Pos oleh :

maya.kristine

Tracing Magma and Ancient Seas in the Kulon Progo Mountains

Unveiling Geological History through Mapping

The Kulon Progo Mountains constitute an area within the Special Region of Yogyakarta characterized by diverse geology and fascinating landscapes. The hills found here are not merely the product of erosion and weathering but are the result of a series of geological processes spanning millions of years. The variety of rock formations exposed in Kulon Progo offers an opportunity to understand how the region’s geological environment has evolved over time. The presence of volcanic rocks, andesite intrusions, and carbonate rocks serves as evidence that the area once experienced magmatic and volcanic activity before transitioning into a shallow marine environment. read more

Rekaman Bumi dari Miosen hingga Holosen: Sejarah Geologi dan Potensi Sumber Daya Kawasan Singorojo, Kabupaten Kendal

Kendal mungkin lebih sering dikenal melalui hamparan sawah, perbukitan, dan jalan-jalan yang menghubungkan bagian utara hingga selatan Jawa Tengah. Namun, di balik bentang alam yang terlihat sederhana tersebut, tersimpan perjalanan geologi yang berlangsung selama jutaan tahun. Setiap perbukitan, lembah, dan singkapan batuan menjadi bagian dari cerita panjang yang membentuk wilayah ini hingga seperti sekarang.  Secara fisiografis, daerah pemetaan saya berada di Zona Serayu Utara. Wilayah Sukodadi dan sekitarnya sendiri memiliki bentang alam yang cukup beragam, mulai dari perbukitan hingga daerah dengan kemiringan lereng yang cukup terjal. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang paling terasa selama perjalanan pemetaan. Naik turun lereng, menyusuri jalan kecil, hingga mengikuti alur sungai membuat saya perlahan memahami bahwa bentuk permukaan bumi yang saya lihat ternyata memiliki hubungan erat dengan kondisi batuan dan struktur geologi di bawahnya. Penelitian di daerah ini menunjukkan adanya morfologi vulkanik dan fluvial dengan pola pengaliran subdendritik, yang memperlihatkan bagaimana proses geologi dan erosi bersama-sama membentuk bentang alam daerah ini. read more

Tiga Minggu, Ribuan Langkah, dan Jutaan Cerita

Sekilas, Kaveling 96 mungkin bukan tempat yang akan langsung menarik perhatian. Bentang perbukitan, lembah, vegetasi, dan jalan-jalan kecil di Kecamatan Tambak dan sekitarnya, pada wilayah perbatasan Kebumen dan Banyumas, Jawa Tengah, terlihat begitu biasa. Tidak banyak singkapan besar, tidak banyak pula hal yang secara kasatmata tampak istimewa. Namun, di balik kesederhanaannya, tersimpan cerita geologi yang jauh lebih tua dari keberadaan manusia. Jutaan tahun lalu, wilayah ini pernah menjadi bagian dari lingkungan laut. Sedimen dan material vulkanik diendapkan, mengalami litifikasi dan deformasi tektonik, hingga akhirnya terangkat menjadi daratan. read more

Mengungkap Potensi Geologi Banjarnegara Pemetaan Geologi, Struktur Tektonik, dan Potensi Geothermal

Kegiatan kuliah lapangan geologi di Banjarnegara merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menerapkan ilmu geologi secara langsung melalui aktivitas pemetaan pada masing-masing kavling. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi dan deskripsi singkapan, identifikasi litologi, pengukuran orientasi lapisan dan struktur geologi, pengamatan alterasi, serta pencatatan posisi setiap titik pengamatan. Di daerah Suwidak, dijumpai perselingan batulempung dan batupasir dengan struktur menghalus ke atas (fining upward) yang memiliki orientasi N245°E/66°. Data tersebut memberikan informasi mengenai proses sedimentasi serta deformasi yang dialami batuan setelah pengendapannya. Pemetaan juga dilakukan untuk mengetahui persebaran batuan dan struktur geologi sehingga dapat disusun gambaran kondisi geologi daerah penelitian secara lebih sistematis. read more

Pemetaan Geologi Mandiri 2026 : Membaca Jejak Bumi di Desa Panawaren, Gambaran, Lamuk dan Sekitarnya untuk Mengenali Potensi dan Risiko Wilayah

Pemetaan Geologi merupakan fondasi dasar bagi Mahasiswa Teknik Geologi agar dapat menjadi seorang Geologist. Pemetaan Geologi UGM 2026 dilaksanakan pada bulan juli 2026, penulis mendapatkan lokasi kavling/pemetaan pada daerah Desa Panawaren, Sawangan, Gambaran, dan sekitarnya, Kecamatan Sigaluh, Leksono, dan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dengan luas kavling sekitar 4 x 5 kilometer. Aktivitas Pemetaan Geologi dilaksanakan selama 15 hari.

Pemetaan mandiri dilaksanakan pada kavling yang telah diberikan, yakni kavling 50 bersama porter saya bernama Levin yang menemani perjalanan penulis selama pemetaan mandiri. Penulis bersama Levin menjelajahi daerah kavling, mendaki bukit, menuruni lembah, menyusuri sungai, serta melewati semak belukar dengan menggunakan motor vario KZR 125 kesayangan penulis dan berjalan kaki apabila tidak bisa diakses dengan menggunakan motor. Rekonaisans dilaksanakan pada hari ke-9 pemetaan mandiri bersama dosen pembimbing. Pada hari ke-15 pemetaan dilaksanakan aktivitas checking bersama dosen pembimbing untuk memastikan data dan menutup kegiatan pemetaan mandiri di daerah kavling. read more

Menyingkap Jejak Purba Kepil: Catatan Pemetaan Geologi Mandiri di Serayu Selatan

Memasuki semester ke-4 dalam bangku perkuliahan di Universitas Gadjah Mada memiliki tantangan tersendiri, terutama bagi kami di jurusan Teknik Geologi. Sebab, pada semester ini kami perlu menghadapi Kuliah Lapangan yang disebut-sebut sebagai titik terendahnya mahasiswa geologi. Kuliah Lapangan dibagi menjadi två pemetaan, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri. Untuk lokasi pemetaan mandiri dibagi secara perorangan dengan luas 4 × 5 km, dengan fokus persebaran pada Zona Serayu Selatan. Saya sendiri mendapatkan kaveling nomor 26 yang berlokasi di Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Apabila dilihat dari Peta Geologi Regional yang dibuat oleh Asikin dkk. (1992), kaveling 26 tersusun oleh dua formasi, yakni Formasi Halang dan Anggota Tuf Formasi Waturanda, sehingga asumsi awal akan didapati batupasir, tuf, batugamping, dan batuan vulkanik. read more

Dari Tumpahan Oli Hingga Teror Kera Dalam Dinamika “Ibadah” Wajib Anak Geologi Di Kota Semarang

Bagi mahasiswa Teknik Geologi UGM, semester 4 merupakan salah satu puncak dari kegiatan pembelajaran yang telah dilalui di dalam bangku perkuliahan untuk dipraktekkan secara langsung di lapangan.  Kuliah Lapangan atau biasa disebut KL merupakan suatu “ibadah” wajib terutama bagi mahasiswa Teknik Geologi. Kegiatan ini dibagi menjadi dua yaitu Kuliah Lapangan Geologi selama 12 hari di Bayat dan Pemetaan Geologi Mandiri pada masing-masing kavling di Zona Serayu. Awal semester 4 dimulai dengan pembagian kelompok KL pada bulan Februari yang menempatkan saya dengan 3 orang teman kelompok yaitu syafish, zahra, dan stefanie. Selain itu, undian kavling juga menempatkan kami berempat pada kavling yang berada di Kota Semarang, Jawa Tengah. Selama satu semester kami seringkali bertemu untuk saling berdiskusi dan mengerjakan penugasan mata kuliah Metode Geologi Lapangan. read more

Menyingkap Dinamika Purba di Batas Banyumas–Banjarnegara: Catatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026

Hamparan perbukitan hijau di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara menyimpan rekam jejak dinamika bumi yang menakjubkan. Bergabung dalam Kelompok B11, saya mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi Kavling 99 melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026. Wilayah ini didominasi oleh Anggota Breksi Formasi Halang serta sebaran terbatas Formasi Halang. Menyusuri bentang alamnya menjadi petualangan ilmiah untuk membaca babak demi babak peristiwa geologi masa lalu yang membentuk kawasan ini. read more

Dari Singkapan hingga Peta: Pengalaman Pemetaan Geologi di Gunung Lanang, Wadaslintang

Kegiatan pemetaan geologi di daerah Wadaslintang, khususnya di sekitar Gunung Lanang, menjadi salah satu pengalaman yang memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai bagaimana kondisi geologi suatu daerah dapat dipelajari secara langsung di lapangan. Selama ini, konsep mengenai litologi, struktur geologi, dan geomorfologi banyak saya pelajari melalui teori dan gambar di dalam kelas. Namun, ketika berada langsung di lapangan, saya dapat melihat bagaimana setiap unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu bentang alam. read more

The delineation of low- to medium-temperature geothermal prospectivity zones in South Sulawesi, Indonesia, using GIS-based Analytical Hierarchy Process (AHP)

Telah terbit di Jurnal Geothermics, High Impact Journal (4.6), H-Index 110, SJR 1.102 (Q1). Salah satu jurnal terkemuka di bidang geothermal energy yang menjadi rujukan bagi para peneliti panas bumi dunia, hasil penelitian dari Mahasiswa Prodi Doktor Teknik Geologi A.n Emi Prasetyawati Umar (Mahasiswa Doktor Teknik Geologi 2022).

Penelitian ini mengintegrasikan data geosains (geologi, geokimia, dan geofisika) dan remote sensing (Penginderaan Jauh) untuk memetakan potensi panas bumi low-medium temperature di Lengan Selatan Pulau Sulawesi (Sulawesi Selatan) dengan pengembangan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga kawasan-kawasan prospek panas bumi yang kemungkinan sulit terjangkau (remote area) dan wilayah yang sangat luas dapat diidentifikasi serta dimodelkan dengan lebih baik. Metode ini dijadikan sebagai screening awal untuk efesiensi dan efektivitas eksplorasi wilayah regional dalam eksplorasi detail yang lebih lanjut. read more