Penulis : Nickita Dwiana Melinda

Lokasi Pemetaan Geologi Mandiri 2025 ini terletak di Kawasan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dengan kavling yang tersusun atas beberapa desa-desa yang lumayan ramai penduduk yang berprofesi sebagai petani, sehingga banyak dari daerah kavling yang masih dapat dilewati sepeda motor. Kegiatan pemetaan dimulai dengan menyusuri jalan-jalan besar dan jalanan sawah yang masih dapat diakses oleh sepeda motor dan menempatkan titik-titik pengamatan di setiap lokasi yang memadai. Selain jalanan, sungai juga merupakan lokasi yang kerap dicari untuk dijadikan titik pengamatan karena banyaknya informasi mengenai batuan yang dapat ditemukan di sungai baik secara litologi hingga struktur. Setelah daerah-daerah dengan akses jalan yang memadai sudah tercover, dilanjutkan dengan daerah-daerah yang dapat dilewati dengan jalan kaki.
Hari ketiga dimulainya kegiatan pemetaan geologi mandiri pada tanggal 4 Juli 2025 ditandai dengan pengamatan ke salah satu destinasi wisata alam ikonik daerah pemetaan, yakni Air Terjun Widuri. Lokasi atraksi turis ini terletak di Kemaduhbatur, Tawangharjo, Grobogan, Jawa Tengah dan umumnya ramai dikunjungi, terutama pada hari libur. Titik ini dipilih menjadi salah satu lokasi pengamatan langsung dikarenakan menampilkan struktur litologi serta morfologi dalam skala yang besar selagi masih bersifat relatif mudah diakses. Air Terjun Widuri sendiri merupakan bentukan kawah larutan batugamping (doline) yang dihasilkan oleh proses pelarutan kimia batuan karbonat oleh air sungai. Ketika batugamping yang terlarutkan tersebut runtuh, sistem aliran sungai terbuka dan menjadi air terjun.


Kegiatan pemetaan geologi tahun ini berada di Zona Rembang, di mana setiap individu mendapat tanggung jawab untuk memetakan area kavling seluas 5 × 4 km². Kavling saya terletak di Desa Lebengjumuk, Lebak, Putatsari, dan Godan, Kecamatan Grobogan dan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Kegiatan ini mencakup pengamatan litologi, pengukuran struktur geologi, pencatatan fitur geomorfologi, dan dokumentasi visual lapangan. Proses pengambilan data dilakukan dengan peta dasar, Avenza Maps, dan kompas geologi.