Batuan yang tersingkap di permukaan bumi bukan sekadar material penyusun bentang alam, tetapi juga merupakan rekaman dari proses geologi yang berlangsung dalam rentang waktu yang sangat panjang. Melalui pengamatan terhadap litologi, tekstur, struktur, dan hubungan antar satuan batuan, kondisi geologi masa lalu suatu wilayah dapat direkonstruksi. Salah satu wilayah yang memiliki rekaman geologi paling menarik adalah Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Kawasan ini dikenal memiliki keragaman batuan dan tingkat kompleksitas geologi yang tinggi, sehingga menjadi salah satu lokasi penting untuk mempelajari perkembangan geologi dan sejarah tektonik Pulau Jawa.
Daerah Sadang dan sekitarnya merupakan bagian dari kawasan Karangsambung yang memperlihatkan variasi litologi dari beberapa satuan stratigrafi. Berdasarkan hasil Pemetaan Geologi Mandiri UGM 2026, ditemukan beberapa karakteristik batuan yang mewakili Formasi Karangsambung, Formasi Totogan, dan Formasi Waturanda. Pada Formasi Karangsambung dijumpai batulempung berisisik, sedangkan Formasi Totogan dicirikan oleh breksi dengan matriks lempung. Sementara itu, Formasi Waturanda tersusun atas batupasir yang semakin atas akan menunjukkan perubahan menjadi breksi. Variasi litologi tersebut memberikan gambaran bahwa kondisi pengendapan di daerah penelitian mengalami perubahan seiring dengan perkembangan waktu geologi.




Perubahan litologi dari batulempung berisisik pada Formasi Karangsambung, breksi bermatriks lempung pada Formasi Totogan, hingga batupasir yang berkembang menjadi breksi pada Formasi Waturanda dapat digunakan untuk menginterpretasikan adanya perubahan energi dan karakter lingkungan pengendapan. Kehadiran batulempung menunjukkan pengendapan material berukuran halus pada kondisi yang relatif tenang, sedangkan kemunculan breksi dan batupasir menunjukkan adanya peningkatan suplai material kasar serta kondisi pengendapan dengan energi yang lebih tinggi. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pengendapan mengalami perkembangan secara vertikal, dari kondisi yang relatif tenang menuju kondisi yang semakin berenergi. Apabila hubungan antar satuan di lapangan menunjukkan kesinambungan stratigrafi tanpa adanya indikasi ketidakselarasan, perubahan tersebut dapat diinterpretasikan sebagai perkembangan lingkungan pengendapan yang berlangsung secara berkesinambungan.
Urutan perubahan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa singkapan batuan dapat digunakan untuk membaca dinamika lingkungan geologi pada masa lalu. Perubahan ukuran butir dan karakter litologi tidak hanya menunjukkan variasi jenis batuan, tetapi juga merekam perubahan energi pengendapan dan suplai sedimen. Melalui pemetaan dan pengamatan langsung di lapangan, potongan-potongan rekaman tersebut dapat disusun untuk memahami perjalanan geologi kawasan Karangsambung. Pada akhirnya, batuan bukan hanya menjadi objek pemetaan, tetapi juga menjadi bukti yang membantu kita menelusuri kembali bagaimana lingkungan dan kondisi bumi di wilayah ini berubah dari masa ke masa.
Penulis : Muh. Dimas Syaputra Handjoe
Humas Departemen | September 2026