geosains (geologi, geokimia, dan geofisika) dan remote sensing (Penginderaan Jauh) untuk memetakan potensi panas bumi low-medium temperature di Lengan Selatan Pulau Sulawesi (Sulawesi Selatan) dengan pengembangan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga kawasan-kawasan prospek panas bumi yang kemungkinan sulit terjangkau (remote area) dan wilayah yang sangat luas dapat diidentifikasi serta dimodelkan dengan lebih baik. Metode ini dijadikan sebagai screening awal untuk efesiensi dan efektivitas eksplorasi wilayah regional dalam eksplorasi detail yang lebih lanjut.
Salah satu kenampakan menarik yang dijumpai selama pemetaan adalah Curug Gribik, yang memperlihatkan hubungan antara kondisi batuan, aliran air, dan juga proses geologi seperti dijumpai struktur perlapisan dengan arah yang berbeda – beda. Aliran air yang terus mengikis permukaan batuan secara perlahan turut membentuk karakteristik sungai, lembah, hingga air terjun yang dapat diamati hingga saat ini. Dari sisi geologi, keberadaan Curug Gribik menjadi salah satu fitur yang dapat memberikan gambaran mengenai proses geomorfologi yang berlangsung di daerah Banyumanik. Di sisi lain, keberadaan curug ini juga menunjukkan bahwa fitur geologi dapat memiliki nilai lain di luar aspek ilmiah. Lingkungan alami di sekitar Curug Gribik memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata alam, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan kawasan. Dengan pengelolaan dan pelestarian yang baik, potensi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan geologi Banyumanik kepada masyarakat.
Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat.
