Kuliah lapangan geologi di kawasan Karangsambung, khususnya di sekitar lintasan Banioro serta Pusat Riset Geologi BRIN, merupakan tonggak fundamental dalam memahami dinamika tektonik lempeng secara empiris di alam terbuka. Sebagai monumen geologi dan laboratorium alam terlengkap di Indonesia, kawasan ini merekam jejak tumbukan lempeng serta prisma akresi purba berumur Kapur Akhir hingga Paleogen. Berbasis di fasilitas stasiun riset BRIN, kegiatan ekskursi ini memadukan observasi lapangan langsung—mulai dari orientasi medan, pengukuran kedudukan struktur menggunakan kompas geologi, hingga rekonstruksi stratigrafi regional—sehingga konsep teoritis di ruang kuliah berpadu harmonis dengan fenomena geodinamika bumi yang sesungguhnya.
SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 membawa saya ke perbukitan Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, kavling saya terdiri dari 6 formasi batuan, yaitu Formasi Waturanda (Tmw), Penosogan (Tmp), Halang (Tmph), Peniron (Tpp), Damar (Qtd), dan Ligung (Qtlb). Aktivitas pemetaan dilakukan dengan menelusuri lintasan sungai dan bukaan jalan untuk mengamati singkapan, mencatat litologi, dan menentukan hubungan antarformasi, yang kemudian disusun menjadi peta geologi permukaan kavling.
Fitur geologi lokal yang menonjol adalah kontras litologi : lima formasi (Waturanda, Halang, Peniron, Damar, Ligung) didominasi breksi, sementara Penosogan justru tampil berbeda dengan perlapisan batupasir karbonatan, batupasir, dan batulempung yang lebih halus dan berlapis rapi. Breksi andesit yang melimpah di kavling ini juga dimanfaatkan warga sebagai bahan bangunan (pondasi, batu tepi jalan, batu hias), namun morfologi perbukitan berlereng dengan tanah lempung berplastisitas tinggi membuat wilayah ini rawan gerakan tanah.

Kegiatan pemetaan geologi merupakan kegiatan yang termasuk dalam rangkaian kuliah lapangan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Teknik Geologi UGM. Setiap mahasiswa nantinya akan mendapatkan suatu kaveling dengan luas 5 x 5 km yang harus dipetakan fitur – fitur geologi yang ada pada wilayah tersebut. Salah satu wilayah yang dipetakan adalah daerah Desa Legetan, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Daerah ini memiliki banyak fitur – fitur geologi yang menarik untuk disingkap secara lebih dalam.
Unveiling Geological History through Mapping
The Kulon Progo Mountains constitute an area within the Special Region of Yogyakarta characterized by diverse geology and fascinating landscapes. The hills found here are not merely the product of erosion and weathering but are the result of a series of geological processes spanning millions of years. The variety of rock formations exposed in Kulon Progo offers an opportunity to understand how the region’s geological environment has evolved over time. The presence of volcanic rocks, andesite intrusions, and carbonate rocks serves as evidence that the area once experienced magmatic and volcanic activity before transitioning into a shallow marine environment.
Kendal mungkin lebih sering dikenal melalui hamparan sawah, perbukitan, dan jalan-jalan yang menghubungkan bagian utara hingga selatan Jawa Tengah. Namun, di balik bentang alam yang terlihat sederhana tersebut, tersimpan perjalanan geologi yang berlangsung selama jutaan tahun. Setiap perbukitan, lembah, dan singkapan batuan menjadi bagian dari cerita panjang yang membentuk wilayah ini hingga seperti sekarang. Secara fisiografis, daerah pemetaan saya berada di Zona Serayu Utara. Wilayah Sukodadi dan sekitarnya sendiri memiliki bentang alam yang cukup beragam, mulai dari perbukitan hingga daerah dengan kemiringan lereng yang cukup terjal. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang paling terasa selama perjalanan pemetaan. Naik turun lereng, menyusuri jalan kecil, hingga mengikuti alur sungai membuat saya perlahan memahami bahwa bentuk permukaan bumi yang saya lihat ternyata memiliki hubungan erat dengan kondisi batuan dan struktur geologi di bawahnya. Penelitian di daerah ini menunjukkan adanya morfologi vulkanik dan fluvial dengan pola pengaliran subdendritik, yang memperlihatkan bagaimana proses geologi dan erosi bersama-sama membentuk bentang alam daerah ini.
Kegiatan kuliah lapangan geologi di Banjarnegara merupakan kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk menerapkan ilmu geologi secara langsung melalui aktivitas pemetaan pada masing-masing kavling. Kegiatan yang dilakukan meliputi observasi dan deskripsi singkapan, identifikasi litologi, pengukuran orientasi lapisan dan struktur geologi, pengamatan alterasi, serta pencatatan posisi setiap titik pengamatan. Di daerah Suwidak, dijumpai perselingan batulempung dan batupasir dengan struktur menghalus ke atas (fining upward) yang memiliki orientasi N245°E/66°. Data tersebut memberikan informasi mengenai proses sedimentasi serta deformasi yang dialami batuan setelah pengendapannya. Pemetaan juga dilakukan untuk mengetahui persebaran batuan dan struktur geologi sehingga dapat disusun gambaran kondisi geologi daerah penelitian secara lebih sistematis.
Hamparan perbukitan hijau di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara menyimpan rekam jejak dinamika bumi yang menakjubkan. Bergabung dalam Kelompok B11, saya mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi Kavling 99 melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026. Wilayah ini didominasi oleh Anggota Breksi Formasi Halang serta sebaran terbatas Formasi Halang. Menyusuri bentang alamnya menjadi petualangan ilmiah untuk membaca babak demi babak peristiwa geologi masa lalu yang membentuk kawasan ini.
Kegiatan pemetaan geologi di daerah Wadaslintang, khususnya di sekitar Gunung Lanang, menjadi salah satu pengalaman yang memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai bagaimana kondisi geologi suatu daerah dapat dipelajari secara langsung di lapangan. Selama ini, konsep mengenai litologi, struktur geologi, dan geomorfologi banyak saya pelajari melalui teori dan gambar di dalam kelas. Namun, ketika berada langsung di lapangan, saya dapat melihat bagaimana setiap unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu bentang alam.
Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi geologi suatu wilayah melalui pengamatan secara langsung di lapangan. Salah satu daerah yang menjadi lokasi pemetaan adalah Karanggayam, Kabupaten Kebumen. Selama kegiatan mapping, dilakukan pengamatan terhadap singkapan batuan, pengukuran kedudukan lapisan, identifikasi struktur geologi, serta pengamatan terhadap bentuk bentang alam yang berkembang di daerah kavling. Dari kegiatan tersebut, kondisi geologi daerah pemetaan dapat dipahami tidak hanya melalui teori, tetapi juga berdasarkan kenampakan dan data yang ditemukan secara langsung di lapangan. Di sisi lain, Karanggayam juga memiliki potensi wisata alam yang menarik, terutama keberadaan beberapa curug seperti Curug Kedondong dan Curug Sikebut.
Di tengah perkembangan Semarang yang menjadi salah satu kota besar di Jawa Tengah, tersimpan sejarah Geologi yang membentuk bentang alam, batuan, hingga kondisi lingkungan yang merekam berbagai proses geologi yang berlangsung dalam waktu yang panjang. Pemetaan geologi memberikan kesempatan untuk melihat wilayah dari sudut pandang yang berbeda.
Salah satu kenampakan menarik yang dijumpai selama pemetaan adalah Curug Gribik, yang memperlihatkan hubungan antara kondisi batuan, aliran air, dan juga proses geologi seperti dijumpai struktur perlapisan dengan arah yang berbeda – beda. Aliran air yang terus mengikis permukaan batuan secara perlahan turut membentuk karakteristik sungai, lembah, hingga air terjun yang dapat diamati hingga saat ini. Dari sisi geologi, keberadaan Curug Gribik menjadi salah satu fitur yang dapat memberikan gambaran mengenai proses geomorfologi yang berlangsung di daerah Banyumanik. Di sisi lain, keberadaan curug ini juga menunjukkan bahwa fitur geologi dapat memiliki nilai lain di luar aspek ilmiah. Lingkungan alami di sekitar Curug Gribik memiliki daya tarik tersendiri dan berpotensi dikembangkan sebagai wisata alam, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan kawasan. Dengan pengelolaan dan pelestarian yang baik, potensi tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan geologi Banyumanik kepada masyarakat.