Kabupaten Purworejo adalah salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki variasi fisiografi, dari daerah rendah hingga kawasan perbukitan di sisi utara. Salah satu daerah pegunungan tersebut adalah Kecamatan Bruno, yang berada di bagian utara Kabupaten Purworejo. Kecamatan Bruno memiliki topografi yang terdiri dari perbukitan, lembah, dan sistem sungai yang berkembang dengan baik. Salah satu lokasi di Kecamatan Bruno yang menarik untuk diteliti dari sudut pandang geologi adalah Desa Plipiran dan daerah sekitarnya. Desa Plipiran memiliki keadaan geomorfologi yang ditandai oleh bukit-bukit dan lembah-lembah yang banyak terdapat aliran sungai, sumber mata air, curug, dan air terjun. Secara regional, wilayah Bruno terletak dalam konteks Zona Serayu Selatan dan terdiri atas beberapa satuan batuan, termasuk Formasi Halang dan Formasi Peniron. Formasi Halang umumnya terdiri dari perselingan batupasir, batulanau, batulempung, tuf, dan breksi, sedangkan Formasi Peniron lebih sering ditemukan dalam bentuk breksi, batupasir, dan batuan vulkaniklastik.
SDG 6: Air Bersih dan Sanitasi Layak
Lokasi: Kecamatan Karangkobar dan Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
Kegiatan pemetaan geologi merupakan salah satu tahapan penting dalam memahami kondisi permukaan dan bawah permukaan (menggunakan sayatan geologi) suatu wilayah, baik untuk kepentingan akademik, mitigasi bencana, maupun perencanaan pembangunan. Pada kesempatan ini, kegiatan pemetaan geologi dilakukan di kavling saya yang berada di wilayah Kecamatan Karangkobar, Kecamatan Wanayasa, dan sekitarnya, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Aktivitas pemetaan meliputi pengamatan singkapan batuan, pengukuran kedudukan lapisan batuan (strike/dip), pengamatan struktur geologi, identifikasi jenis litologi, serta pencatatan kondisi morfologi di sepanjang lintasan pemetaan. Data lapangan tersebut kemudian diolah menjadi peta geologi yang menggambarkan sebaran satuan batuan, pola struktur, dan bentang alam pada kavling.
Air Minum dalam Kemasan (AMDK) berasal dari berbagai jenis sumber air, salah satunya mata air pegunungan yang dikenal memiliki kualitas alami yang baik. Namun, tidak sedikit yang bertanya, bagaimana sumber air tersebut tetap tersedia meski dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air minum dalam jumlah besar? Jawabannya tidak hanya bergantung pada banyaknya air yang tersimpan di bawah tanah. Keberlanjutan sumber air sangat ditentukan oleh proses alami yang berlangsung di kawasan resapan (recharge area) serta upaya menjaga kelestarian lingkungan di sekitarnya. Tanpa kawasan resapan yang tetap berfungsi dengan baik, cadangan air tanah dapat berkurang dan kualitasnya lebih berisiko mengalami penurunan.

The Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada (UGM), organized a guest lecture entitled “Water Security from Volcanic Aquifers: A Groundwater Ridge-to-Reef Approach” on Wednesday, January 21, 2026. The event was held in a hybrid format, with onsite participation at Meeting Room 2.1 (2nd Floor), Department of Geological Engineering, FT UGM, and online via Zoom.
The lecture featured Alix Toulier, Ph.D., a hydrogeologist and researcher from the HydroSciences Laboratory, University of Montpellier, France, as the main speaker. The event attracted 30 onsite participants and 58 online participants, reflecting strong interest in groundwater and water security issues in tropical volcanic regions. Participants came from a wide range of backgrounds, including government institutions and research organizations such as the Center for Groundwater and Environmental Geology (PATGTL), BRIN, the Ministry of Public Works and Housing (PUPR), the Central Java Provincial Energy and Mineral Resources Office (ESDM), and the Groundwater Conservation Agency (BKAT). The audience also included representatives from PAAI (the Indonesian Groundwater Association), the NGO Jagasemesta, universities such as ITB, UNDIP, UB, and UNPAD, the private sector (AQUA Danone), as well as lecturers, undergraduate students, master’s students, and doctoral candidates from the Department of Geological Engineering at UGM.

Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada menggelar guest lecture bertajuk “Water Security from Volcanic Aquifers: A Groundwater Ridge to Reef Approach” pada Rabu (21/1/2026). Acara yang berlangsung di Meeting Room 2.1, Lantai 2 Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM ini digelar secara hybrid, memadukan kehadiran langsung dan partisipasi daring melalui Zoom. Acara ini menghadirkan Alix Toulier, Ph.D. dari Hydrosciences Laboratory, University of Montpellier, Prancis, sebagai pembicara utama. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta onsite dan 58 peserta melalui Zoom, mencerminkan antusiasme yang tinggi terhadap topik ketahanan air di wilayah akuifer vulkanik.
Penulis: Rifki Kadri Siagian
Pemetaan Kuliah Lapangan Geologi merupakan ajang yang berkesan dan penuh tantangan dalam proses mengasah keterampilan lapangan seorang mahasiswa Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Pengalaman yang berharga, penuh tantangan dan dedikasi dalam mencari hal yang tersembunyi dari suatu wilayah pemetaan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sambonganyar, Wonosemi, Banjarejo, dan sekitarnya, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah. Kavling 110 dengan luas 4 × 5 km ini masuk ke dalam Zona Rembang, zona yang luas dan penuh dengan struktur-struktur geologi di dalamnya.
Penulis: Tattaquna Ghulam Winuyaka

Wilayah Eksplorasi Kami: Parengan, Tuban
Parengan, sebuah kecamatan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mungkin sekilas terlihat seperti kawasan pedesaan biasa yang tenang. Namun, di balik perbukitan dan lahan pertaniannya, tersimpan sejarah panjang bumi yang terekam dalam batuan sedimen berumur Miosen hingga Pliosen. Daerah ini menjadi lokasi kuliah lapangan kami selama 20 hari, sebuah perjalanan yang bukan hanya mengasah keterampilan geologi, tetapi juga membentuk cara pandang saya terhadap kehidupan dan masyarakat.
Penulis: John Oliver Home
Kuliah lapangan merupakan salah satu tahapan penting dalam proses pembelajaran geologi karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah dipelajari di kelas langsung pada kondisi alam sesungguhnya. Salah satu pengalaman berharga yang saya ikuti adalah kegiatan kuliah lapangan di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Wilayah ini memiliki karakteristik geologi yang unik, sehingga menjadi laboratorium alam yang ideal untuk mempelajari hubungan antara litologi, struktur geologi, dan potensi sumber daya lokal.
Penulis: Zarfan Putradi
Pemetaan Mandiri Geologi 2025 merupakan rangkaian akademis yang harus saya dan teman-teman lalui pada tahun ini guna menyelesaikan mata kuliah PG ( Pemetaan Geologi). Pemetaan ini memiliki tujuan yaitu pengambilan data lapangan secara langsung (sample batuan, foto dukumentasi, pengukuran struktur, pencatatan bentuk lahan/morofologi, dsb). Kavling saya berada di tampalan 3 wilayah yaitu pada Blora, Pati, dan Grobogan sehingga tepat pada 3 perbatasan daerah tersebut. Wilayah kavling yang dipetakan berada di angka 20 km2. . Pemetaan kali ini memiliki durasi sekitar 22 hari tehitung dari 30 Juni hingga 22 Juli 2025. Selama 22 hari tersebut saya dan anggota kelompok saya menginap di rumah seorang warga di desa Wukirsari. Jarak dari penginapan ke kavling saya sekitar 18 km jika ditempuh melalui jalan yang normal atau jalan aspal, jarak tersebutlah yang harus saya tempuh setiap paginya ketika saya hendak memulai aktivitas pengambilan data lapangan atau pemetaan. Aktivitas pengambilan data tersebut biasanya berlangsung selama 9 jam perharinya dengan mayoritasnya ditempuh dengan berjalan kaki. Setelah aktivitas mapping tersebut selesai kami biasanya menyempatkan waktu untuk mengobrol baik dengan warga desa maupun berkunjung ke rumah atau penginapan kelompok lain. Hari ditutup dengan pencatatan data lapangan yang didapat dan berdiskusi dengan anggota kelompok saya mengenai hal apa saja yang didapat, beserta mengatur strategi untuk keesokan harinya, strategi tersebut dapat berupa mengatur wilayah yang bertampalan atau sekedar mengkorelasi jalan utama yang sekiranya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, tak jarang kami sekelompok sering masak bersama guna mengisi waktu luang jika dirasa terdapat waktu lebih.
Penulis: Bella Natasha Dwina Hutapea
Pemetaan Geologi Mandiri tahun 2025 menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa Departemen Teknik Geologi untuk mengasah keterampilan kerja lapangan sekaligus memahami karakter geologi daerah secara langsung. Kegiatan ini saya lakukan di Zona Rembang, tepatnya di kavling 128 yang terletak di Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Lokasi ini berada pada bagian sayap utara suatu antiklin, dengan morfologi khas berupa kuesta, homoklin, dan hogback yang membentuk deretan bukit memanjang. Lanskapnya menampilkan perbedaan lereng yang mencolok antara sisi yang curam dan sisi yang landai, memberikan gambaran yang jelas tentang hubungan antara struktur geologi dan bentuk lahan. Medan seperti ini menjadi tantangan tersendiri, karena jalur lintasan lapangan harus menyesuaikan kemiringan bukit dan akses menuju singkapan batuan yang terkadang tersembunyi di antara vegetasi lebat.