Pemetaan mandiri merupakan kegiatan akademik yang harus dilalui oleh mahasiswa program studi Teknik Geologi UGM. Pemetaan kali ini berlokasi di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo khususnya di Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara dan Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo Jawa Tengah yang di batasi langsung oleh Sungai Tulis. Daerah ini dipilih karena merupakan salah satu bagian dari Antiklinorium Serayu Utara.
Hasil dari pemetaan geologi di daerah ini terdapat fitur geologi dengan satuan morfologi berupa perbukitan struktural Sukoharjo, lembah antiklin Garunglor, punggungan aliran piroklastik Gunungtugel dan Dataran Banjir Jebengplampitan. Terdapat pula struktur geologi berupa struktur antiklin dan juga sesar-sesar turun yang membentuk perbukitan timur laut – barat daya. Stratigrafi lokal menunjukkan adanya empat satuan utama litologi yaitu perselingan napal karbonatan-batupasir, Agglomerat, dan Batugamping terumbu.
Berdasarkan hasil pemetaan geologi, wilayah Sukoharjo dan sekitarnya memiliki tingkat kerawanan tanah longsor yang sangat tinggi. Kondisi ini dipicu oleh dominasi batuan induk berupa batu lempung yang bersifat labil dan mudah tererosi, sehingga berpotensi memicu pergerakan tanah secara mendadak. Tingginya risiko tersebut diperkuat oleh ditemukannya jejak mahkota longsor di beberapa titik jalan utama, serta bekas longsoran baru di sepanjang tebing dan perbukitan kawasan tersebut.
Selain ancaman tanah longsor, analisis sistem drainase dan observasi lapangan mengindikasikan bahwa wilayah ini juga berpotensi mengalami banjir bandang. Potensi tersebut dibuktikan oleh keberadaan material bongkah batuan berukuran masif di sepanjang aliran Sungai Tulis dan Sungai Salak. Berdasarkan informasi warga setempat, debit dan kecepatan arus pada kedua sungai tersebut selalu mengalami peningkatan yang signifikan saat musim penghujan.

Dengan meninjau kondisi geologi dan potensi bencana alam secara menyeluruh, pemetaan geologi ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya mitigasi bencana di wilayah Sukoharjo dan sekitarnya. Hasil pemetaan ini juga diharapkan mampu menjadi dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan terkait pengembangan wilayah yang lebih aman, sehingga pada akhirnya dapat memberikan manfaat nyata bagi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Penulis: Naufal Ahmad Shafiq
Humas Departemen | Oktober 2026