Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/energi-nasional-hadapi-tantangan-besar-pakar-ugm-diajak-buat-terobosan/
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan Universitas Gadjah Mada memiliki banyak pakar dan peneliti lintas multidisiplin yang diharapkan bisa mendukung program pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan sektor energi nasional. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi Yuliot Tanjung bersama jajaran Kementerian ESDM dengan pimpinan dan sivitas akademika UGM, Senin (10/8). Pertemuan tersebut mempertemukan juga dengan sejumlah para pakar dari bidang teknik nuklir, geologi, dan geofisika hingga peneliti di bidang ilmu ekonomi, hukum, dan sosial.
Wamen ESDM mengatakan pertemuan dengan UGM merupakan bagian dari kerja sama yang telah berjalan antara Kementerian ESDM dan UGM. Ia mencontohkan pembangunan sistem informasi di sektor mineral dan batubara yang sebelumnya dikerjakan bersama UGM dan kini telah digunakan dalam mendukung proses perizinan, RKAB, serta pengelolaan penerimaan negara bukan pajak. “Kami sudah melakukan kerja sama dengan teman-teman di UGM. Salah satunya pembangunan sistem informasi, dan alhamdulillah sistemnya sudah berjalan,” kata Yuliot.
Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Prof. Tumiran mengatakan perguruan tinggi perlu melihat tantangan pembangunan dalam jangka panjang agar pendidikan dan riset yang dikembangkan dapat menjawab kebutuhan masa depan. Menurutnya, UGM memiliki kekuatan multidisiplin yang dapat dipertemukan untuk merumuskan arah pembangunan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri. “Teman-teman guru besar juga harus forward looking, melihat ke mana tantangan yang akan dihadapi. Tantangan ini harus menjadi peluang bagi anak-anak kita,” kata Tumiran.
Tumiran menilai keterhubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah perlu diperkuat agar sumber daya manusia yang dihasilkan dapat mengisi kebutuhan pembangunan nasional. Tantangan sektor energi, menurutnya, perlu dibaca dalam kerangka yang lebih luas karena berkaitan dengan perkembangan industri dan perekonomian sekaligus kebutuhan akan sumber daya manusia yang mampu mengisinya. Karena itu, UGM perlu mampu merumuskan gagasan pembangunan yang dapat menjadi arah bagi pendidikan dan pengembangan kompetensi generasi muda.

Salah satu kapasitas tersebut berada di Pusat Studi Energi (PSE) UGM yang mengembangkan kajian lintas disiplin dengan melibatkan peneliti dari berbagai fakultas. Kepala PSE UGM Prof. Ir. Sarjiya, S.T., M.T., Ph.D., IPU, menjelaskan kajian yang dilakukan mencakup aspek teknis, ekonomi, hukum, sosial, dan politik. Dalam bidang nuklir, PSE sebelumnya mendapat amanah untuk mengkaji pemilihan teknologi PLTN dan skema pengadaan dengan melibatkan keahlian teknis dan legal. “Kalau kajian yang membutuhkan lintas disiplin, teknis, ekonomi, legal, sosial, politik, biasanya di kami karena kami memang melibatkan peneliti dari berbagai fakultas,” ujar Sarjiya.
Kapasitas tersebut diperkuat oleh Program Studi Teknik Nuklir UGM yang memiliki keahlian dalam berbagai aspek pemanfaatan teknologi nuklir secara damai. Ir. Dr-ing Kusnanto, salah satu peneliti Teknik Nuklir, menjelaskan kompetensi yang dikembangkan mencakup keselamatan dan keamanan, fasilitas pembangkit, pilihan teknologi, hingga teknoekonomi. Kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, termasuk pemenuhan kompetensi dan sertifikasi yang mengacu pada standar internasional. Selain aspek teknologi, menurutnya, kesiapan masyarakat perlu dibangun sejak awal melalui komunikasi dan sosialisasi. “Yang tidak kalah penting adalah aspek sosialisasi. Sebelum proyek itu masuk, kami mohon diberikan kesempatan untuk sosialisasi,” katanya.
Pada aspek tapak, Teknik Geologi UGM memiliki pengalaman melakukan kajian lokasi pembangkit dan siap mendukung kajian PLTN melalui kolaborasi dengan bidang geofisika. Pengembangan kajian tersebut dapat dilakukan melalui pengukuran hingga kedalaman 200 meter untuk memperoleh data kondisi bawah permukaan secara lebih komprehensif. Kolaborasi juga dapat diperluas dengan mempertimbangkan aspek sosial dalam menilai kelayakan suatu tapak.
Prof. Ferian Anggara, peneliti di Teknik Geologi berujar kapasitas UGM dalam bidang energi juga mencakup pengembangan sumber daya dan teknologi di luar nuklir. Teknik Geologi UGM terlibat dalam pengembangan critical minerals dan eksplorasi panas bumi, termasuk pemetaan sumber daya serta pengembangan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah. “Bahkan kamu juga telah mengembangkan teknologi pemanfaatan senyawa humat yang diaplikasikan pada sektor pertambangan dan perkebunan, serta teknologi ekstraksi rare earth elements (REE) yang telah dikembangkan hingga menghasilkan elemental oksidan” ujarnya.
Ragam pengalaman tersebut menunjukkan kapasitas UGM dalam menghubungkan keilmuan, riset, dan kebutuhan pembangunan di sektor energi dan sumber daya. Kekuatan tersebut mencakup pengembangan teknologi, kajian tapak, pemanfaatan sumber daya, hingga penerapan dan hilirisasi hasil riset. Dengan kekuatan multidisiplin yang dimiliki, UGM memiliki ruang untuk terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda energi nasional sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di masa depan.
Penulis: Triya Andriyani
Foto: Donnie