Tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya melalukan pendekatan geologi untuk memecahkan misteri rumah api di Seyegan, Sleman. Salah satunya dengan menerjunkan alat geolistrik pada Selasa (9/6) di berbagai wilayah sisi rumah. Tujuannya untuk melihat variasi lapisan di bawah permukaan tanah berdasarkan nilai resistivitas atau tahanan jenis batuan.
Peneliti dari Laboratorium Geofisika Eksplorasi Departemen Teknik Geologi UGM Saptono Budi Samodra menjelaskan, menggunakan geolistrik dua dimensi pada tiga hingga empat lintasan. Lalu geolistrik satu dimensi pada satu atau dua titik. Cara kerja alat ini dia sebut sederhana dengan melakukan injeksi arus seperti menyetrum bumi lalu bumi akan merespons dengan menunjukkan beda potensial lapisan di dalamnya. Lewat spasi-spasi tertentu maka akan diketahui perbedaan titik potensialnya. Pemilihan lokasi yang berbeda ini memungkinkan para peneliti mendapatkan variasi keruangan sesuai batuannya.