Penulis: Evandhika Agna Maulana
Kegiatan pemetaan geologi permukaan di Kecamatan Bulu dan Blora, Kabupaten Blora, serta sebagian wilayah Kabupaten Rembang menjadi salah satu pengalaman lapangan yang paling berkesan selama perkuliahan. Selama beberapa hari berada di lapangan, kami berkeliling dari satu titik singkapan ke titik lain, melewati jalan desa, persawahan, hingga perbukitan. Tujuan utama kegiatan ini adalah melatih kemampuan kami dalam mengamati kondisi geologi di permukaan, mengenali jenis batuan, mencatat struktur geologi, dan memetakan sebarannya.
Kecamatan Bulu dan Blora berada di kawasan yang secara geologi termasuk ke dalam Zona Rembang. Wilayah ini kaya akan batuan sedimen, mulai dari batugamping terumbu yang keras dan berwarna putih kekuningan, napal berwarna abu-abu, hingga batupasir yang relatif lunak. Melihat singkapan batuan di lapangan memberikan kesan yang jauh berbeda dibanding hanya melihat gambar di buku. Misalnya, saat menemukan batugamping terumbu Formasi Bulu, kami bisa langsung melihat fragmen koral dan cangkang moluska yang masih terawetkan, bukti bahwa daerah ini dulunya merupakan lingkungan laut dangkal jutaan tahun lalu.
Proses pemetaan dimulai dengan menentukan titik pengamatan menggunakan peta dasar dan Avenza Maps. Setiap titik kami datangi dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor, tergantung aksesnya. Di lapangan, kami mencatat ciri fisik batuan seperti warna, kekompakan, ukuran butir, dan kandungan mineral. Kami juga melakukan pengukuran jurus dan kemiringan lapisan menggunakan kompas geologi. Di beberapa lokasi, kami menemukan struktur lipatan dan kekar yang menarik, yang kemudian menjadi bahan diskusi panjang di kelompok kami untuk menafsirkan proses tektoniknya.
Selain belajar mengamati batuan, kegiatan ini juga mengasah kemampuan kami bekerja sama di lapangan. Beberapa titik pengamatan cukup sulit dijangkau, seperti singkapan di tebing terjal atau di dasar sungai yang licin. Dibutuhkan kerja tim untuk memastikan semua data tercatat dengan baik dan semua anggota tetap aman. Tak jarang, perjalanan menuju lokasi singkapan disertai cerita lucu, seperti harus menuntun motor melewati pematang sawah atau tersesat di jalan desa yang bercabang.
Dari kegiatan ini, banyak hal yang kami dapatkan selain data geologi. Kami belajar bagaimana membaca bentang alam untuk memperkirakan litologi yang akan dijumpai, bagaimana memadukan pengamatan lapangan dengan peta, dan bagaimana menginterpretasikan proses geologi dari data yang terkumpul. Yang paling terasa adalah meningkatnya rasa percaya diri dalam mengamati dan menganalisis kondisi geologi di lapangan, sesuatu yang tidak bisa diperoleh hanya dari teori di kelas.
Pemetaan geologi di Kecamatan Bulu dan Blora bukan hanya soal memenuhi tugas perkuliahan, tapi juga kesempatan untuk melihat langsung jejak sejarah bumi yang tersimpan di batuan, belajar menghadapi tantangan medan, dan merasakan kebersamaan selama bekerja di lapangan. Pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk kami, baik sebagai calon geolog maupun sebagai pribadi yang lebih peka terhadap lingkungan dan proses alam di sekitar kita.
Humas Departemen | Oktober 2025