Tim Gamatigris Juara 2 Lomba QI Online Challenge Student Competition 2020

Tim Gamatigris UGM meraih Juara 2 dalam perlombaan QI Online Challenge Student Competition 2020.  Tim tersebut beranggotakan Handika Lazuardi (Departemen Teknik Geologi, FT UGM), M. Joko Tri Prasetyo (Departemen Geofisika, FMIPA UGM), dan Nur Indah Setyawati (Departemen Geofisika FMIPA UGM). QI Online Challenge merupakan perlombaan yang dilaksanakan oleh Indonesian Brain Gain (IBG) Geoscience Forum. Perlombaan tersebut dilaksanakan secara daring dalam dua tahap. Tahap seleksi awal dilaksanakan dari tanggal 16 September hingga 26 September 2020. Tahap kedua yang dilaksanakan pada 22-25 Oktober 2020.

Tahap final perlombaan menjaring 28 tim yang lolos se-Indonesia, 2 tim UGM lolos pada babak ini. Setelah memasuki tahap final, para peserta yang telah lolos diberikan pelatihan software Hampson Russell selama 3 hari yaitu pada tanggal 12, 15 dan 16 Oktober 2020. Pelatihan ini dilakukan untuk mempersiapkan para peserta agar dapat melakukan pengolahan data dari software Hampson Russell.

“Saya terkesan dengan pelatihan tersebut, karena biasanya lisensi software serupa harganya sangat mahal, namun pada perlombaan tersebut diberikan pelatihan secara gratis,” terang Handika ketika ditanya mengenai kesannya saat mengikuti perlombaan.

Tahap final perlombaan dilakukan pada tanggal 22-25 Oktober 2020 yang terdiri atas pengolahan data pada tanggal 22-23 Oktober 2020 dan presentasi pada tanggal 24-25 Oktober 2020. Kepiawaian tim Gamatigris dalam pengolahan data yang memiliki beberapa tantangan mampu membuat juri terkesan dan memberikan gelar peringkat 2 bagi tim Gamatigris.

Radhi Muammar selaku Chairman of QI Online Challenge Student Competition menyatakan “On behalf of the QI Online Challenge Student Competition 2020 committees, I would like to congratulate Gamatigris team of Universitas Gadjah Mada (M. Joko Tri Prasetyo, Nur Indah Setyawati, and Handika Lazuardi) for being the 2nd winner in this national-scale earth sciences student competition. The competition itself was attended by 28 teams from 9 universities in Indonesia”.

“It was a long, tiring, and challenging competition, where the participants were given only 50 hours (including sleep) to work on a large geophysical and geological dataset while also preparing the industry-standard presentation material. Despite all these difficulties and time limitation, Gamatigris successfully stood up and became the 2nd winner of the competition. My best wishes are with Gamatigris team, in their present state and also for their future achievements,” imbuhnya kemudian.

Humas Departemen (Wita) | 27 Oktober 2020

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*