
Lailum Lutvi Sahrudin atau kerap disapa Lutvi (Geo-24) memiliki ketertarikan pada bidang geothermal karena melihat prospek energi panas bumi yang sangat besar di Indonesia. Menurutnya, tren transisi energi menuju energi bersih akan terus berkembang sebab geotermal adalah energi yang bisa menghasilkan emisi karbon sangat rendah, bahkan hampir tidak ada.
Ketertarikan terhadap geothermal ini mendorong Lutvi bersama tim yang terdiri dari dua mahasiswa teknik geologi dan dua mahasiswa teknik mesin untuk berpartisipasi dan menjuarai berbagai kompetisi pada bidang geothermal, yakni First Runner Up IPFEST ITB 2026, Champion OGIP UPNYK 2026 hingga First Runner Up Petrolida ITS 2026.
Saat berkompetisi, Lutvi menghayati perannya sebagai seorang calon geolog dengan melihat dari sudut pandang eksplorasi awal hingga analisis geofisika dan geologi. Bersama dengan anggota tim yang lain, ia memproses dan mengkombinasikan data geologi, geofisika, serta geokimia untuk menyusun model konseptual sistem geothermal.

Bethari Amelia Nur Rachmadianti yang biasa dipanggil Amel resmi menjadi alumni di tahun 2025 dengan predikat cum laude. Ia menjadi salah satu dari tiga lulusan pertama di angkatannya. Amel mengaku rasa cintanya dengan dunia akademik dan proses belajar telah tumbuh sejak kecil, membuatnya menjadi mahasiswa aktif semasa kuliah. Ia banyak terlibat dalam berbagai proyek riset, kompetisi, dan sebagai asisten di beberapa laboratorium. Kegiatan akademik di kampus semakin menguatkan minatnya terhadap dunia riset dan semakin memantapkan niatnya untuk melanjutkan studi.
Amel sudah mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk studi lanjut sejak semester tujuh. Ia banyak ngobrol dengan alumni yang telah studi lanjut, mencari informasi terkait pilihan beasiswa sedini mungkin. Dari sana, Amel menyusun strategi pendaftaran secara mandiri, mulai dari mencari program yang sesuai hingga mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris. Kerja kerasnya membuahkan hasil. Di awal 2026 Amel memperoleh berbagai Letter of Acceptance (LoA) dari universitas impiannya di luar negeri dan menjadi Erasmus Mundus EMERALD awardee, untuk master program di bidang georesources dan metalurgi.
Untuk adik tingkatnya, Amel berpesan, “Kalau kita maksimal sepenuh hati, jangan setengah-setengah. Biasanya justru dari situ akan muncul jalan-jalan baru yang sebelumnya nggak pernah kita bayangkan. Pinter-pinter cari teman yang bisa saling memberi pengaruh baik, saling membantu, dan sama-sama berkembang.” Dan di atas itu semua, Amel menekankan, “Selain berusaha, kita juga harus berdoa. Serahkan kepada Tuhan yang terbaik buat kita.”
Penulis: Nicki (Geo-23), Sulthan (Geo-25), Jeta (Geo-25) Esti (Geo-02)
Sumber: https://geologi.ugm.ac.id/edisi-juni-2026-geothermal-everywhere/