
Sekilas, Kaveling 96 mungkin bukan tempat yang akan langsung menarik perhatian. Bentang perbukitan, lembah, vegetasi, dan jalan-jalan kecil di Kecamatan Tambak dan sekitarnya, pada wilayah perbatasan Kebumen dan Banyumas, Jawa Tengah, terlihat begitu biasa. Tidak banyak singkapan besar, tidak banyak pula hal yang secara kasatmata tampak istimewa. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan cerita geologi yang jauh lebih tua dari keberadaan manusia. Jutaan tahun lalu, wilayah ini pernah menjadi bagian dari lingkungan laut. Sedimen dan material vulkanik diendapkan, mengalami litifikasi dan deformasi tektonik, hingga akhirnya terangkat menjadi daratan.
Menelusurinya pun tidak selalu mudah. Singkapan yang dicari terkadang tersembunyi di balik vegetasi, bahkan tidak jarang perjalanan panjang berakhir tanpa banyak temuan. Namun, dari sedikit yang tersingkap, kami mencoba membaca cerita yang ditinggalkan bumi. Litologi, kedudukan lapisan, struktur, bentuklahan, hingga pola aliran sungai menjadi potongan kecil yang kemudian dirangkai menjadi gambaran geologi Kaveling 96.
Setiap perjalanan akhirnya menjadi bagian dari proses belajar. Tidak hanya tentang bagaimana mengenali batuan atau mengukur struktur, tetapi juga tentang bagaimana tetap membaca suatu wilayah ketika informasi yang tersedia sangat terbatas. Ada kalanya data ditemukan dengan mudah, ada pula saat ketika kami harus berjalan lebih jauh hanya untuk menemukan sedikit bagian batuan yang dapat diamati. Dari situlah kami belajar bahwa dalam geologi, kesabaran dan ketelitian sering kali sama pentingnya dengan apa yang kita temukan di lapangan.
Data tersebut nantinya akan diolah menjadi peta geomorfologi, peta geologi, dan berbagai peta pendukung lainnya. Pada akhirnya, pemetaan geologi ini mengajarkan bahwa menarik atau tidaknya sebuah tempat tidak selalu ditentukan oleh apa yang terlihat di permukaan. Di balik bentang yang sederhana, selalu ada proses panjang yang pernah berlangsung. Kami hanya datang untuk membaca sebagian kecil dari cerita itu, lalu meninggalkan jejak kami sendiri melalui setiap data yang berhasil dikumpulkan.
Penulis: Mazaya Amalina Zahrani Umam
Humas Departemen | Oktober 2026