Menyingkap Perbukitan Wonosobo: Cerita dari Pemetaan Geologi Mandiri di Kaliwiro dan Kalibawang

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 saya laksanakan di dua kecamatan yang bertetangga di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yaitu Kecamatan Kaliwiro dan Kecamatan Kalibawang. Berdasarkan peta geologi regional Lembar Banjarnegara-Pekalongan dan Lembar Kebumen, kavling pemetaan saya berada pada zona Pegunungan Serayu Selatan, sebuah jalur perbukitan yang menyimpan rekaman panjang sejarah sedimentasi laut dalam hingga aktivitas gunung api darat.

Selama kegiatan lapangan, saya melakukan penelusuran jalur sepanjang sungai dan lereng bukit, pengukuran kedudukan lapisan batuan berupa jurus dan kemiringan, pemerian litologi pada setiap singkapan, serta pengambilan data untuk menyusun peta lintasan dan kolom stratigrafi.

Dari hasil pengamatan lapangan, kavling saya tersusun oleh tiga satuan batuan dengan urutan dari tua ke muda. Satuan tertua adalah Formasi Halang, yang saya jumpai berupa perselingan batupasir tufan dengan batulempung, disertai sisipan batulanau karbonatan dan batupasir karbonatan. Karakteristik litologi ini sejalan dengan penelitian terdahulu di zona Serayu Selatan yang mencatat Formasi Halang tersusun oleh perselingan batupasir, batulempung, dan batulanau hasil endapan arus turbidit pada Kala Miosen Tengah hingga Pliosen Awal. Di atas Formasi Halang, saya menjumpai Formasi Peniron dengan urutan stratigrafi yang khas, mulai dari aliran lava dengan struktur kekar lembar atau sheeting joint di bagian paling bawah, dilanjutkan breksi andesit dengan masa dasar tuf plagioklas, kemudian ditutup oleh lapili tuf dan tuf pada bagian atas.

Satuan termuda yang saya temukan adalah Anggota Breksi Formasi Ligung, yang menindih kedua formasi di bawahnya. Menariknya, Formasi Halang di kavling saya memiliki jurus dan kemiringan lapisan yang bervariasi cukup tajam antar lokasi pengamatan, yang saya interpretasikan sebagai hasil deformasi oleh sesar naik. Interpretasi ini didukung oleh penelitian struktur geologi regional yang mencatat adanya jalur sesar yang memotong Formasi Halang dan Formasi Peniron di wilayah Serayu Selatan, dengan aktivitas yang berlangsung pasca-pengendapan Formasi Peniron pada Kala Pliosen.

Salah satu fitur geologi lokal yang menarik perhatian saya adalah luasnya lahan sawah subur yang berkembang di atas Formasi Peniron. Dugaan awal saya, kesuburan tanah ini berkaitan dengan bahan induk vulkanik berupa andesit piroksen yang melapuk menjadi tanah. Secara mineralogis, proses pelapukan mineral piroksen pada batuan vulkanik memang dikenal melepaskan unsur hara makro seperti magnesium, kalsium, dan besi, yang menjadi cadangan hara penting bagi produktivitas lahan pertanian.

Beberapa hal yang ditemukan dalam kegiatan pemetaan ini juga memiliki keterkaitan langsung dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pemahaman terhadap kesuburan tanah vulkanik pada Formasi Peniron mendukung SDG 2 Tanpa Kelaparan, khususnya dalam upaya menjaga ketahanan pangan melalui pertanian yang produktif. Identifikasi potensi bahan bangunan andesit berkontribusi terhadap SDG 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, karena data ini dapat dimanfaatkan untuk pengembangan material konstruksi lokal. Pemetaan sebaran sesar dan litologi yang rawan longsor mendukung SDG 11 Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, terutama dalam perencanaan tata ruang yang memperhitungkan risiko bencana geologi. Terakhir, kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 15 Ekosistem Daratan, karena pemahaman karakteristik lahan menjadi dasar penting bagi pengelolaan sumber daya daratan yang berkelanjutan.

Melalui Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 ini, saya berharap data dan interpretasi yang dihasilkan dapat menjadi kontribusi awal bagi pemahaman kondisi geologi wilayah Kaliwiro dan Kalibawang secara lebih menyeluruh. Harapannya, hasil pemetaan ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat dan pemangku kepentingan setempat dalam perencanaan pemanfaatan lahan, serta pengelolaan sumber daya alam yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

Penulis: Nakeishaquila Maritza Taufik

 

Humas Departemen | Oktober 2026