Tim Selokan Mataram, Kolaborasi Mahasiswa Teknik Geologi dan Teknik Mesin, Kembali Raih Juara 2 Geothermal Case Study Competition PETROLIDA 2026

Tim Selokan Mataram, yang beranggotakan mahasiswa Departemen Teknik Geologi yaitu Jihan Fathin Salsabila (Teknik Geologi – 2023), Lailum Lutvi Sahrudin (Teknik Geologi – 2024), dan Departemen Teknik Mesin yaitu Abdi Yuridan Arsya Teknik Mesin – 2023), dan Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin – 2023) di bawah bimbingan Dr. Ir. Kartika Palupi Savitri, S.T., M.Sc, berhasil membawa gelar Juara 2 pada Geothermal Case Study Competition PETROLIDA 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers Institut Teknologi Sepuluh Nopember Student Chapter.

Geothermal Case Study Competition PETROLIDA 2026 merupakan kompetisi internasional di bidang panas bumi yang menjadi bagian dari rangkaian Petroleum Integrated Days (PETROLIDA) 2026 yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers Institut Teknologi Sepuluh Nopember Student Chapter. Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas untuk menyusun solusi pengembangan lapangan panas bumi berdasarkan studi kasus yang menyerupai kondisi nyata di industri geothermal.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menganalisis berbagai aspek secara terintegrasi, mulai dari geologi, geokimia, geofisika, reservoir, perancangan fasilitas produksi, hingga evaluasi keekonomian proyek. Selain menyusun laporan teknis, peserta juga mempresentasikan hasil studi mereka secara langsung di hadapan praktisi dan profesional industri panas bumi.

Melalui kompetisi ini, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik dan teknis, tetapi juga kemampuan problem solving, komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin ilmu dalam menyelesaikan tantangan pengembangan energi terbarukan secara komprehensif.

Tim Selokan Mataram mengajukan rancangan Field Development Plan menyeluruh untuk Lapangan Panas Bumi Hipotetikal “THETA” di Sulawesi Tengah dengan mengusung tema “Optimizing Geothermal Technology for Clean Energy”. Dalam studi ini, tim mengevaluasi sistem panas bumi non-vulkanik yang dikontrol oleh pergerakan sesar dengan tantangan utama berupa permeabilitas alami yang rendah pada formasi batuan metamorf, sementara sumber panas sistem berasal dari intrusi granit.

Berdasarkan analisis geosains, tim merancang strategi rekayasa permeabilitas menggunakan metode hydroshearing untuk mereaktivasi jaringan retakan alami agar fluida panas bumi bersuhu 160–210°C dapat mengalir secara optimal menuju sumur produksi. Solusi bawah permukaan tersebut kemudian diintegrasikan dengan rancangan fasilitas permukaan yang berfokus pada optimasi termodinamika sistem pembangkit guna meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, tim juga menetapkan parameter suhu buang secara presisi untuk memitigasi risiko silica scaling yang dapat menyebabkan penyumbatan pipa dan menurunkan keandalan operasi pembangkit.

Proyek ini dirancang menggunakan pendekatan phased development yang dimulai melalui pembangunan pilot plant berkapasitas 15 MWe sebelum dikembangkan hingga kapasitas komersial sebesar 85 MWe. Strategi tersebut bertujuan untuk memvalidasi performa reservoir pada tahap awal eksplorasi sehingga mampu meminimalkan risiko investasi proyek. Seluruh parameter teknis kemudian diintegrasikan ke dalam analisis keekonomian yang komprehensif guna memastikan proyek tetap layak secara finansial, bankable, dan kompetitif bagi pengembang. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan perspektif geosains dan sistem energi ini diharapkan mampu menjadi solusi pengembangan panas bumi non-vulkanik yang lebih optimal, berkelanjutan, dan mendukung target Net Zero Emission Indonesia.

“Mengikuti Geothermal Case Study Competition PETROLIDA 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi tim karena kami benar-benar merasakan bagaimana proses pengambilan keputusan dalam pengembangan proyek panas bumi dilakukan secara nyata dan multidisiplin. Selama kompetisi, kami belajar banyak mengenai bagaimana aspek geologi, reservoir, engineering, hingga ekonomi harus saling terintegrasi agar dapat menghasilkan rancangan pengembangan lapangan yang optimal dan realistis untuk diterapkan.

Selain mendapatkan pengalaman teknis, kompetisi ini juga melatih kemampuan kerja sama tim, komunikasi, dan manajemen waktu, terutama karena setiap anggota berasal dari latar belakang keilmuan yang berbeda. Diskusi dan proses penyusunan studi bersama menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus membuka wawasan baru mengenai tantangan industri geothermal di Indonesia.

Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan berkontribusi dalam pengembangan energi baru terbarukan, khususnya panas bumi. Selain itu, kami juga berharap semakin banyak mahasiswa yang tertarik untuk terlibat dalam riset dan inovasi di bidang energi bersih guna mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih berkelanjutan.” Ungkap Tim Selokan Mataram. (Sumber: Tim Selokan Mataram)

 

Humas Departemen | Mei 2026