
Pertumbuhan populasi dan perkembangan ekonomi global terus meningkatkan permintaan energi listrik setiap tahunnya. Kabupaten Magelang, sebagai salah satu wilayah dengan populasi yang terus meningkat, menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan energi listrik yang ramah lingkungan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), emisi gas rumah kaca (GRK) di wilayah ini mencapai 63.516 ton CO2 ekuivalen. Untuk mengatasi tantangan ini, pengembangan sumber energi terbarukan seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi solusi strategis.





