Penulis: Farhan Hamid

Desa Janjang terletak di Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Desa ini berada di bagian utara wilayah pemetaan saya, yakni kavling 99, dan termasuk daerah yang cukup menarik, baik dari sisi geologi maupun budayanya. Berdasarkan peta geologi regional, kavling ini mencakup tiga formasi batuan utama, yaitu Formasi Wonocolo, Formasi Ledok, dan Formasi Mundu. Ketiga formasi ini terbentuk dari lingkungan laut dangkal yang kaya akan sedimen karbonatan, hasil dari proses pengendapan jutaan tahun lalu. Saat pemetaan di sekitar Desa Janjang, saya menemukan beberapa satuan batuan yang menjadi ciri khas daerah ini, seperti batu gamping masif, batu lanau karbonatan dengan sisipan batu gamping, serta perselingan batu gamping. Singkapan batuan ini umumnya terlihat jelas di tepi-tepi perbukitan, beberapa bahkan membentuk lereng terjal yang menandakan ketahanan batuan terhadap pelapukan.
Dengan cakupan wilayah sekitar 20 km² atau setara 5 x 4 kilometer, setiap mahasiswa mendapatkan lokasi pemetaan yang berbeda. Saya berkesempatan melakukan pemetaan di Kabupaten Pati, tepatnya di Kecamatan Sukolilo. Wilayah ini memiliki karakteristik geologi yang menarik, antara lain keberadaan struktur sesar dextral dan sinistral, serta sistem kekar yang mempengaruhi kondisi batuan. Litologinya terdiri dari empat satuan batuan, sedangkan geomorfologinya terbagi menjadi tiga satuan bentuk lahan. Kondisi geologi ini memberikan tantangan tersendiri dalam proses pengamatan dan interpretasi di lapangan.


