“Mulailah langkah dari langkah kecil, agar langkah langkah selanjutnya menjadi langkah hebat” -Dr. Priatin Hadi Wijaya, S.T., M.T. | Alumni Teknik Geologi UGM Angkatan 1993
Mengenal Lebih Dekat
Dr. Priatin Hadi Wijaya , atau yang akrab disapa Pak Hadi, merupakan alumni Teknik Geologi UGM angkatan 1993. Semasa kuliah, beliau pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi. Di tengah kesibukannya berorganisasi, beliau menjadi salah satu lulusan tercepat di angkatannya dengan predikat cumlaude, sesuatu yang cukup langka kala itu.
Selama masa studi, beliau lebih menyukai kegiatan lapangan dibandingkan perkuliahan di kelas. Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan memberikan wawasan yang tidak dapat diperoleh hanya dari buku. Sebelum menjabat sebagai Direktur Panas Bumi, beliau pernah mengemban amanah sebagai Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan (09/08/2022– 12/07/2024) serta Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (12/07/2024– 06/05/2026). Dalam kedua posisi tersebut, beliau berperan dalam berbagai kebijakan kebencanaan geologi, termasuk penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Bencana Geologi, Rancangan Keputusan Menteri mengenai Peta Kawasan Rawan Bencana, serta penanganan tanggap darurat bencana di Indonesia.
Tugas tersebut menuntut beliau untuk menelaah dan memahami setiap laporan kebencanaan secara cermat. Pada 6 Mei 2026, beliau dilantik sebagai Direktur Panas Bumi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Jabatan Baru Tantangan Baru
Belum genap sebulan setelah dilantik, Pak Hadi telah melakukan berbagai kegiatan strategis, termasuk kunjungan kerja ke beberapa perusahaan pengembang panas bumi serta menjadi narasumber dalam berbagai forum diskusi dengan mahasiswa. Dalam berbagai kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa interaksi langsung dengan para pemangku kepentingan sangat membantu dalam memperdalam pemahaman terhadap isu-isu sektor panas bumi.
Beliau juga mulai mempelajari tantangan pengembangan panas bumi di Indonesia, mulai dari pentingnya menjaga persepsi positif masyarakat hingga peningkatan investasi, mengingat eksplorasi panas bumi membutuhkan biaya yang besar.

Menurut beliau, aspek sosial masyarakat merupakan faktor non-kuantitatif yang sangat berpengaruh, meskipun tidak dapat direpresentasikan dalam angka.
Beliau juga menekankan pentingnya peran Kementerian ESDM dalam menonjolkan manfaat energi panas bumi, mengingat dampak positifnya jauh lebih besar dibandingkan persepsi negatif yang masih berkembang di masyarakat.
Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM ini menyebut bahwa panas bumi merupakan “tulang punggung” energi terbarukan Indonesia dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil. Namun demikian, pemanfaatannya masih terbatas. Dari total potensi sekitar 23,2 GW, baru sekitar 11,8% yang telah dimanfaatkan.
Di sisi lain, dinamika global, termasuk situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, turut membuka peluang percepatan pengembangan energi panas bumi di masa mendatang. Hal ini menjadi dorongan bagi generasi berikutnya untuk semakin mengoptimalkan potensi panas bumi di Indonesia.
Pesan Untuk Para Ahli Panas Bumi Mendatang
Ketika ditanya mengenai pesan untuk geolog muda, beliau menyampaikan dua hal utama.
Pertama, pentingnya menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh. Penguasaan dasar-dasar keilmuan serta kemampuan membaca kondisi lapangan merupakan pondasi penting dalam pengambilan keputusan pada tahap eksplorasi maupun produksi.
Kedua, perlunya terus memperkaya diri dengan pengetahuan dan keterampilan baru, terutama dalam pengembangan metode eksplorasi dan pemanfaatan panas bumi. Beliau juga menyoroti bahwa pengembangan panas bumi di Indonesia saat ini masih didominasi sistem vulkanik, sementara potensi non-vulkanik perlu dipelajari dan dikembangkan.
Selain itu, beliau menyampaikan bahwa sejak lama ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada kerap diandalkan dalam survei geologi. Saat ini, Kementerian ESDM membuka peluang lebih luas bagi lulusan baru untuk berkarier di lingkungan kementerian.
Pak Hadi berpesan bahwa pilihan karier seorang geolog pada dasarnya harus ditentukan oleh dirinya sendiri, serta dikembangkan sesuai minat, kenyamanan, dan arah pengembangan diri masing-masing.

(Geo-93) dan Pak Herlambang (Geo-00)
Penulis: Zalfa (Geo-24), Sulthan (Geo-25), Avi (Geo-07), Esti (Geo-02)
Sumber: https://geologi.ugm.ac.id/edisi-juni-2026-geothermal-everywhere/