Arsip:

SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

Mengeksplorasi Geologi Tritik, Sambongrejo, dan Sekitarnya

Penulis: Muhammad Nur Aldi

Pemetaan geologi adalah salah satu elemen penting dalam memahami sejarah, potensi, dan struktur wilayah. Seperti kali ini, pemetaan yang dilakukan di Desa Sambongrejo, Kabupaten Bojonegoro, hingga Desa Tritik, Kabupaten Nganjuk, memberikan wawasan yang kaya tentang fenomena geologi setempat sekaligus membawa manfaat langsung bagi masyarakat.

Pemetaan ini bertujuan untuk menganalisis aspek-aspek seperti geomorfologi, stratigrafi, struktur geologi, dan potensi sumber daya geologi di area seluas 20 km². Mahasiswa dilibatkan untuk mempraktikkan ilmu yang mereka pelajari, sekaligus menyumbang pemahaman terhadap fenomena geologi lokal. read more

Dari Kelas ke Lapangan: Perjalanan dari Bayat hingga Ngawi

Penulis: Akbar Fitriyanto

Perjalanan Akbar dan teman-teman mahasiswa Teknik Geologi FT-UGM dalam mengikuti rangkaian Pemetaan Geologi 2024 hampir mencapai kata usai. Pada kesempatan ini, Akbar akan menceritakan pengalaman yang sangat berkesan dalam mengikuti rangkaian mata kuliah wajib ini. Dimulai dari undian kavling, pembelajaran di kelas, praktik di lapangan, ujian dan tes di Lapangan Bayat, hingga pemetaan mandiri di kavling masing-masing sampai menemukan litologi, kenampakan morfologi, menceritakan sejarah geologi, hingga beberapa tempat unik yang dapat ditemukan di kavling nomor 123. read more

Keindahan Desa Gondang, Desa Kedungsumber dan Sekitarnya Dalam Rangkaian Pemetaan Geologi Mandiri  

Penulis: Ambar Pramudita Fatmasari

Kegiatan Pemetaan Geologi merupakan salah satu metode untuk mengetahui kondisi geomorfologi, geologi, struktur geologi, sehingga dapat diketahui sejarah geologi daerah pemetaan dan potensi yang ada pada daerah pemetaan. Daerah pemetaan berlokasi di Desa Gondang, Pajeng, Sambongrejo, Senganten dan Kedungsumber, Kecamatan Gondang dan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur.

Pemetaan Geologi dilakukan melalui survei lapangan atau dengan cara pengamatan secara langsung di lapangan. Pengambilan data dilakukan dengan mengikuti jalur pada peta topografi yang telah dibuat ketika pra-pemetaan. Selanjutnya singkapan batuan yang ditemukan pada area pemetaan diplotkan pada peta topografi berdasarkan koordinat. Kemudian dilakukan identifikasi jenis batuan, dan struktur yang ada sehingga dapat diplotkan pada peta topografi atau peta lintasan dan dilakukan pencatatan data di buku catatan lapangan. Selain itu, ketika lokasi pengamatan berada pada titik tertinggi, maka dilakukan pengamatan kenampakan geomorfologi daerah pemetaan sehingga dapat diketahui kenampakan morfologi yang tersingkap. Rangkaian pemetaan ini dilakukan secara menyeluruh dan bertahap sehingga didapatkan data litologi dengan batas-batas persebarannya dan data struktur geologi yang ada pada area pemetaan. read more

Menguak Geomorfologi dan Stratigrafi Zona Kendeng: Studi Geologi di Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk

Penulis: Fadhil Muhammad Akbar

Pemetaan geologi bukan hanya sekadar kegiatan akademik, tetapi juga langkah esensial dalam memahami dan mengelola sumber daya alam. Pemetaan Geologi ini dilakukan oleh mahasiswa Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada yang dilakukan dua kali, yang mana pemetaan pertama dilakukan di Bayat, Klaten yang dilaksanakan selama kurang lebih 10 hari yang berisi dengan kegiatan pemetaan, pemberian materi, serta terdapat ujian untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi batuan serta mengukur struktur. Pemetaan mandiri ini dilakukan pada Zona Kendeng, Jawa Timur. Lokasi penelitian pelaksanaan pemetaan geologi pada Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Studi ini melibatkan analisis geomorfologi, stratigrafi, dan struktur geologi untuk memetakan fitur-fitur geologi unik di kawasan ini. Aktivitas ini tak hanya mendukung eksplorasi geologi, tetapi juga membuka potensi geowisata. read more

Mengenal Karanganyar: Geowisata Sesar Geyer di Tengah Jawa Tengah

Penulis: Muhammad Alif Hudatullah

Desa Karanganyar di Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, bukan hanya wilayah yang kaya dengan sejarah geologi, tetapi juga area dengan potensi besar untuk geowisata. Pemetaan yang dilakukan menunjukkan bahwa daerah ini merupakan bagian dari Zona Kendeng dengan ciri geologi unik seperti struktur sesar aktif, perbukitan hogback, dan batulanau karbonatan yang kaya akan fosil. Dengan pendekatan ilmiah yang mendalam, kegiatan pemetaan geologi di Desa Karanganyar memberikan wawasan tentang proses pembentukan bentang alam sekaligus peluang pemanfaatannya. read more

Kenangan Bengawan Solo Wisata Trinil, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur

Penulis: Dionisius Arya Sidhajatra Ardhana

Kuliah lapangan geologi merupakan kegiatan mahasiswa S1 Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada yang merupakan mata kuliah wajib untuk pelatihan dalam pemetaan geologi. Mata kuliah ini merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan geologi yang bertujuan untuk memastikan mahasiswa dapat melaksanakan kerja lapangan secara mandiri dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang kondisi di lapangan daerah yang diteliti. Kegiatan ini meliputi pemetaan daerah Bayat, Klaten dan Pegunungan Kendeng. read more

Kenangan Unik dalam Kuliah Lapangan Mandiri: Pemetaan Geologi, Program Studi Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada  

Penulis: Nauval Dzaky Aryasatya

Setelah menjalani kuliah di semester 4 pada Prodi Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, para mahasiswa semester 4 termasuk saya sendiri, Nauval Dzaky Aryasatya, melanjutkan program Kuliah Lapangan di Bayat lebih tepatnya berlokasi di Kampus Lapangan Geologi UGM, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2 Juli 2024 yang berlangsung selama 10 hari. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat belajar mengumpulkan data geologi permukaan secara sistematis, melakukan preparasi sampel dengan baik, serta melaksanakan analisis secara komprehensif. Selain itu, mahasiswa diharapkan mampu menyusun laporan geologi. Kegiatan lapangan dilaksanakan secara mandiri oleh setiap kelompok yang terdiri atas 4 sampai 5 orang, kegiatan lapangan yang dilakukan oleh setiap kelompok tidak hanya untuk menyelesaikan mata kuliah dan meningkatkan keterampilan geologi, tetapi juga memperkuat ikatan antar peserta. read more

Serba Serbi Kuliah Lapangan Teknik Geologi UGM 2024

Penulis: Bajra Anugrah Semesta

Pemetaan Kuliah Lapangan Geologi 2024, merupakan suatu rangkaian acara yang paling berkesan dalam perjalanan akademik saya sebagai mahasiswa Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Kegiatan tersebut terbagi menjadi dua, yaitu Kuliah Lapangan Bayat dan Kuliah Lapangan Mandiri, yang memberikan pengalaman yang membekas dalam setiap langkah perjalanan saya. Kuliah Lapangan Bayat adalah langkah awal yang penuh tantangan untuk mempersiapkan mental untuk membentuk karakter diri masing – masing guna mempersiapkan ke tahap Kuliah Lapangan Mandiri, sedangkan Kuliah Lapangan Mandiri menjadi tantangan besar yang membawa kami ke dalam dunia nyata sebagai seorang geologist. read more

NAPIS: Cerita Pemetaan Geologi yang Manis, tapi Bikin Nangis

Penulis: Dwi Sulistyo Nugroho

Tak terasa serangkaian kegiatan pemetaan geologi 2024 akan segera berakhir. Sebuah cerita panjang yang dilalui dengan penuh suka duka dan lika liku. Rangkaian kegiatan yang berlangsung hampir 1 tahun lamanya, dimulai dari pembelajaran di kelas hingga penyusunan laporan akhir menghiasi tahun ini bagi teman-teman Teknik Geologi angkatan 2022.

Kegiatan diawali dengan mata kuliah Metode Geologi Lapangan, dimana pada fase ini teman-teman Teknik Geologi angkatan 2022 bergelut dengan software ArcGIS untuk menyiapkan data-data sekunder yang diperlukan untuk kegiatan pemetaan geologi. read more

Petualangan Geologi di Desa Jenar: Menjelajah Sejarah Bumi dan Memberi Arti bagi Masyarakat

Penulis: Pascalis Devin Rasendriya

Kuliah lapangan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi para mahasiswa Teknik Geologi. Dengan semangat dan rasa penasaran, mahasiswa yang pemetaan berangkat menuju kavling masing-masing yang telah ditentukan, termasuk kavling 59 yang menjadi tanggung jawab saya. Perjalanan dimulai dari basecamp di Desa Jenar, tempat saya dan anggota kelompok 8 lainnya menyusun strategi dan mempersiapkan perlengkapan untuk eksplorasi. Setiap pagi diawali dengan diskusi kelompok, memeriksa peta topografi, dan memastikan alat-alat seperti kompas geologi, palu geologi, dan GPS siap digunakan. Rasa lelah karena perjalanan panjang dari Yogyakarta sirna saat kami disambut oleh lanskap yang memukau, mulai dari punggungan antiklin hingga aliran sungai kecil yang membelah desa. read more