Pelaksanaan GeoFirst 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026 menjadi salah satu momen yang tidak hanya memperkenalkan mahasiswa Teknik Geologi Angkatan 2026 kepada lingkungan Departemen Teknik Geologi FT UGM, tetapi juga memberikan pelajaran berharga bagi seluruh panitia tentang arti koordinasi, kesiapan, dan kemampuan beradaptasi. Dengan mengusung tema “Passing the Geological Legacy: Building Character, Creating Impact”, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Angkatan 2026 untuk mengenal lebih dekat dunia Teknik Geologi sekaligus HMTG FT UGM.
Namun, seperti halnya proses geologi yang tidak selalu berjalan lurus, pelaksanaan acara pun ternyata memiliki “lapisan-lapisan” kejutan tersendiri. Sejak awal acara, beberapa bagian rundown harus mengalami keterlambatan karena adanya kendala teknis, terutama pada speaker dan microphone. Alhasil, waktu mulai beberapa kegiatan harus sedikit bergeser dari rencana yang telah disusun. Belum sempat benar-benar menarik napas lega, susunan acara pun kembali perlu disesuaikan demi kenyamanan dosen dan kelancaran kegiatan.
Bagi panitia, kondisi tersebut tentu sempat membuat panik. Rundown yang sebelumnya sudah disusun dan dipikirkan sedemikian rupa harus kembali disesuaikan dengan keadaan di lapangan. Beberapa susunan acara berubah, waktu yang sudah diperhitungkan harus kembali diatur, dan setiap orang harus bisa langsung mengikuti perubahan yang ada. Namun, di tengah kondisi tersebut, kerja sama panitia justru berjalan dengan sangat baik. Pemandu, korlap, tim acara, dan teman-teman panitia lainnya dapat dengan sigap mengikuti rundown baru dan saling berkoordinasi agar acara tetap berjalan. Salah satu hal yang paling membuat panitia khawatir adalah waktu selesai acara. Dengan adanya keterlambatan di awal, muncul kekhawatiran bahwa rangkaian acara akan selesai lebih dari waktu yang sudah direncanakan, yaitu pukul 16.00. Terlebih, masih ada agenda keliling laboratorium Departemen Teknik Geologi yang membutuhkan waktu cukup panjang. Kalau mengikuti hitung-hitungan awal, rasanya waktu yang tersedia sudah semakin mepet.

Namun, ternyata kekhawatiran tersebut tidak benar-benar terjadi.
Dengan koordinasi yang baik antara pemandu, korlap, dan tim acara, kegiatan keliling laboratorium dapat dilakukan dengan lebih cepat dari yang diperkirakan. Setiap kelompok dapat diarahkan dengan baik dan proses perpindahan antar laboratorium berjalan cukup lancar. Waktu yang sebelumnya sempat terbuang karena keterlambatan di awal akhirnya dapat dikejar kembali.
Kegiatan Geofirst sendiri menjadi bagian dari kegiatan INFO DAY yaitu pengenalan kampus kepada mahasiswa baru angkatan 2026. Pada kegiatan tersebut, mahasiswa baru mendapat penjelasan terkait kegiatan akademik dan kemahasiswaan. Melalui kegiatan ini, Himpunan dan Organisasi memperkenalkan kegiatan dan organisasi apa saja yang ada di Teknik Geologi UGM, antara lain HMTG, MAGMAGAMA, PERHIMAGI, AAPG, SEG, SM-IAGI, DEM, SRE, dan Desa Binaan.

Setelah rangkaian utama selesai, suasana pun mulai berubah menjadi lebih santai. Sampai pukul 16.30, Pak Hendy selaku perwakilan dari Departemen memberikan izin kepada Pansergeo untuk merayakan momen dilantiknya Angkatan 2026 sebagai anggota HMTG. Setelah sejak pagi disibukkan dengan berbagai rangkaian acara, perubahan rundown, kendala teknis, dan kejar-kejaran waktu, akhirnya momen tersebut menjadi salah satu bagian yang cukup menyenangkan untuk menutup kegiatan.

Bagi kami, pelaksanaan GeoFirst 2026 tentu masih memiliki beberapa hal yang perlu dievaluasi. Kendala teknis di awal, perubahan susunan acara, hingga penyesuaian waktu menjadi catatan yang akan kami bawa untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya. Evaluasi akan kami lakukan untuk melihat apa yang sudah berjalan dengan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki. Evaluasi tersebut juga akan terus dilakukan dan disesuaikan dengan kondisi serta eranya, karena setiap kegiatan pasti memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda.
Pada akhirnya, GeoFirst 2026 dapat berjalan sampai selesai berkat kerja sama dan koordinasi dari seluruh pihak yang terlibat. Tidak semua hal berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, tetapi justru dari situ banyak hal yang bisa dipelajari. Mulai dari bagaimana menghadapi kendala teknis, menyesuaikan rundown, sampai bagaimana tetap bekerja sama ketika waktu mulai semakin terbatas. Semua itu menjadi bagian dari cerita GeoFirst 2026 yang nantinya bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran untuk kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Penulis: Aulia Faraj Husna Areta
Editor: Humas Departemen