Penulis: Andreas Manik
Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri (PGM) 2025 merupakan salah satu bagian penting dalam pembelajaran lapangan mahasiswa Departemen Teknik Geologi UGM. Program ini bertujuan untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam melakukan observasi geologi secara langsung, menginterpretasikan data lapangan, serta menyusunnya menjadi peta geologi yang akurat. Setiap mahasiswa bertanggung jawab terhadap satu area kavling yang menjadi lokasi studi mandiri.

Pada kavling yang saya kerjakan, terdapat tiga struktur geologi mayor yang menjadi fokus pengamatan, yaitu Antiklin Gegunung, Antiklin Sidonganti, dan Sesar Geser Kanan Sidonganti. Struktur-struktur ini menjadi indikasi penting dalam memahami sejarah deformasi dan dinamika tektonik wilayah tersebut. Kehadiran sesar geser kanan Sidonganti, misalnya, memberikan petunjuk tentang gaya tektonik yang bekerja di masa lalu dan bagaimana pengaruhnya terhadap pola pelipatan di sekitar area penelitian.
Dr. Nugroho Imam Setiawan, dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, bersama Wirastuti Widyatmanti, PhD dari Biro Manajemen Strategis UGM, tergabung dalam Delegasi Republik (Delri) yang dipimpin oleh Delegasi Direktorat Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI. Delegasi ini juga terdiri atas perwakilan dari Universitas Padjajaran (UNPAD) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

