Penulis: Ahmad Fauzan
Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2025 di Desa Kalinanas, Kabupaten Blora, dilaksanakan untuk mengidentifikasi litologi, struktur geologi, dan potensi sumber daya pada kavling yang telah ditentukan. Aktivitas lapangan berlangsung pada tanggal 3–26 Juli 2025, diawali dengan survei awal untuk memetakan singkapan batuan, mengukur orientasi perlapisan, serta mendokumentasikan morfologi daerah. Pengambilan data dilakukan melalui pengamatan langsung (outcrop observation), pencatatan sifat fisik batuan, serta pengambilan sampel untuk analisis laboratorium.
Tantangan utama di kavling ini adalah akses yang sulit akibat wilayahnya berada dalam kawasan hutan lindung yang masih lebat dan jarang terjamah. Tim harus membuka jalan setapak baru agar dapat mencapai titik-titik singkapan penting. Kondisi medan yang tertutup vegetasi rapat membuat identifikasi singkapan memerlukan ketelitian tinggi, sekaligus memberikan pengalaman berharga dalam teknik navigasi dan orientasi lapangan. Secara geologi, Desa Kalinanas tersusun atas tiga satuan formasi utama: Formasi Bulu, yang didominasi batugamping terumbu dan batugamping berlapis; Formasi Ledok, yang diwakili batulempung gampingan dan batupasir halus dengan fosil foraminifera; serta Formasi Wonocolo, yang tersusun dari batulempung abu-abu, serpih, dan sisipan batupasir halus yang menjadi salah satu formasi pembawa minyak bumi di Cekungan Jawa Timur Utara. Keberadaan ketiga formasi ini di satu lokasi memberikan peluang untuk mempelajari urutan stratigrafi secara lengkap, mulai dari endapan laut dangkal karbonatan hingga endapan laut dalam berbutir halus.
Selain aspek geologi murni, kavling ini juga memiliki nilai tambah dari segi potensi wisata geologi. Di bagian hilir kawasan pemetaan, terdapat Bendungan Randugunting, yang tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur irigasi dan pengendali banjir, tetapi juga menyuguhkan panorama indah dengan latar perbukitan formasi karbonat. Bendungan ini dapat dijadikan titik edukasi lapangan untuk menjelaskan hubungan antara tata air, kondisi geologi, dan pemanfaatan lahan di daerah sekitarnya.

Hasil pemetaan di Kalinanas diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Dari sisi akademis, data lapangan akan menambah pemahaman mengenai distribusi litologi Formasi Bulu, Ledok, dan Wonocolo serta hubungan stratigrafisnya. Dari sisi praktis, informasi geologi ini dapat mendukung pengelolaan hutan lindung dengan mempertimbangkan kondisi tanah, stabilitas lereng, dan potensi air tanah. Selain itu, dokumentasi singkapan dan fitur alam seperti Bendungan Randugunting dapat dikembangkan menjadi bagian dari jalur geotourism berbasis edukasi, sehingga pemetaan ini tidak hanya menjadi latihan ilmiah, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan potensi lokal dan pelestarian lingkungan.
Humas Departemen | Oktober 2025