Program kerja “Kunjungan Organisasi ke HMTG” merupakan salah satu wujud silaturahmi Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (HMTG FT UGM) dengan lembaga maupun organisasi lain. Dalam kesempatan ini, HMTG FT UGM berperan sebagai tuan rumah yang menyambut organisasi tamu, yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Planologi Universitas Diponegoro (HMTP UNDIP). Kegiatan ini bertujuan untuk membangun hubungan yang erat, menumbuhkan semangat berhimpun di kalangan mahasiswa, serta bertukar informasi dan pengalaman terkait program kerja masing-masing himpunan.
SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
“Kunjungan Organisasi ke HMTG” merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (HMTG FT UGM) sebagai bentuk silaturahmi dan kolaborasi antarorganisasi mahasiswa. Pada kegiatan ini, HMTG FT UGM berperan sebagai tuan rumah yang menyambut kunjungan dari Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi Universitas Pertamina, dengan tujuan utama untuk saling berbagi pengalaman, memperkuat jaringan antarhimpunan, serta berdiskusi mengenai pengelolaan organisasi dan program kerja.
Dalam hadis Abu Hurairah RA menyatakan bahwa terdapat ‘gunung emas’ yang tersingkap ketika Sungai Eufrat mengering dan menimbulkan peperangan. Hadis ini menjadi dikenal karena adanya ‘gunung emas’ dan menjadi sebuah pertanyaan apakah ‘gunung emas’ tersebut sungguh ada?
Sejarah dan Geologi
Sungai Eufrat merupakan sebuah sungai yang melewati negara Turki, Suriah, dan Irak serta menjadi saksi peradaban Mesopotamia, salah satu perintis peradaban di dunia. Sungai yang masih dalam satu sistem daerah aliran sungai (DAS) dengan Sungai Tigris ini, mendukung kesuburan pertanian dan perekonomian masyarakat Mesopotamia. Berdasarkan kacamata geologi, kawasan Timur Tengah terbentuk akibat adanya tumbukan lempeng Asia dan lempeng Afrika. Di sekeliling sungai ini juga dijumpai beberapa tinggian dengan jenis batuan yang berbeda dengan bagian lembah. Dosen Teknik Geologi UGM, Agus Hendratno, menjelaskan bahwa Sungai Eufrat memiliki air tanah yang melimpah sehingga pertanian di sekitarnya sangat subur. Seiring waktu, Nasa menyampaikan bahwa Sungai Eufrat mengalami penurunan debit air dari tahun 2003 yang dapat disebabkan oleh adanya sedimentasi dan perubahan iklim.