Kolaborasi UGM dan Osaka Metropolitan University Telusuri Dinamika Pembentukan Kaldera Lautan Pasir di Bromo

Upaya memahami dinamika gunung api terus dilakukan melalui kolaborasi lintas disiplin dan institusi. Dosen Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Agung Harijoko dan Dr. Haryo Edi Wibowo, bersama tim peneliti melaksanakan fieldwork di kawasan Bromo, Jawa Timur, pada 15 – 22 September 2026.

Kegiatan penelitian ini merupakan bagian dari kolaborasi riset antara UGM dan Osaka Metropolitan University (OMU) yang telah berlangsung selama periode tahun 2024 s.d. tahun 2026. Dalam kegiatan tersebut, Prof. Agung Harijoko dan Dr. Haryo Edi Wibowo berkolaborasi dengan Dr. Indranova Suhendro dari Fakultas Geografi UGM, Prof. Mitsuru Okuno dan Dr. Daisuke Miura dari Osaka Metropolitan University, serta Reina Nakaoka dari Kobe University. Penelitian difokuskan pada Kompleks Kaldera Bromo Tengger yang memiliki karakteristik geologi dan vulkanologi yang unik. Kompleks ini tersusun atas beberapa kaldera besar serta memiliki sejumlah kerucut gunung api pascakaldera yang hingga kini menunjukkan aktivitas vulkanik.

Salah satu fokus utama penelitian adalah memahami dinamika erupsi yang berperan dalam pembentukan Kaldera Lautan Pasir, yang diperkirakan merupakan kaldera termuda dalam Kompleks Kaldera Bromo Tengger. Kajian terhadap proses pembentukannya diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah dan perkembangan aktivitas vulkanik di kawasan tersebut. Pelaksanaan fieldwork dilakukan dengan pendekatan multidisiplin yang melibatkan keahlian dari bidang geologi, geografi, dan geofisika. Keragaman latar belakang keilmuan para peneliti memungkinkan proses geologi di kawasan Bromo dikaji dari berbagai perspektif sehingga menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif.

Kawasan Bromo menjadi laboratorium alam yang penting untuk mempelajari bagaimana proses vulkanisme membentuk bentang alam sekaligus memengaruhi kehidupan di sekitarnya. Melalui penelitian lapangan, para peneliti berupaya membaca jejak aktivitas vulkanik masa lalu untuk memperoleh gambaran mengenai proses alam yang berlangsung dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, penelitian kebumian tidak hanya bertujuan untuk memahami bagaimana bumi bekerja, tetapi juga menjadi bagian dari upaya manusia untuk hidup berdampingan dengan alam. Pemahaman yang lebih baik mengenai proses dan dinamika gunung api dapat menjadi landasan penting dalam meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan serta mendukung upaya pengurangan risiko bencana di kawasan vulkanik.

 

Humas Departemen | September 2026