Sabtu (25/10), mahasiswa baru Program Studi S1 Teknik Geologi UGM angkatan 2025 melaksanakan fieldtrip Geologi Dasar di Perbukitan Jiwo Timur, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi pengalaman pertama bagi mahasiswa baru untuk mengenal langsung kondisi geologi di lapangan. Fieldtrip ini bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang orientasi medan dan identifikasi aspek geologi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berlatih melakukan pengukuran struktur geologi, penentuan posisi menggunakan GPS dan shooting kompas, pengamatan singkapan batuan, serta analisis proses geologi yang membentuk wilayah Bayat.

Sebanyak 160 mahasiswa mengikuti kegiatan ini dan dibagi menjadi empat kelompok yang tersebar di empat stasiun titik amat (STA). Setiap STA dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah Geologi Dasar yang memberikan penjelasan mengenai karakteristik geologi serta proses terbentuknya bentang alam di daerah tersebut. Pada STA 1 di Jokotuo, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap batuan metamorf dan batuan beku di bawah bimbingan Ir. Nugroho Imam Setiawan, S.T., M.T., D.Sc., IPM. Selain identifikasi batuan, dosen pengampu juga menjelaskan proses geologi yang berperan dalam pembentukan kawasan tersebut.

Selanjutnya di STA 2 yang berlokasi di Bukit Gunung Gajah, mahasiswa mempelajari kenampakan batuan beku dan proses pelapukannya. Pengamatan lapangan ini dipandu oleh Ir. Salahuddin, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. dan Dr.Eng. Ir. Agung Setianto, S.T., M.Si., IPM., yang memberikan penjelasan mengenai ciri-ciri batuan beku serta faktor-faktor yang memengaruhi pelapukan di permukaan.

Pada STA 3 yang berada di Kawah Putih, mahasiswa dibimbing oleh Ir. Gayatri Indah Marliyani, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM. untuk melakukan orientasi medan menggunakan GPS dan mempelajari batuan sedimen serta struktur geologinya. Mahasiswa juga berlatih menggunakan kompas geologi untuk mengukur bidang struktur dan menentukan orientasi lapisan batuan di lapangan.

Sementara itu, STA 4 yang berlokasi di Puncak Temas menjadi stasiun terakhir. Di bawah arahan Dr. Ir. Yan Restu Freski, S.T., M.Eng., mahasiswa melakukan penentuan titik pengamatan dengan metode shooting kompas dan mempelajari bentang alam geomorfologi. Pada sesi ini, mahasiswa belajar mengenali ciri-ciri bentuklahan, resistensi litologi, serta kaitannya dengan kenampakan morfologi daerah Bayat.
Melalui fieldtrip ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami keterkaitan antara teori geologi dasar di kelas dengan aplikasinya di lapangan, sekaligus menumbuhkan kemampuan observasi dan analisis geologi yang menjadi fondasi penting dalam studi lanjutan di bidang kebumian.(Vidya Syarifah)
Humas Departemen | Oktober 2025