
Gili Air merupakan salah satu pulau kecil yang berada di barat laut Pulau Lombok. Perekonomian di pulau ini sangat dipengaruhi oleh kegiatan pariwisata. Berdasarkan data dinas pariwisata, mulai tahun 2017 terjadi peningkatan wisatawan yang cukup signifikan hingga mencapai 220 ribu wisatawan dalam setahun. Hal ini memicu banyaknya pembangunan penginapan yang mengakibatkan peningkatan jumlah sumur gali. Peningkatan jumlah sumur gali dapat berdampak pada kuantitas air tanah, dimana pulau yang lebih kecil relatif memiliki kapasitas air tanah yang lebih sedikit dibandingkan dengan pulau yang besar. Kapasitas air tanah sangat berkorelasi dengan kondisi akuifer. Gili Air memiliki akuifer yang homogen, air tanah pada pulau ini hadir sebagai freshwater lens (FWL) yang berada di atas air laut karena perbedaan densitas. Zona FWL dengan zona air laut terpisahkan oleh zona transisi yang tersusun oleh batu gamping.





Pada tanggal 16 November 2024, mata kuliah Geologi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan kegiatan fieldtrip bertema “Ekskursi Sistem Petroleum Cekungan Jawa Timur.” Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa implementasi langsung dari materi pembelajaran dan pengalaman praktis yang diperoleh di kelas. Kegiatan ini dibimbing oleh tiga dosen dari Departemen Teknik: Prof. Dr. Ir. Sugeng Sapto Surjono, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., Ir. Jarot Setyowiyoto, M.Sc., Ph.D. IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Ir. Sarju Winardi, S.T., M.T.