Ir. Tafif Azimuddin, atau biasa dipanggil Pak Tafif adalah salah satu alumni Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 1983. Beliau pernah menjabat sebagai Vice President Project Development and Corporate Secretary of PT Pertamina Geothermal Energy, sebelum diangkat sebagai Direktur Eksplorasi dan Pengembangan di perusahaan plat merah yang sama. Beliau juga aktif di organisasi Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sejak tahun 1991, dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal API 2011 sd 2023.
Setelah memberikan kontribusinya dengan luar biasa selama beberapa dekade di dunia energi hijau, Pak Tafif menikmati masa pensiunnya dengan hal positif. Contohnya adalah berlari. Kegiatan ini tidak baru saja beliau mulai, “sudah sejak tahun 2000-an awal,” ujarnya ketika jalan santai bersama dengan tim Strata di hari Minggu, 25 April 2026 lalu. Bersama dengan lingkaran larinya, beliau selalu mengusahakan untuk mencapai jarak lari setidaknya 100 – 200 km perbulan. Lingkaran lari yang beliau sebutkan tidak lain adalah alumni angkatan 1983 yang merupakan teman-teman sejurusannya kala itu.
Pertemuan beliau dengan teman-temannya adalah hasil keputusannya untuk mengambil Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada sebagai pilihannya dalam melanjutkan studi setelah lulus SMA. Semangat tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Melihat sang kakak yang telah terjun ke dunia perkuliahan lebih dulu, Pak Tafif merasa ada semangat yang tumbuh dalam dirinya agar bisa merasakan hal yang sama dengan sang kakak. Semangat tersebut terus tumbuh dan membara hingga berhasil membawanya pada titik ini.
Tentang Sang Angkatan, Teknik Geologi 1983
Dalam beberapa waktu terakhir, Kageogama 1983 telah membantu berjalannya event yang dirancang oleh Departemen Teknik Geologi maupun Himpunan Teknik Geologi UGM. Bantuan tersebut menunjukkan sifat solidaritas antar teman seangkatan yang masih kuat hingga hari ini. “Mungkin alasan kami tetap solid sampai sekarang karena dari kuliah itu sudah satu grup. Mungkin karena dulu sering ketemu satu sama lain secara langsung, soalnya-kan belum ada Whatsapp. Kalau mau makan, biasanya bertamu ke rumah teman angkatan yang memang tinggal di Jogja, lumayan sih menghemat pengeluaran anak kos,” ujar Pak Tafif saat ditanya seputar angkatannya. Besarnya beban mental yang hadir di antara 60 mahasiswa angkatan 1983 kala itu juga disebutkan menjadi faktor tingginya solidaritas sang angkatan.
Tips Pak Tafif dalam Transisi ke Dunia Kerja
“Kuliah itu mengajarkan kita pengetahuan dasar dan cara berfikir yang baik. Selain itu, cara kita berteman juga penting. Sebagai individu, kita tidak boleh berteman dengan seseorang hanya ketika ada sesuatu dari orang tersebut yang ingin kita manfaatkan,” pesannya ketika ditanya mengenai persiapan mahasiswa agar dapat thriving di dunia kerja.
Pengetahuan umum geologi, geokimia, hingga geofisika yang telah diajarkan selama perkuliahan merupakan bekal berharga yang disiapkan oleh lembaga perguruan tinggi untuk lulusannya ketika memasuki dunia kerja. Ilmu tersebut menjadi dasar dari banyaknya inovasi baru yang kemudian diolah untuk memajukan suatu industri. Namun, ilmu tersebut tidak dapat diolah ketika seorang individu tidak memiliki keinginan untuk berkembang. Maka dari itu, tingkat adaptasi tinggi yang dimiliki seorang individu terhadap perubahan dapat menjadi nilai tambah ketika berdinamika di dunia kerja.
Menjalin pertemanan dengan berbagai kalangan juga menjadi salah satu tips yang diberikan Pak Tafif. “Cara kita berbicara saat diskusi itu sangat penting, harus banyak berlatih agar terbiasa. Caranya gimana? berteman dengan siapa saja. Dengan begitu, kita dapat mengetahui berbagai perspektif yang dimiliki oleh tiap-tiap orang,” tambah Pak Tafif. Beliau percaya, bahwa dengan memperluas pertemanan, seorang individu dapat meningkatkan kecepatan berfikirnya, melatih kemampuan adaptasi, hingga melatih skill berbicara.
Pesan Pak Tafif untuk Departemen dan Mahasiswa Teknik Geologi
“Perkuatlah basic knowledge kalian di geologi, itu adalah step pertama ketika terjun ke dunia kerja. Selanjutnya, kita juga harus mau berkembang, karena bisa saja realita dunia kerja membawa kita ke bidang yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan geologi. Selain itu, sebagai lulusan UGM, kita harus percaya diri. Jangan minder, harus percaya diri, bertemanlah dengan banyak orang agar terlatih baik dalam berdiskusi dan berinteraksi. Pihak tenaga pendidik juga dapat ambil andil dalam membuat mahasiswanya lebih confidence. Jadi, saat lulus nanti, bisa lebih show up di lingkungannya,” pesan Pak Tafif kepada tim Strata, sekaligus menutup sesi interview pada Minggu pagi yang cerah itu.
oleh: Pia (Geo-24), Esti (Geo-02)
Sumber: Buletin DTGL http://ugm.id/STRATAEDISIPERDANA