Ketika Perjalanan Karier Tidak Selalu Berjalan Sesuai Rencana
Kalimat tersebut sedikit banyak menggambarkan perjalanan karier Pak Herki Priambodo (Geo-98) di bidang geologi. Kariernya dimulai di Total E&P Indonesie, Balikpapan sebagai seorang wellsite geologist pada tahun 2003. Kariernya di industri oil and gas kemudian berlanjut di beberapa perusahaan besar lainnya selama lebih dari satu dekade.
Pada tahun 2014, krisis harga minyak membawa dampak yang signifikan terhadap industri. Kondisi tersebut turut mengubah perjalanan karier Pak Herki. Oleh karena itu, pada tahun 2016, beliau harus mengakhiri kariernya di perusahaan tempatnya bekerja. Perubahan besar tersebut menempatkan beliau dalam survival mode. Awalnya, beliau mencoba untuk tetap bertahan sebagai operation geologist dan bekerja secara project by project. Namun, kenyataannya, kesempatan project tidak selalu ada. Situasi inilah yang menyebabkan Pak Herki menapaki perjalanan baru sebagai seorang entrepreneur.
Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat.