
Tim peneliti UGM yang diketuai oleh Prof. Ferian Anggara berhasil memanfaatkan batu bara kalori rendah menjadi pembenah tanah atau soil stabilizer bernama Gamahumat. Batu bara kalori rendah merupakan batubara yang tidak dapat digunakan sebagai feed coal di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Untuk meningkatkan nilai guna batubara tersebut dilakukan ekstraksi sehingga dihasilkan senyawa humat, yaitu asam humat dan asam fulvat, yang digunakan sebagai pendamping pupuk. Hasil penelitian oleh tim UGRG (Unconventional Geo Resources Research Group) ini telah diujicobakan pada kawasan persawahan Bimomartani. Penggunaan prosentase 15% Gamahumat memiliki andil 80% dari penggunaan full NPK dan urea sehingga penggunaannya dapat dikurangi menjadi 15-20% dari takaran normal.








