Pos oleh :

maya.kristine

Pemetaan Geologi di Karangsambung sebagai Upaya Memahami Kondisi Geologi Lokal dan Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Karangsambung merupakan salah satu daerah yang memiliki kondisi geologi yang sangat menarik untuk dipelajari. Daerah ini berada di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, dan dikenal memiliki keragaman batuan serta struktur geologi yang kompleks. Salah satu karakteristik yang paling menonjol adalah keberadaan Kompleks Mélange Luk Ulo yang tersusun atas berbagai jenis batuan, seperti batuan beku, sedimen, dan metamorf yang bercampur dalam massa dasar lempung hitam. Kondisi tersebut menjadikan Karangsambung sebagai daerah yang penting dalam pembelajaran ilmu geologi. Sebagai mahasiswa Teknik Geologi, kegiatan pemetaan di daerah ini memberikan kesempatan untuk memahami kondisi geologi secara langsung sekaligus menerapkan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan. read more

Jejak Geologi di Kaligending: Menelusuri Batuan Zona Serayu Selatan pada Pemetaan Geologi Mandiri 2026

Tebing breksi yang ditemukan di kavling pemetaan

Desa Kaligending dan sekitarnya (Pencil dan Langse) merupakan bagian dari Antiklinorium Karangsambung pada Zona Fisiografi Pegunungan Serayu Selatan yang menyimpan rekaman sejarah bumi yang kompleks. Melalui Pemetaan Geologi Mandiri 2026, kami berkesempatan menelusuri langsung kondisi geologi di wilayah tersebut. Kegiatan lapangan ini menghadirkan tantangan fisik yang cukup berat; kelerengan curam akibat litologi breksi yang resisten memaksa kami melakukan trekking sepenuhnya, menembus vegetasi lebat dan berduri di sepanjang lintasan pemetaan demi mendapatkan data geologi yang akurat. read more

Pemetaan Geologi Skala Lokal di Wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah: Karakteristik Litologi, Bentang Alam, dan Relevansinya terhadap Pengelolaan Sumber Daya

Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, merupakan salah satu wilayah yang memiliki keragaman kondisi geologi terbentuk akibat interaksi berbagai proses geologi, baik proses endogen maupun eksogen. Aktivitas vulkanisme menghasilkan material vulkanik yang kemudian mengalami proses pelapukan, transportasi, dan pengendapan, sedangkan proses eksogen berupa erosi dan pelapukan terus memodifikasi permukaan wilayah hingga menghasilkan bentang alam yang dapat diamati saat ini. Interaksi proses tersebut menghasilkan variasi jenis batuan, mulai dari batuan vulkanik hingga batuan sedimen. Perbedaan sifat fisik dan tingkat resistensi batuan terhadap pelapukan dan erosi juga dapat mengontrol perkembangan relief, punggungan, lembah, dan pola aliran permukaan. read more

Guratan Waktu di Kulonprogo: Kisah Andesit, Karang, dan Gunung yang Telah Tiada

Daerah di bagian barat Sungai Progo, atau akrab disebut Kulonprogo, adalah daerah yang saya petakan selama pemetaan geologi mandiri pada bulan Juli – Agustus 2026 lalu. Berada pada elevasi yang membentang dari 125 mdpl di bagian tenggara, hingga 750 mdpl di bagian barat laut, kavling ini menyimpan sejarah geologi Kulonprogo secara garis besar. Berdasarkan Peta Geologi Regional Lembar Yogyakarta oleh Rahardjo, W., et al., kavling ini tersusun atas tiga formasi: Formasi Andesit Tua, dan Jonggrangan yang menjari terhadap Sentolo. read more

Kontak Formasi Halang–Peniron dan Potensi Wisata Geologi di Curug Muncar, Pemetaan Geologi Mandiri Pegunungan Serayu Selatan

Desa Kalikarung dan sekitarnya, yang berada di Kecamatan Kalibawang dan menjadi bagian dari kavling pemetaan Serayu Selatan yang membentang di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri, kondisi geologi wilayah ini dapat dipelajari secara langsung sekaligus membuka wawasan tentang potensi yang tersembunyi di lingkungan sekitar. Salah satu temuan paling menarik dari kegiatan pemetaan ini berada sedikit di luar batas administratif Kalibawang, tepatnya di Curug Muncar, Dusun Kalibang, Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, sebuah air terjun yang sekaligus menjadi jendela untuk membaca sejarah geologi kawasan Bruno dan sekitarnya. read more

Menelusuri Jejak Geologi Sempor: Membaca Batuan dan Bentang Alam dari Lapangan

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri di Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, menjadi kesempatan untuk memahami kondisi geologi secara langsung melalui pengamatan di lapangan. Kavling pemetaan yang mencakup wilayah Desa Somagede dan Kenteng memiliki luas sekitar 4 × 5 km dengan kondisi morfologi yang didominasi oleh perbukitan. Dalam pemetaan ini, dilakukan berbagai kegiatan seperti pengamatan dan deskripsi singkapan, pengukuran struktur geologi, pengambilan sampel, serta pencatatan kondisi lapangan pada 106 stasiun pengamatan (STA). Dari hasil pengamatan, diidentifikasi enam satuan batuan, yaitu lempung hitam Kompleks Lok Ulo, batulempung Formasi Karangsambung, breksi fragmen batupasir dan batulemoung Formasi Totogan, batupasir Formasi Waturanda, breksi andesit Formasi Waturanda, intrusi diabas atau mikrogabro, serta beberapa variasi litologi yang menyusun masing-masing satuan tersebut. Persebaran batuan dan hubungan antar satuan tersebut memberikan gambaran mengenai perkembangan geologi daerah Sempor yang berlangsung melalui proses sedimentasi, deformasi, hingga aktivitas magmatik. read more

Menyusuri Tebing Breksi hingga Curug Halang: Karakteristik Morfologi daerah Gondowulan dan sekitarnya, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah

Pemetaan Geologi merupakan salah satu mata kuliah yang ada di Teknik Geologi UGM dan syarat untuk menjadi seorang geologist. Beberapa mahasiswa telah disebar merata di wilayah zona Serayu Selatan hingga Serayu Utara. Salah satunya yakni Wonosobo tepatnya di daerah Gondowulan dan sekitarnya. Pemetaan berlangsung pada bulan Juli hingga Agustus. Menyusuri seluruh area yang telah dibagi sesuai dengan kavling masing-masing.

Di daerah ini terdapat morfologi serta litologi yang sangat beragam. Pada formasi Peniron, dominan disusun oleh breksi andesit yang sangat besar, diikuti dengan aliran sungai yang berada di dekatnya. Tebing breksi ini berada di atas persawahan yang berundak serta beberapa Boulder breksi andesit juga mengisi beberapa sudut bagian sawah tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa dulunya daerah ini merupakan sungai purba, kemudian perlahan mengalami pengikisan makin dalam akibat pengangkatan tektonik. Karena sungai terus mengikis makin dalam, bekas dataran sungai purba tertinggal di posisi lebih tinggi dan tidak lagi terjangkau air, sehingga terbentuk teras sungai. read more

Menggali Potensi, Memahami Risiko: Sumber Daya di Balik Kerentanan dalam Pemetaan Geologi Kavling 55 Purworejo

“Bagaimana kondisi geologi suatu wilayah dapat menentukan potensi sumber daya sekaligus memengaruhi kerentanan terhadap bencana geologi?’’

Pertanyaan tersebut menjadi relevan di Kavling 55, Kabupaten Purworejo, yang secara administratif mencakup Kecamatan Pituruh dan sebagian Kecamatan Kemiri. Pemetaan geologi dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap singkapan batuan, identifikasi litologi, pengukuran struktur geologi, serta pengamatan kondisi geomorfologi dan lingkungan sekitar. Berdasarkan hasil pengamatan di Kavling 55, batuan penyusun wilayah didominasi oleh batuan sedimen dengan salah satu litologi yang cukup menonjol berupa batupasir kompak. read more

Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur Lakukan Kunjungan Kerja ke Departemen Teknik Geologi UGM untuk Koordinasi Pengelolaan Air Tanah

Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), menerima kunjungan kerja dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kunjungan ini dilaksanakan untuk melakukan koordinasi serta memperoleh informasi terkait zona konservasi air tanah, penyusunan neraca air tanah, dan pengelolaan air tanah yang berwawasan lingkungan.

Kunjungan tersebut diterima oleh Prof. Heru Hendrayana, dosen sekaligus Guru Besar Departemen Teknik Geologi UGM yang memiliki bidang keahlian hidrogeologi. Kegiatan diskusi berlangsung di Ruang Sidang 2.1, Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik UGM. read more

Pemetaan Mandiri Daerah Sukoharjo: Analisis Kebencanaan Untuk Masyarakat

Pemetaan mandiri merupakan kegiatan akademik yang harus dilalui oleh mahasiswa program studi Teknik Geologi UGM. Pemetaan kali ini berlokasi di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo khususnya di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah yang di batasi langsung oleh Sungai Tulis. Daerah ini dipilih karena merupakan salah satu bagian dari Antiklinorium Serayu Utara.

Hasil dari pemetaan geologi di daerah ini terdapat fitur geologi dengan satuan morfologi berupa perbukitan struktural Sukoharjo, lembah antiklin Garunglor, punggungan aliran piroklastik Gunungtugel dan Dataran Banjir Jebengplampitan. Terdapat pula struktur geologi berupa struktur antiklin dan juga sesar-sesar turun yang membentuk perbukitan timur laut – barat daya. Stratigrafi lokal menunjukkan adanya empat satuan utama litologi yaitu perselingan napal karbonatan-batupasir, Agglomerat, dan Batugamping terumbu. read more