Menelusuri Formasi Halang dan Peniron di Desa Tirtomoyo dan sekitarnya, Kabupaten Kebumen

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 menjadi salah satu tahapan penting bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada untuk mengasah kemampuan observasi lapangan sekaligus menguji pemahaman teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Pada kesempatan kali ini, kegiatan pemetaan dilaksanakan di kavling yang mencakup Desa Tirtomoyo dan sekitarnya, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Selama proses pemetaan, kegiatan yang dilakukan meliputi pengamatan singkapan batuan, pengukuran data struktur geologi, pengambilan sampel, hingga penelusuran morfologi untuk merekonstruksi sejarah geologi daerah tersebut secara sistematis.

Secara stratigrafi, kavling pemetaan ini menyingkap dua satuan formasi, yaitu Formasi Halang dan Formasi Peniron. Pada Formasi Halang, litologi yang dijumpai berupa batupasir, batupasir karbonat, dan tuf, yang mengindikasikan pengendapan pada lingkungan laut dengan pengaruh aktivitas vulkanik yang cukup signifikan pada masanya. Sementara itu, Formasi Peniron dicirikan oleh keberadaan breksi, yang umumnya diasosiasikan dengan produk vulkanik. Selain aspek litologi, di kavling ini juga dijumpai struktur geologi berupa sesar dan lipatan antiklin, yang mengindikasikan bahwa daerah tersebut pernah mengalami beberapa kali setting tektonik.

Temuan-temuan tersebut tidak hanya bernilai akademis, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pemahaman kondisi geologi lokal secara lebih luas. Data mengenai persebaran litologi, kontak formasi, serta struktur dapat menjadi masukan bagi pemetaan geologi regional, termasuk dalam konteks potensi sumber daya geologi maupun mitigasi bencana di wilayah Kecamatan Poncowarno. Pemahaman terhadap karakteristik batuan seperti breksi dan batupasir karbonat, misalnya, dapat menjadi acuan awal dalam menilai kestabilan lereng maupun potensi bahan galian di kavling tersebut, sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan pemangku kepentingan setempat.

Lebih jauh, kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri ini turut selaras dengan sejumlah poin dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kompetensi mahasiswa di bidang kebumian, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) melalui pemahaman yang lebih baik terhadap kondisi geologi dan lingkungan darat di daerah penelitian. Dengan demikian, kegiatan pemetaan mandiri ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran individu, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu kebumian dan keberlanjutan lingkungan di daerah Desa Tirtomoyo dan sekitarnya.

Penulis: Lailum Lutvi Sahrudin

 

Humas Departemen | Oktober 2026