Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) sukses menyelenggarakan kuliah tamu pada Rabu (24/6/2026) di Aula Kampus II dengan menghadirkan akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. rer. nat. Ir. Arifudin Idrus, S.T., M.T., IPU. Mengusung tema “Mengelola Potensi Geologi Menuju Nilai Tambah Daerah: Perspektif Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan di Era Industri 4.0 dan Society 5.0”, kegiatan ini menjadi ruang strategis dalam mengulas masa depan pengelolaan sumber daya alam, khususnya sektor pertambangan di daerah.
SDG 4: Pendidikan Berkualitas
Universitas Gadjah Mada dan Kedutaan Besar (Kedubes) Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste, memperkuat komitmen kerja sama di bidang akademik dan riset, terutama riset mengenai antarktika dan perubahan iklim. Hal itu mengemuka dalam pertemuan Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM Dr. Danang Sri Hadmoko bersama Prof. Dr. Mirwan Ushada selaku Direktur Penelitian UGM, serta Ir. Nugroho Imam Setiawan, S.T., M.T., D.Sc., IPM selaku Direktur Tropical–Polar Interconnection Research Group (TPI-RG) dengan Duta Besar (H.E.) Mario Ignacio Artaza Kamis (18/6) lalu di Kampus UGM.
Research summary:
This project aims to develop sustainable and equitable pathways for the valorization of red mud generated from Indonesian bauxite mining through an integrated framework combining environmental remediation, CO₂ adsorption, and construction material development. The project applies a Life Cycle Sustainability Assessment (LCSA) approach, integrating environmental, economic, and social dimensions (including GEDSI principles), to evaluate and optimise the feasibility and impact of different valorization pathways. The outcomes will support evidence-based decision-making, promote circular economy practices, and enable scalable and inclusive implementation involving industry, communities, and policymakers.
Fenomena kemunculan api secara misterius di rumah Agus Yani di Padukuhan Kasuran, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Sleman, masih masih menjadi perhatian publik. Sejumlah penelitian menyebut bahwa api tersebut berasal dari gas metana dari dalam tanah. Namun Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) memastikan bahwa api bukan berasal dari rembesan gas alam maupun fenomena pembakaran spontan yang terjadi secara alami.
Ketua Tim PKPE FT UGM Prof Ir Alva Edy Tontowi menjelaskan, bahwa berbagai metode ]digunakan dalam penelitian tersebut. Mulai dari pengukuran medan elektromagnetik, pemetaan bawah permukaan menggunakan georadar dan geolistrik, pengamatan termal menggunakan drone, hingga analisis residu kebakaran di laboratorium.
Pasca kemunculan puluhan titik api secara misterius di sebuah rumah warga di Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman (22/5) lalu, Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM (FT UGM) terus melakukan serangkaian investigasi untuk mengungkap penyebab fenomena tersebut.
Observasi awal dilakukan pada Sabtu (30/5) oleh tim PKPE FT UGM yang dipimpin Prof. Alva Edi Tontowi. Dalam kegiatan tersebut, tim memperoleh informasi dari pihak Gegana Polda DIY bahwa pada titik kemunculan api terdeteksi adanya gas metana (CH₄). Selain itu, tim juga melakukan pengukuran menggunakan kamera termal untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya anomali panas di lokasi kejadian.
Lovetta Kiendra Octora (angkatan 2022), bisa dipanggil Vevy dan tim Saltdome meraih juara kedua dalam Smart Competition yang diselenggarakan oleh Oil and Gas Intellectual Parade 2026 (OGIP). Ini bukan kompetisi pertama untuk Vevy, namun ia berpendapat ini adalah kompetisi paling menyenangkan baginya.
Vevy sudah mulai berkompetisi saat masih di semester 2. Ia banyak berkonsultasi dengan dosen dan belajar keras agar selalu siap dalam kompetisi yang akan dihadapi. Meskipun sudah veteran lomba, Vevy masih sering merasa berdebar dan gugup. Ia menyebutkan keberhasilannya menjadi juara adalah kemampuan untuk kembali fokus di saat gugup.
Jihan Fathin Salsabila (angkatan 2023) bersama tim Selokan Mataram menjadi juara kompetisi International Geothermal Case Study yang diselenggarakan pada Oil and Gas Intellectual Parade 2026 (OGIP). Ketertarikan Jihan dalam mengikuti kompetisi tersebut didorong dari relevansi serta potensi dari bidang panas bumi terhadap urgensi Indonesia dalam usaha transisi energi.
Jihan menyebutkan bahwa ia dan timnya harus mempelajari hal-hal baru, menggabungkan pengetahuan geosains dari perkuliahan dengan pengetahuan teknikal seperti well targeting, yang membantu problem solving di sektor industri panas bumi.
Dua sesi Career Coaching digelar berturut-turut pada pekan pertama Mei, menghadirkan para profesional yang membuktikan bahwa perjalanan karier adalah marathon panjang, bukan sprint sesaat.
Eksplorasi dan pengeboran, dua kata yang menjadi inti dari Career Coaching ke-4, Kamis (7/5). Berlangsung selama dua jam penuh, diikuti dengan antusias oleh mahasiswa Teknik Geologi yang memenuhi Ruang 3.1 DTGL FT UGM. Sesi ini menghadirkan Rommel MS Manurung, Senior Exploration Operation Geoscience di Pertamina Regional 1. Dengan pengalaman cukup panjang di lapangan migas nasional, Rommel membawa peserta masuk ke dalam realitas dunia eksplorasi yang jarang terlihat dari bangku kuliah.
Ir. Tafif Azimuddin, atau biasa dipanggil Pak Tafif adalah salah satu alumni Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada angkatan 1983. Beliau pernah menjabat sebagai Vice President Project Development and Corporate Secretary of PT Pertamina Geothermal Energy, sebelum diangkat sebagai Direktur Eksplorasi dan Pengembangan di perusahaan plat merah yang sama. Beliau juga aktif di organisasi Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) sejak tahun 1991, dan menjabat sebagai Sekretaris Jenderal API 2011 sd 2023.
Setelah memberikan kontribusinya dengan luar biasa selama beberapa dekade di dunia energi hijau, Pak Tafif menikmati masa pensiunnya dengan hal positif. Contohnya adalah berlari. Kegiatan ini tidak baru saja beliau mulai, “sudah sejak tahun 2000-an awal,” ujarnya ketika jalan santai bersama dengan tim Strata di hari Minggu, 25 April 2026 lalu. Bersama dengan lingkaran larinya, beliau selalu mengusahakan untuk mencapai jarak lari setidaknya 100 – 200 km perbulan. Lingkaran lari yang beliau sebutkan tidak lain adalah alumni angkatan 1983 yang merupakan teman-teman sejurusannya kala itu.
Prof. Ferian Anggara, dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, kembali membawa kabar membanggakan lewat terobosan barunya yang berdampak dalam bidang agroindustri. Guru besar termuda di Departemen Teknik Geologi ini, bersama tim penelitinya, berhasil mengubah batubara kalori rendah menjadi Kalium Humat (K-Humat) yang merupakan pembenah tanah (lignite based soil stabilizer).
Hasil kerja keras tim penelitian ini kemudian dikembangkan menjadi produk kolaborasi antara UGM dan PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang diberi nama BAgrow. Peluncuran produk ini dilakukan di auditorium Fakultas teknik Universitas Gadjah Mada pada 21 Agustus 2025. Produk ini juga telah didukung oleh Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan dianggap sebagai terobosan inovatif dalam dunia pertanian.