Tim Selokan Mataram, yang beranggotakan Jihan Fathin Salsabila (Teknik Geologi – 2023), Lailum Lutvi Sahrudin (Teknik Geologi – 2024), Abdi Yuridan Arsya Teknik Mesin – 2023), dan Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin – 2023) di bawah bimbingan Dr. Ir. Kartika Palupi Savitri, S.T., M.Sc, berhasil keluar sebagai 1st Runner Up pada Geothermal Development Plan Competition (GDPC) – Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan “PATRA” ITB (HMTM “PATRA” ITB), Society of Petroleum Engineers ITB Student Chapter (SPE ITB SC), dan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia Seksi Mahasiswa ITB (IATMI SM ITB).
Geothermal Development Plan Competition (GDPC) merupakan salah satu rangkaian kompetisi dalam Integrated Petroleum Festival (IPFEST) 2026 yang berskala internasional. Kompetisi ini diikuti oleh 40 tim dari berbagai perguruan tinggi dan menantang peserta untuk merancang rencana pengembangan lapangan panas bumi secara komprehensif.
Tahapan lomba diawali dengan preliminary round berupa penyusunan esai bertema “Unlocking Old Geothermal Fields: Boosting Output and Extending Field Life.” Dari 40 tim, dipilih 6 tim terbaik untuk melaju ke babak final. Pada tahap final, peserta diwajibkan menyusun laporan studi kelayakan lengkap mengenai pengembangan Lapangan Panas Bumi Patuha dan mempresentasikannya secara langsung di hadapan dewan juri profesional dari industri energi, termasuk Chevron, INPEX Geothermal, PT Geo Dipa Energi, dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.
Tim Selokan Mataram membawa karya yang berjudul “Feasibility Study: Patuha Geothermal Field Development”, berupa studi kelayakan komprehensif pengembangan Lapangan Panas Bumi Patuha. Inovasi utama dari karya ini terletak pada pendekatan pengambilan keputusan berbasis risiko (risk-based decision making) yang terintegrasi dari aspek geosains hingga keekonomian proyek. Tim mengintegrasikan data Geologi, Geofisika, dan Geokimia (3G) untuk membangun model konseptual reservoar dan mengidentifikasi batas ketidakpastian bawah permukaan. Pada tahap penilaian sumber daya (resource assessment), digunakan pendekatan probabilistik melalui simulasi Monte Carlo untuk mengkuantifikasi ketidakpastian menjadi profil risiko yang lebih terukur. Strategi pengembangan disusun secara bertahap (phased development) guna meminimalkan risiko investasi. Pada tahap eksplorasi awal, diusulkan metode pengeboran slim hole sebagai strategi mitigasi risiko sebelum pengeboran skala penuh. Dalam pemilihan teknologi pembangkit, tim mempertimbangkan karakteristik reservoir dan mengusulkan penggunaan teknologi Dry Steam Condensing yang dinilai optimal dari sisi efisiensi dan keberlanjutan operasi.
Selain aspek teknis, studi ini juga memasukkan parameter HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) serta analisis kelayakan ekonomi untuk memastikan keseimbangan antara desain keteknikan, keselamatan operasional, keberlanjutan lingkungan, dan rasionalitas investasi. Nilai lebih karya ini terletak pada integrasi multidisiplin antara Teknik Geologi dan Teknik Mesin dalam menghasilkan rencana pengembangan yang komprehensif, terukur, dan aplikatif bagi industri panas bumi.
“Kompetisi ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga bagi tim, terutama dalam memahami kompleksitas pengembangan panas bumi secara menyeluruh, mulai dari integrasi data bawah permukaan hingga analisis kelayakan investasi. Proses ini mengajarkan pentingnya kolaborasi lintas disiplin serta pengambilan keputusan berbasis risiko dalam menghadapi ketidakpastian bawah permukaan. Ke depan, tim berharap pengalaman ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk berani mencoba dan terus belajar, serta mampu melanjutkan tren prestasi dalam kompetisi serupa. Selain itu, diharapkan semakin banyak kolaborasi multidisiplin yang terbangun untuk mendukung kontribusi nyata mahasiswa dalam pengembangan energi berkelanjutan di Indonesia.” Ungkap Tim Selokan Mataram. (Sumber: Tim Selokan Mataram)
Humas Departemen | Maret 2026