Penulis: Moreno Parlinggoman Sitorus
Selama ±14 hari, mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada melaksanakan kegiatan pemetaan geologi di wilayah Montong–Tanggulangin, yang terletak di bagian utara Sungai Bengawan Solo, Jawa Timur. Wilayah ini merupakan bagian dari zona geologi penting di Jawa Timur dengan potensi lipatan, sesar, serta batuan sedimen Miosen yang khas. Kegiatan ini meliputi pembuatan STA (Stasiun Titik Amat), pencatatan lintasan lapangan (tracking), dan dokumentasi visual yang komprehensif. Selain berfungsi sebagai latihan akademis, hasil pemetaan ini juga memiliki relevansi langsung dengan beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), seperti pengembangan infrastruktur berkelanjutan, mitigasi bencana, dan pelestarian lingkungan.
Geologi, Sampai Mati! — Merupakan jargon atau slogan yang kerap disyairkan oleh mahasiswa Teknik Geologi khususnya HMTG FT UGM. Pada bulan Juni – Juli tahun 2025, mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2023 melaksanakan kuliah lapangan geologi. Momen kuliah lapangan geologi menjadi momen yang dipandang mengerikan oleh mahasiswa geologi. Mengapa demikian? Diawali dengan pemetaan di daerah Bayat, Klaten dan sekitarnya mahasiswa ditempa agar memiliki daya fisik dan pikiran yang kuat selama di lapangan. Selama kurang lebih 10 hari, kegiatan mahasiswa tidak jauh dari bangun pagi ketika subuh, dilanjutkan senam pagi, lalu sarapan, dan pengecekan alat sebelum akhirnya mahasiswa diberangkatkan ke lapangan. Para mahasiswa pasti memiliki kenangan pada kegiatan ini, mulai dari capek, senang, sedih, marah dirasakan oleh semua mahasiswa.


Di kawasan kavling yang terletak di Kecamatan Tambakboyo, Kecamatan Kerek, dan Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, kegiatan pemetaan geologi mandiri memberikan wawasan yang menarik mengenai kondisi geologi lokal. Aktivitas pemetaan ini meliputi identifikasi litologi, struktur geologi, serta fenomena geomorfologi yang membentuk lanskap setempat.
