Penulis: Khrisna Whardani Jatiningsih Nurcahya
Pemetaan Kuliah Lapangan Geologi 2025 merupakan rangkaian kegiatan yang sangat berkesan dalam perjalanan akademik saya sebagai mahasiswa Program Studi Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada. Kegiatan ini terbagi menjadi dua tahap, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri, yang masing-masing memberikan pengalaman mendalam pada setiap langkah proses pembelajaran. Kuliah Lapangan Bayat merupakan tahapan awal yang penuh tantangan untuk mempersiapkan mental serta membentuk karakter diri sebagai bekal menuju tahap Kuliah Lapangan Mandiri. Sementara itu, Kuliah Lapangan Mandiri menjadi tantangan utama yang membawa kami untuk berhadapan langsung dengan kondisi lapangan.
Geologi, Sampai Mati! — Merupakan jargon atau slogan yang kerap disyairkan oleh mahasiswa Teknik Geologi khususnya HMTG FT UGM. Pada bulan Juni – Juli tahun 2025, mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2023 melaksanakan kuliah lapangan geologi. Momen kuliah lapangan geologi menjadi momen yang dipandang mengerikan oleh mahasiswa geologi. Mengapa demikian? Diawali dengan pemetaan di daerah Bayat, Klaten dan sekitarnya mahasiswa ditempa agar memiliki daya fisik dan pikiran yang kuat selama di lapangan. Selama kurang lebih 10 hari, kegiatan mahasiswa tidak jauh dari bangun pagi ketika subuh, dilanjutkan senam pagi, lalu sarapan, dan pengecekan alat sebelum akhirnya mahasiswa diberangkatkan ke lapangan. Para mahasiswa pasti memiliki kenangan pada kegiatan ini, mulai dari capek, senang, sedih, marah dirasakan oleh semua mahasiswa.


Di kawasan kavling yang terletak di Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Kerek, dan Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kegiatan pemetaan geologi mandiri memberikan wawasan yang menarik mengenai kondisi geologi lokal. Aktivitas pemetaan ini meliputi identifikasi litologi, struktur geologi, serta fenomena geomorfologi yang membentuk lanskap setempat.
