Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 di Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, menjadi pengalaman bagi saya untuk menerapkan ilmu geologi secara langsung di lapangan. Selama pemetaan, saya mengamati singkapan batuan, mengidentifikasi litologi, mengukur struktur geologi, serta memahami kondisi geomorfologi dan hubungan antar satuan batuan. Beragam struktur geologi seperti kekar, sesar, dan variasi kedudukan lapisan menjadi hal menarik yang saya temukan selama kegiatan.

Bagi saya, pemetaan ini bukan hanya tentang mengumpulkan data, tetapi juga memahami kondisi geologi yang ada di sekitar masyarakat. Data yang saya peroleh dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik batuan, struktur geologi, dan kondisi geomorfologi di wilayah Sruweng. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa informasi geologi dapat menjadi salah satu dasar dalam memahami potensi maupun permasalahan lingkungan di suatu wilayah.
Di tanah ini, tahun kedua perkuliahan kami banyak mengukir cerita. Membekas di sudut hati kami, Kelompok A08. Di tanah ini pula, kami belajar cara membaca babak besar sejarah geologi yang tersusun rapi bagai lembaran buku yang saling menyambung. Secara fisiografis, wilayah kavling kami termasuk dalam Zona Serayu Selatan bagian timur. Tepatnya dikenal sebagai Oblong Dome atau Kubah Oblong Kulon Progo. Kubah ini terbentuk sebagai hasil pengangkatan tektonik yang menyingkap batuan berumur tua di bagian tengahnya, sehingga morfologinya melingkar. Pada kavling saya, tersingkap batuan berumur paling tua, yakni Formasi Nanggulan.