Penulis: Mitsalina Almas Salsabila
Bagi mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kuliah lapangan merupakan mata kuliah wajib yang diambil pada akhir semester genap. Kuliah lapangan menjadi momen penting untuk keluar dari ruang kuliah dan menerapkan teori yang telah dipelajari dikelas ke dalam praktek lapangan. Kegiatan kuliah lapangan dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri.

Kuliah Lapangan Bayat berlangsung selama 10 hari yang berlokasi di Kampus Lapangan Geologi Bayat, Klaten. Kuliah Lapangan Bayat lebih menekankan pada teknik pengumpulan data geologi yang dibantu oleh asisten serta dosen. Teknik pengumpulan data geologi diantaranya seperti pengukuran strikedip, pengamatan batuan, pengamatan geomorfologi, hingga pada pembuatan poster geologi. Sedangkan Kuliah Lapangan Mandiri merupakan penerapan secara mandiri dari apa yang telah didapat pada saat perkuliahan serta pada saat Kuliah Lapangan di Bayat.
Kuliah lapangan geologi merupakan agenda wajib tahuhan bagi para siswa Teknik Geologi yang sedang menempuh semester 4, agenda ini merupakan pengaplikasian dari materi – materi geologi yang telah didapatkan pada semester sebelumnya, sehingga dapat membentuk diimplepentasikan dalam dunia pekerjaan. Kuliah lapangan ini di bagi menjadi dua bagian : yaitu kuliah lapangan Bayat dan kuliah lapangan mandiri. Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas kuliah lapangan mandiri. Kuliah lapangan ini di mulai dengan pengundian kavling wilayah pemetaan, pada tahun 2025 ini, pemetaan mandiri dilaksanakan pada zona Rembang, selain pengundian kavling, dilakukan juga pengundian kelompok dan asisten kelompok yang akan membantu kita dalam mengolah data- data tentatif. Setelah didapatkan undian kavling, rangkaian selanjutnya adalah mengolah data tentatif dari kavling masing – masing dengan data sekunder berupa peta Geologi regional, artikel, maupun jurnal pada wilayah pemetaan masing – masing. Data – data tentatif ini dapat membantu kita dalam pemetaan mandiri.