Penulis: Sava Nabila Kusuma Putri
Pemetaan geologi merupakan kegiatan pengambilan data lapangan yang mencakup aspek litologi, geomorfologi, dan struktur geologi dengan tujuan dapat memahami kondisi geologi wilayah tersebut. Pemetaan dilakukan pada kavling berukuran 4 × 5 kilometer dengan skala 1:25000. Lokasi pemetaan berada di Desa Pakis dan sekitarnya, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah. Daerah pemetaan masuk ke dalam Zona Rembang.
Kegiatan pemetaan diawali dengan analisis penginderaan jauh menggunakan citra satelit dan studi literatur. Data citra satelit yang digunakan berupa data DEM (Digital Elevation Model). Dari tahapan ini akan diketahui kondisi morfologi dan struktur yang menyusun wilayah pemetaan. Hal tersebut akan membantu pengamatan di lapangan. Tahap kedua adalah pengambilan data lapangan. Data yang diambil berupa jenis dan deskripsi litologi serta struktur geologi yang menyusun daerah pengamatan. Pengambilan sampel juga dilakukan pada beberapa titik STA (Stasiun Titik Amat) yang representatif. Tahap selanjutnya adalah analisis laboratorium menggunakan sampel batuan yang telah diambil di lapangan. Analisis yang dilakukan berupa analisis petrografi dan paleontologi. Analisis petrografi dilakukan untuk mengetahui jenis litologi sedangkan analisis paleontologi untuk penentuan umur relatif. Tahap terakhir merupakan interpretasi kondisi dan sejarah geologi. Data-data yang telah didapatkan akan direkonstruksi untuk diketahui proses-proses geologi yang terjadi di wilayah pemetaan.
Zona Rembang yang terletak di bagian utara Pulau Jawa tersusun atas Perbukitan Antiklinorium dengan sumbu yang memanjang searah barat-timur. Pada bagian utara, terdapat Gunung Lasem yang merupakan gunungapi purba berumur kuarter. Produk yang dihasilkan dari proses magmatisme bukan hanya aliran lava dan volkaniklastik namun juga berupa intrusi. Intrusi ini menerobos pada sumbu kelurusan Antiklin Brama. Aktivitas magmatisme ini terjadi setelah pembentukan antiklinorium dilihat dari pola perlipatan di sekitarnya yang tidak mengalami pembelokan atau perubahan.

Pada intrusi, terlihat adanya struktur kekar non-tektonik berupa sheeting joint yang menjadi bukti bahwa magma membeku secara cepat karena batuan samping yang bersuhu rendah. Intrusi yang memiliki litologi berupa mikrodiorit menerobos antiklin pada Formasi Ngrayong yang dimana merupakan formasi dengan umur tua. Formasi Ngrayong tersusun atas perselingan antara batugamping, batupasir, dan batulempung. Di atas Formasi Ngrayong terdapat Formasi Bulu yang tersusun atas batugamping berupa Rudstone. Formasi termuda ditempati oleh Formasi Ledok yang dibagi menjadi dua satuan litologi yaitu batupasir dan batupasir karbonatan.



Pada daerah pemetaan terdapat beberapa pembukaan tambang pada Formasi Ngrayong. Hal tersebut merupakan salah satu potensi yang dapat dikembangkan melalui pemetaan geologi. Selain itu, keberadaan intrusi pada antiklinorium yang dipetakan juga akan membantu potensi positif dan negatif terhadap hidrokarbon.
