Kuliah Lapangan Geologi merupakan agenda wajib bagi mahasiswa Teknik Geologi pada akhir semester 4 sebagai sarana untuk menerapkan ilmu dan keterampilan geologi yang telah diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan ini terdiri atas Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri. Pada kesempatan ini, pembahasan difokuskan pada Pemetaan Geologi Mandiri 2026 yang dilaksanakan di Desa Kaliwungu dan sekitarnya, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Pemetaan ini bertujuan untuk memperoleh informasi geologi daerah penelitian secara detail, meliputi litologi, struktur geologi, dan geomorfologi. Sebelum kegiatan lapangan dilakukan, tahap persiapan meliputi interpretasi data sekunder berupa citra Digital Elevation Model (DEM), peta geologi regional, dan citra Google Earth sebagai acuan awal untuk memahami kondisi daerah serta menentukan lokasi pengamatan, sehingga kegiatan pemetaan di lapangan dapat dilakukan secara lebih terarah dan sistematis.
Kulon Progo, sebuah kabupaten yang berada tepat di sisi barat Yogyakarta, kerap dikenali lewat keindahan Pegunungan Menoreh dan hamparan sawah asrinya. Kesan tenang sejuk ini ternyata menyimpan cerita jauh lebih tua dari yang terlihat di permukaan, sebab lapisan demi lapisan batuan di wilayah ini merekam perjalanan waktu sejak Kala Eosen hingga Miosen Akhir.
Di tanah ini, tahun kedua perkuliahan kami banyak mengukir cerita. Membekas di sudut hati kami, Kelompok A08. Di tanah ini pula, kami belajar cara membaca babak besar sejarah geologi yang tersusun rapi bagai lembaran buku yang saling menyambung. Secara fisiografis, wilayah kavling kami termasuk dalam Zona Serayu Selatan bagian timur. Tepatnya dikenal sebagai Oblong Dome atau Kubah Oblong Kulon Progo. Kubah ini terbentuk sebagai hasil pengangkatan tektonik yang menyingkap batuan berumur tua di bagian tengahnya, sehingga morfologinya melingkar. Pada kavling saya, tersingkap batuan berumur paling tua, yakni Formasi Nanggulan.
Bagi Aldi Setiawan, perjalanan menjadi seorang geologis bukan sekadar tentang memahami teori dan menguasai berbagai konsep kebumian. Lebih dari itu, geologi mengajarkannya untuk berpikir kritis, bekerja sama, beradaptasi, serta mengambil keputusan berdasarkan data. Mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan 2022 asal Kota Probolinggo, Jawa Timur, tersebut kini menutup perjalanan akademiknya dengan sebuah pencapaian membanggakan sebagai Wisudawan Terbaik.
Perkenalan Aldi dengan dunia geologi sebenarnya telah dimulai sejak duduk di bangku SMA. Saat itu, ia mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) Geografi. Salah satu materi yang dipelajari dalam kompetisi tersebut adalah geologi. Dari sanalah tumbuh ketertarikannya terhadap proses-proses pembentukan bumi dan bagaimana kondisi bawah permukaan dapat dipahami melalui ilmu geologi.
Sebagai rangkaian acara penyambutan mahasiswa baru, pada tanggal 3 Agustus 2026 yang lalu, Departemen Teknik Geologi UGM menyambut para Orangtua/Wali Mahasiswa Baru Tahun 2026. Acara tersebut diselenggarakan di Departemen masing-masing, termasuk Departemen Teknik Geologi.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua dan Sekretaris Departemen, Ketua dan Sekretaris Program Studi Sarjana, Perwakilan Dosen, dan KoUr Departemen.

Pada sambutannya, Ketua Departemen menyampaikan selamat datang kepada pada orangtua/wali mahasiswa. Dalam acara tersebut, Pengurus Departemen menyampaikan secara umum terkait perkuliahan yang akan ditempuh oleh para mahasiswa baru. Pengurus Departemen juga menjelaskan terkait fasilitas yang ada di Departemen, antara lain fasilitas Laboratorium Stasiun Lapangan Geologi Prof. Soeroso Notohadiprawiro yang ada di Bayat, Laboratorium Geologi Dinamik, Laboratorium Geologi Optik, Laboratorium Bahan Galian, Laboratorium Paleontologi, Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Laboratorium Sedimentologi, Laboratorium Geokimia, Laboratorium Geologi Tata Lingkungan, Laboratorium Pusat Geologi, dan Laboratorium Terpadu GetIn-CICERO.
Kamis, 13 Agustus 2026, Departemen Teknik Geologi UGM perdana menyelenggarakan Workshop Akademik dan Kemahasiswaan bagi Mahasiswa Prodi Sarjana Angkatan 2020 – 2025.
Workshop tersebut diawali oleh sambutan dari Prof. Wahyu Wilopo selaku Ketua Departemen. Dalam sambutannya, Prof. Wahyu Wilopo menyampaikan bahwa peningkatan soft skill merupakan hal yang penting selain akademik dan keduanya harusnya seimbang. “Komunikasi yang bagus mendukung ketika mahasiswa akan Kerja Praktik. Harapannya workshop ini akan menjadi tambahan ilmu bagi calon-calon geologis.” ungkap Prof. Wahyu Wilopo.
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/energi-nasional-hadapi-tantangan-besar-pakar-ugm-diajak-buat-terobosan/
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan Universitas Gadjah Mada memiliki banyak pakar dan peneliti lintas multidisiplin yang diharapkan bisa mendukung program pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan sektor energi nasional. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM dengan pimpinan dan sivitas akademika UGM, Senin (10/8). Pertemuan tersebut mempertemukan juga dengan sejumlah para pakar dari bidang teknik nuklir, geologi, dan geofisika hingga peneliti di bidang ilmu ekonomi, hukum, dan sosial.
Transisi energi menjadi agenda global yang diusung oleh berbagai negara sebagai bagian dari upaya menekan emisi karbon dan mencapai kondisi net zero. Pelaksanaan agenda tersebut didukung oleh sejumlah landasan hukum, salah satunya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 yang selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Keberhasilan transisi energi juga tidak terlepas dari ketersediaan sumber daya mineral dan bahan baku yang dibutuhkan dalam pengembangan industri energi.
Kehadiran Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk aspek pendidikan. Dalam dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi, teknologi AI kini dimanfaatkan untuk beragam keperluan akademik, mulai dari pencarian referensi, perumusan ide riset, hingga mendukung proses pembelajaran dan penelitian. Adapun Universitas Gadjah Mada terus memperkuat ekosistem AI di lingkungan kampus lewat pengembangan riset dan kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
Granit radiogenik

- Peluruhan radioaktif (U, Th, K) pada granit menghasilkan panas.
- Batuan sedimen dengan permeabilitas rendah memperlambat pelepasan panas ke permukaan.
- Hot Sedimentary Aquifer (HSA) menyimpan dan menyalurkan fluida panas bumi.
Ekstensi dan Penipisan Kerak


Lailum Lutvi Sahrudin atau kerap disapa Lutvi (Geo-24) memiliki ketertarikan pada bidang geothermal karena melihat prospek energi panas bumi yang sangat besar di Indonesia. Menurutnya, tren transisi energi menuju energi bersih akan terus berkembang sebab geotermal adalah energi yang bisa menghasilkan emisi karbon sangat rendah, bahkan hampir tidak ada.
Ketertarikan terhadap geothermal ini mendorong Lutvi bersama tim yang terdiri dari dua mahasiswa teknik geologi dan dua mahasiswa teknik mesin untuk berpartisipasi dan menjuarai berbagai kompetisi pada bidang geothermal, yakni First Runner Up IPFEST ITB 2026, Champion OGIP UPNYK 2026 hingga First Runner Up Petrolida ITS 2026.