Kepala Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) RI periode 2017-2025, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., mengatakan ancaman gempa megathrust Jawa sama sekali bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai dasar vital guna merancang skenario mitigasi dan kesiapsiagaan yang terukur. Mengingat adanya seismic gap (zona kekosongan gempa besar) di titik kritis seperti Selat Sunda, Selatan Jawa, dan Mentawai yang telah menyimpan energi selama lebih dari 200 tahun. “Data keilmuan ini mutlak diperlukan sebagai acuan kesiapan struktural darurat,” kata Dwikorita dalam seminar mengenai penanggulangan kebencanaan dengan tajuk “20 Tahun Gempa Yogya 2006 dan Antisipasi Gempa Bumi Megathrust Jawa” pada Sabtu (31/5) di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM.
Fenomena munculnya api terjadi di sebuah rumah warga di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE), Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, memantau lokasi secara langsung guna meneliti faktor pemicu di kawasan rumah warga tersebut. Investigasi turut dibersamai oleh beberapa pihak, seperti pakar Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, dan aparat setempat.
Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim mahasiswa yang terdiri atas John Oliver Home dari Teknik Geologi 2023, Rosita Susanti Lestari Ayu dari Teknik Geologi 2024, dan Muhammad Zidan dari Geofisika 2023 berhasil meraih posisi 2nd Winner dalam ajang Student Debate Competition IPA Convex 2026 pada 20-22 Mei lalu di ICE Building, Tanggerang, Banten.
Kompetisi debat yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk membahas isu strategis sektor energi nasional. Pada kompetisi kali ini, tim UGM mengangkat topik mengenai transmisi migas dan tantangan pengelolaan energi di Indonesia.
Kebakaran yang terjadi berulang kali di rumah Fia warga Seyegan, Sleman, diduga berkaitan dengan gas metana. Dugaan itu menguat setelah pengukuran yang dilakukan tim geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan pihak kepolisian menunjukkan adanya peningkatan kandungan gas metana di lokasi munculnya api.
“Kalau yang selama ini sudah dilakukan oleh pihak kepolisian, pihak kepolisian sudah mengukur kandungan gas. Dari alat ukur kepolisian itu ternyata di tempat keluarnya api memang gas metananya naik. Jadi evidence-based yang paling kuat selama ini, api itu berindikasi dengan keluarnya gas metana,” kata Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Dr. Sarju Winardi, saat ditemui di rumah Fia, Sabtu (30/5/2026).
Dua puluh tahun setelah gempa bumi besar mengguncang DIY pada 27 Mei 2006, muncul kekhawatiran baru yang yang justru tidak berasal dari pergerakan lempeng bumi. Saat ini ingatan masyarakat terhadap bencana tersebut sudah memudar.
“Ketika saya mengajar mahasiswa angkatan 2025, saya bertanya apakah mereka mengetahui gempa besar tahun 2006. Ternyata sebagian besar tidak memiliki ingatan kolektif tentang peristiwa itu karena mereka lahir setelah kejadian tersebut,” papar pakar kegempaan UGM, Gayatri Indah Marliyani dalam seminar sinergi UGM-Kagama “20 Tahun Gempa Yogyakarta 2006 dan Antisipasi Gempa Bumi Megathrust Jawa di UGM, Yogyakarta, Sabtu (30/6/2026).
Polemik proyek energi panas bumi atau geothermal di kawasan pegunungan kembali memicu perdebatan publik yang tajam. Di tengah meningkatnya penolakan dan beredarnya isu ancaman gempa bumi, letusan gunung api, pencemaran lingkungan, hingga kerusakan hutan di kawasan Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, pakar panas bumi dari Universitas Gadjah Mada membantah keras berbagai narasi yang dinilai tidak berpijak pada fakta ilmiah, data teknis, dan kajian akademik yang utuh.
Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM, Pri Utami, yang juga pernah menjabat Vice President International Geothermal Association periode 2020–2023, menilai sebagian besar informasi yang beredar di masyarakat terkait geothermal kerap dipelintir tanpa penjelasan ilmiah yang lengkap dan tanpa memahami karakter sistem panas bumi di Indonesia.
Nebula, Tinggal Kenangan (Anif Punto Utomo (Geo-1983))
“Mas Bagyo mengusulkan nama Nebula.” Kalimat itu disampaikan Bambang Tri Wahyono (BTW-angkatan 1980) saat rapat HMTG pertengahan 1981. Mas Bagyo yang dimaksud adalah Subagyo Pramumijoyo (1972) waktu itu dosen muda di Teknik Geologi.
Mengapa diberi nama Nebula? Filosofinya, nebula adalah teori kabut pembentukan bumi, sementara apa yang dipelajari geologi adalah tentang bumi. Penerbitan Nebula terinspirasi dari majalah Gea ITB yang diterbitkan mahasiswa Teknik Geologi ITB dan Clapeyron yang diterbitkan mahasiswa Teknik Sipil UGM.
Pada tanggal 9 Mei 2026, dilaksanakan Praktikum Petrologi 2026, di mana mahasiswa melakukan fieldtrip untuk mengeksplorasi fitur geologi di Jawa Tengah. Fieldtrip ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang singkapan geologi, morfologi, litologi, dan struktur geologi. Acara ini diadakan di berbagai lokasi, yaitu Jokotuo, Bukit Pendul, Bukit Temas, dan Watuprau Provinsi Jawa Tengah, yang menyediakan lingkungan yang kaya untuk pembelajaran langsung.
Fieldtrip ini merupakan bagian dari Praktikum Petrologi, yang dirancang untuk melatih mahasiswa dalam mendeskripsikan Stasiun Titik Amat (STA) yang dibimbing oleh beberapa dosen yaitu Fahmi Hakim, S.T., M.Sc.RWTH, Ir. Esti Handini, S.T., M.Eng., D.Sc., IPM., Ir. Nugroho Imam Setiawan, S.T., M.T., D.Sc., IPM., dan Dr.Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., IPU. Mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk orientasi lapangan, deskripsi singkapan, analisis morfologi, pemeriksaan litologi, penilaian struktur geologi, evaluasi potensi geologi, pengambilan sampel, dan pembuatan sketsa lapangan. Pendekatan komprehensif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengidentifikasi berbagai jenis batuan secara langsung di lapangan.
Pada 18 Mei 2026, Departemen Teknik Geologi mendapat kunjungan dari Departemen Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Departemen Teknik Pertambangan sekaligus Kaprodi Teknik Geologi UNP, Dr.Ir. Rudy Anarta, S.T., M.T, serta perwakilan dosen Dr.Ir. Ichsan Invanni B, ST. M.Sc dan Ahmad Fadhly, S.T. M.T. disertai dengan 61 Mahasiswa.
Prof. Dr.Eng. Ir. Wahyu Wilopo, S.T., M.Eng., IPM., selaku Ketua Departemen dan Ir. Esti Handini, S.T., M.Eng., D.Sc., IPM. selaku Sekprodi Magister sekaligus penanggungjawab kegiatan menerima kunjungan tersebut. Kunjungan tersebut bertujuan untuk meningkatkan wawasan akademik serta memperluas pengetahuan mahasiswa di bidang geologi dan pengelolaan sumber daya alam bagi para mahasiswa Departemen Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang.
Yogyakarta, 12 Mei 2026 — Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) dan PT Geo Dipa Energi (Persero) resmi membuka co-working space sekaligus ruang riset geotermal di Gedung ERIC dan SGLC FT UGM. Langkah ini menandai babak baru kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri energi dalam mempercepat pemanfaatan potensi geotermal Indonesia yang selama ini belum tergarap optimal.
Indonesia menyimpan cadangan geotermal terbesar di dunia, namun konsumsi listrik nasional baru menyentuh 1.500 kWh per kapita—jauh di bawah potensi yang tersedia. Ruang riset bersama ini hadir sebagai jembatan antara riset akademik dan kebutuhan nyata industri: mempertemukan mahasiswa, peneliti, dan praktisi energi dalam satu ekosistem yang produktif.