
The Department of Geological Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada (UGM), organized a guest lecture entitled “Water Security from Volcanic Aquifers: A Groundwater Ridge-to-Reef Approach” on Wednesday, January 21, 2026. The event was held in a hybrid format, with onsite participation at Meeting Room 2.1 (2nd Floor), Department of Geological Engineering, FT UGM, and online via Zoom.
The lecture featured Alix Toulier, Ph.D., a hydrogeologist and researcher from the HydroSciences Laboratory, University of Montpellier, France, as the main speaker. The event attracted 30 onsite participants and 58 online participants, reflecting strong interest in groundwater and water security issues in tropical volcanic regions. Participants came from a wide range of backgrounds, including government institutions and research organizations such as the Center for Groundwater and Environmental Geology (PATGTL), BRIN, the Ministry of Public Works and Housing (PUPR), the Central Java Provincial Energy and Mineral Resources Office (ESDM), and the Groundwater Conservation Agency (BKAT). The audience also included representatives from PAAI (the Indonesian Groundwater Association), the NGO Jagasemesta, universities such as ITB, UNDIP, UB, and UNPAD, the private sector (AQUA Danone), as well as lecturers, undergraduate students, master’s students, and doctoral candidates from the Department of Geological Engineering at UGM.

Pemetaan Mandiri Geologi 2025 merupakan rangkaian akademis yang harus saya dan teman-teman lalui pada tahun ini guna menyelesaikan mata kuliah PG ( Pemetaan Geologi). Pemetaan ini memiliki tujuan yaitu pengambilan data lapangan secara langsung (sample batuan, foto dukumentasi, pengukuran struktur, pencatatan bentuk lahan/morofologi, dsb). Kavling saya berada di tampalan 3 wilayah yaitu pada Blora, Pati, dan Grobogan sehingga tepat pada 3 perbatasan daerah tersebut. Wilayah kavling yang dipetakan berada di angka 20 km2. . Pemetaan kali ini memiliki durasi sekitar 22 hari tehitung dari 30 Juni hingga 22 Juli 2025. Selama 22 hari tersebut saya dan anggota kelompok saya menginap di rumah seorang warga di desa Wukirsari. Jarak dari penginapan ke kavling saya sekitar 18 km jika ditempuh melalui jalan yang normal atau jalan aspal, jarak tersebutlah yang harus saya tempuh setiap paginya ketika saya hendak memulai aktivitas pengambilan data lapangan atau pemetaan. Aktivitas pengambilan data tersebut biasanya berlangsung selama 9 jam perharinya dengan mayoritasnya ditempuh dengan berjalan kaki. Setelah aktivitas mapping tersebut selesai kami biasanya menyempatkan waktu untuk mengobrol baik dengan warga desa maupun berkunjung ke rumah atau penginapan kelompok lain. Hari ditutup dengan pencatatan data lapangan yang didapat dan berdiskusi dengan anggota kelompok saya mengenai hal apa saja yang didapat, beserta mengatur strategi untuk keesokan harinya, strategi tersebut dapat berupa mengatur wilayah yang bertampalan atau sekedar mengkorelasi jalan utama yang sekiranya dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua, tak jarang kami sekelompok sering masak bersama guna mengisi waktu luang jika dirasa terdapat waktu lebih.