Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Penemuan Fosil Foraminifera Utuh di Formasi Bulu: Kontribusi Pemetaan Geologi Mandiri 2025 Terhadap Pemahaman Paleontologi Lokal Desa Guyangan, Pati

Penulis: Jihan Fathin Salsabila

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 yang dilaksanakan di Desa Guyangan, Kabupaten Pati telah menghasilkan temuan paleontologi yang sangat menarik dan bernilai ilmiah tinggi. Selama periode pemetaan intensif di area kavling yang mencakup bagian dari Formasi Bulu, aktivitas pengamatan geologi detail berhasil mengidentifikasi keberadaan batulempung kaya fosil foraminifera dengan kondisi preservasi yang luar biasa baik. Proses pemetaan yang dilakukan secara sistematis meliputi pengukuran strike dan dip, pencatatan litologi, serta dokumentasi struktur geologi memberikan pemahaman komprehensif tentang kondisi geologi lokal yang mendukung pelestarian fosil mikro berumur geologis jutaan tahun yang lalu. read more

Pemetaan Geologi Desa Lebak dan Sekitarnya: Potensi Ilmiah dan Dukungan terhadap SDGs

Penulis: Faizah Husnayain

Kegiatan pemetaan geologi tahun ini berada di Zona Rembang, di mana setiap individu mendapat tanggung jawab untuk memetakan area kavling seluas 5 × 4 km². Kavling saya terletak di Desa Lebengjumuk, Lebak, Putatsari, dan Godan, Kecamatan Grobogan dan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup pengamatan litologi, pengukuran struktur geologi, pencatatan fitur geomorfologi, dan dokumentasi visual lapangan. Proses pengambilan data dilakukan dengan peta dasar, Avenza Maps, dan kompas geologi. read more

Mampu Tingkatkan Efisiensi Pemupukan, UGM dan Bukit Asam Luncurkan Produk Kalium Humat

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/mampu-tingkatkan-efisiensi-pemupukan-ugm-dan-bukit-asam-luncurkan-produk-kalium-humat/

Tim Peneliti Universitas Gadjah Mada mengembangakan hasil riset inovasi berupa Kalium Humat sebagai terobosan baru yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dari batu bara dengan melepas potensi humat melalui proses oksidasi batubara kalori rendah untuk melepas kandungan senyawa humat dan diaduk hingga kandungan senyawa organik batubara tersebut menjadi meningkat. Hasil oksidasi ini dipisahkan untuk diekstraksi, kemudian diperkaya dengan kalium hingga terbentuk serpihan humat padat berkadar tinggi siap tabur. Senyawa ini terbukti mampu memperbaiki struktur tanah, merangsang pertumbuhan akar, serta meningkatkan penyerapan air dan nutrisi. read more

Teliti Perlindungan Zona Imbuhan Air Tanah, Haikal Raih Doktor di UGM

Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/teliti-perlindungan-zona-imbuhan-air-tanah-haikal-raih-doktor-di-ugm/

Air tanah di Kawasan Cekungan Air di daerah Sleman, Yogyakarta telah menjadi penopang utama kehidupan masyarakat. Sumber daya ini tidak hanya melayani kebutuhan rumah tangga, tetapi juga menopang pertanian, pariwisata, dan sektor industri. Sayang, akibat ekstraksi berlebihan dan perubahan tata guna lahan yang cepat menjadi kebutuhan terhadap air tanah meningkat tajam, dan menjadikan kuantitas dan kualitas air mengalami penurunan secara terus menerus. read more

Panen Kedua GamaHumat Kini Semakin Luar Biasa

Sumber berita: https://ft.ugm.ac.id/panen-kedua-gamahumat-kini-semakin-luar-biasa/

Bertempat di area persawahan, Dusun Macanan, Desa Binomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, peneliti Unconventional Geo-resources Research Group (UGRG) Fakultas Teknik UGM menggelar acara panen padi dengan menggunakan produk Asam Humat dari batubara peringkat rendah, yang merupakan hasil kolaborasi peneliti bersama dengan PT Bukit Asam Tbk dan Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi. Berbeda dengan panen perdana yang dilaksanakan pada Jumat (27/09), fokus utama panen kedua ini untuk melihat pengaruh penambahan GamaHumat yang merupakan ekstrasi kalium humat yang dihasilkan dari batubara kalori rendah hasil produksi di PT Bukit Asam, yang dikombinasikan dengan nanosilika yang berasal dari geothermal brine dari Geodipa read more

UGM Dorong Pengembangan Panas Bumi Berbasis Kearifan Lokal di NTT

Sumber berita : https://ugm.ac.id/id/berita/ugm-dorong-pengembangan-panas-bumi-berbasis-kearifan-lokal-di-ntt/

Indonesia memiliki potensi besar dalam energi panas bumi atau geothermal sebagai sumber energi bersih dan terbarukan, salah satunya di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Flores memiliki lebih dari 30 titik potensi panas bumi dengan total daya mencapai sekitar 900 megawatt. Sejak 2017, Pulau Flores bahkan mendapat julukan sebagai ‘Pulau Panas Bumi’. Keunggulan ini menjadikan Flores sebagai wilayah strategis dalam peta transisi energi nasional. Sayangnya, pemanfaatan energi tersebut masih jauh dari optimal. Hingga kini, total kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang beroperasi di Flores baru mencapai 18 megawatt listrik (MWe) atau kurang dari 25 persen kebutuhan listrik di wilayah NTT. Akibatnya lebih dari 75 persen kebutuhan listrik masih dipenuhi dari bahan bakar fosil yang didatangkan dari luar. read more

Dwi Indriyati, Laboran Sekaligus Penggerak Zero Waste

Hidup minim, bahkan tanpa sampah, tentu menyenangkan. Lingkungan akan terlihat bersih, indah, dan tentu saja sehat. Berkontribusi pada pengurangan sampah menjadi tindakan mulia, yang tentu saja akan berdampak pada diri sendiri dan juga lingkungan.

Melihat dan mencermati isu tentang sampah yang menjadi masalah pelik di Jogja, bersamaan dengan munculnya kesadaran tentang gaya hidup zero waste, menjadikan Dwi Indriyati, laboran Teknik Geologi FT UGM ingin ikut berkontribusi. Pada tahun 2019, Dwi mulai membangun bisnis yang bergerak mendukung zero waste lewat Peony Ecohouse read more

Kisah Dibalik Pemetaan Geologi di Area Perhutani Daerah Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur

 Penulis: Aisyah Dewi Khodijah

Daerah Perhutani ini berada di Desa Karanganyar dan sekitarnya, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya telah dilakukan pemetaan di daerah ini, tetapi dalam skala regional. Hal tersebut menjadi dasar bagi penulis untuk melakukan pemetaan geologi dengan skala yang lebih detail yaitu skala 1:25.000 di daerah Karanganyar, Bangkleyan, dan sekitarnya, Kecamatan Karanganyar dan Jati, Kabupaten Ngawi dan Blora, Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. read more

Peletakan Batu Pertama Prototipe Asam Humat: Tonggak Hilirisasi Batu Bara

Peranap, Riau—12 Desember 2024. Acara peletakan batu pertama prototipe pabrik asam humat di Izin Usaha Pertambangan (IUP) Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, diselenggarakan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Acara ini mengundang berbagai pihak terkait, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya. Penelitian yang dipimpin oleh salah satu peneliti dari Unconventional Geo-resources Research Group (UGRG)—salah satu pusat kajian di bawah naungan Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada—menjadi landasan utama terlaksananya proyek ini. Oleh karena itu, PTBA mengadakan acara ini sebagai bentuk realisasi kerja sama antara dunia akademik dan industri. read more

Bukit Plawangan, Apakah Berpotensi Sebagai Carbon Storage?

 Isu iklim selalu menjadi topik yang menarik untuk dibahas setiap tahunnya. Perubahan iklim terjadi secara cepat dan signifikan. Hal ini dikarenakan meningkatnya aktivitas deforestasi dan degradasi hutan yang menyebabkan hilangnya hutan hujan tropis sehingga emisi gas rumah kaca meningkat di atmosfer. Menurut kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, Indonesia memiliki target untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan konservasi hutan untuk membantu mengurangi emisi gas rumah kaca. Konservasi penting dilakukan untuk dapat menjaga ekosistem dan diversitas flora dan fauna serta menjaga kuantitas lahan hutan. Hutan memiliki kapasitas untuk menyerap karbon dan mengurangi emisi karbon di atmosfer sehingga dapat membatasi kenaikan temperatur di permukaan bumi. read more