Arsip:

SDG 11: Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan

Peta di Tangan, Manfaat untuk Kampung: Kontribusi Pemetaan Geologi Digital Kavling 010 bagi Pembangunan Berkelanjutan

Liputan kegiatan pemetaan geologi digital di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat. read more

Pemetaan Geologi Kaliwiro sebagai Dasar Memahami Potensi dan Kondisi Lingkungan

Wilayah Kaliwiro dan sekitarnya memiliki kondisi bentang alam yang cukup beragam, sehingga menarik untuk dikaji melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 ini. Kavling penelitian mencakup wilayah Tanjunganom, Grugu, Tracap, Ngadisono, serta sebagian Kaliwiro dan Gumelar, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan lapangan dilakukan dengan pengamatan singkapan pada tebing jalan dan dinding sungai, pencatatan data litologi, serta pengukuran struktur geologi, yang kemudian dikorelasikan dengan pola kontur. read more

Menelusuri Jejak Vulkanisme di Desa Ngaglik: Cerita dari Pemetaan Geologi Purworejo

Selama kurang lebih dua minggu pada bulan Juli, saya melakukan pemetaan geologi di Desa Ngaglik, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya. Dua minggu tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan karena pemetaan geologi ternyata bukan sekadar tentang mengamati batuan dan membuat peta. Hampir setiap hari kami harus berjalan beberapa kilometer untuk mencapai lokasi pengamatan, melewati jalan setapak, menaiki dan menuruni lereng yang cukup terjal, bahkan menyusuri aliran sungai untuk menemukan singkapan batuan yang dapat diamati. Medan yang didominasi punggungan dengan kemiringan sekitar 16–32° membuat perjalanan tidak selalu mudah. Namun, justru dari perjalanan tersebut kami dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi geologi membentuk bentang alam di sekitar wilayah pengamatan. read more

Memahami Aktivitas Gunung Api Indonesia: Keterkaitan Erupsi, Pengaruh Gempa, dan Pentingnya Kesiapsiagaan

Fenomena meningkatnya aktivitas beberapa gunung api di Indonesia dalam waktu yang berdekatan kerap menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah erupsi yang terjadi bersamaan memiliki keterkaitan? Apakah gempa bumi dapat memicu erupsi? Seberapa jauh dampak abu vulkanik dapat dirasakan masyarakat?

Berbagai pertanyaan tersebut dibahas dalam program Bincang Geologi yang menghadirkan Prof. Agung Harijoko dan Dr. Haryo Edi Wibowo, ahli vulkanologi dari Departemen Teknik Geologi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM). Diskusi membahas sistem magma gunung api, fenomena erupsi yang terjadi dalam waktu berdekatan, hubungan gempa bumi dengan aktivitas vulkanik, bahaya abu vulkanik, hingga pentingnya pemantauan dan kesiapsiagaan masyarakat. read more

Mengenal Ragam Fitur Geologi di Perbukitan Kulon Progo

Kulon Progo merupakan salah satu wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki bentang alam beragam. Perbukitan, lembah, tebing, hingga gua menjadi bagian dari karakter wilayah yang terbentuk melalui proses geologi dalam waktu yang panjang. Wilayah yang menjadi area pemetaan saya, keberadaan Air Terjun Sidoharjo, Goa Sriti, dan Paralayang Giri Sembung menunjukkan bagaimana kondisi alam dapat berperan dalam membentuk daya tarik wisata dengan karakter yang berbeda.

Kegiatan pemetaan geologi dilakukan melalui pengamatan singkapan, deskripsi litologi, pengukuran kedudukan batuan, identifikasi struktur geologi, pengamatan geomorfologi, serta pencatatan berbagai fitur yang dijumpai di lapangan. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan peta geologi, tetapi juga memberikan kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana proses geologi membentuk karakter suatu wilayah. read more

Potensi Sumber Daya Geologi pada Endapan Vulkanik Kuarter Daerah Sapuran, Kabupaten Wonosobo dan Sekitarnya

Bayangkan berjalan menyusuri perbukitan daerah Sapuran, Kabupaten Wonosobo, dengan hamparan hutan pinus yang sejuk dan tanah merah vulkanik yang subur di bawah kaki. Di balik pemandangan hijau tersebut, tersimpan jejak aktivitas gunung api masa lalu yang membentuk karakter geologi wilayah ini hingga sekarang. Perjalanan kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026, daerah Sapuran dan sekitarnya tidak hanya memperlihatkan keindahan bentang alam, tetapi juga menyimpan potensi sumber daya geologi yang berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan wisata alam masyarakat setempat. read more

Menelusuri Jejak Geologi di Pemandian Air Panas Krakal

Sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran, mahasiswa tahun kedua Teknik Geologi UGM melakukan pemetaan geologi yang memberikan kesempatan untuk mengenal kondisi geologi secara langsung melalui singkapan batuan, bentang alam, serta berbagai fenomena geologi yang dijumpai. Salah satu fenomena yang menarik adalah keberadaan Pemandian Air Panas (PAP) Krakal. PAP Krakal merupakan salah satu geosite yang berada di kawasan Geopark Karangsambung, Kebumen. Pemandian ini terletak di Desa Krakal, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, sekitar 11 kilometer di sebelah timur laut pusat kota. Perjalanan menuju lokasi akan melewati jalan yang berkelok dan naik turun, mengikuti morfologi perbukitan yang menjadi ciri khas kawasan Krakal. Keberadaan mata air panas Krakal telah dikenal masyarakat sejak dahulu. Berdasarkan cerita yang berkembang, sumber air panas ini ditemukan oleh Ki Ageng Sabdo Guno, seorang kerabat Keraton Surakarta. Di sekitar sumber tersebut banyak ditemukan batu berukuran kerakal, sehingga daerah ini kemudian dikenal dengan nama Krakal. Pada tahun 1905, sumber air panas tersebut kemudian dibangun menjadi pemandian oleh pemerintah Hindia Belanda. read more

Pemetaan Geologi Dan Potensi Geosite Daerah Plipiran Dan Sekitarnya, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah

Kabupaten Purworejo adalah salah satu daerah di Provinsi Jawa Tengah yang memiliki variasi fisiografi, dari daerah rendah hingga kawasan perbukitan di sisi utara. Salah satu daerah pegunungan tersebut adalah Kecamatan Bruno, yang berada di bagian utara Kabupaten Purworejo. Kecamatan Bruno memiliki topografi yang terdiri dari perbukitan, lembah, dan sistem sungai yang berkembang dengan baik. Salah satu lokasi di Kecamatan Bruno yang menarik untuk diteliti dari sudut pandang geologi adalah Desa Plipiran dan daerah sekitarnya. Desa Plipiran memiliki keadaan geomorfologi yang ditandai oleh bukit-bukit dan lembah-lembah yang banyak terdapat aliran sungai, sumber mata air, curug, dan air terjun. Secara regional, wilayah Bruno terletak dalam konteks Zona Serayu Selatan dan terdiri atas beberapa satuan batuan, termasuk Formasi Halang dan Formasi Peniron. Formasi Halang umumnya terdiri dari perselingan batupasir, batulanau, batulempung, tuf, dan breksi, sedangkan Formasi Peniron lebih sering ditemukan dalam bentuk breksi, batupasir, dan batuan vulkaniklastik. read more

Membaca Wadaslintang dari Singkapan: Pemetaan Geologi untuk Memahami Potensi dan Kerentanan Wilayah

Pengukuran strike dan dip batuan pada salah satu singkapan di daerah pemetaan

Kegiatan kuliah lapangan pemetaan geologi mandiri di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, menjadi kesempatan untuk memahami kondisi geologi suatu wilayah secara langsung melalui observasi lapangan. Dalam kegiatan ini, pemetaan dilakukan pada kavling yang telah ditentukan dengan mengintegrasikan pengamatan singkapan batuan, pengukuran kedudukan batuan, identifikasi struktur geologi, pengamatan geomorfologi, serta pencatatan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Setiap singkapan yang ditemukan tidak hanya dicatat sebagai data geologi, tetapi juga digunakan untuk memahami hubungan antara litologi, bentuk lahan, dan proses geologi yang berkembang di wilayah tersebut. Melalui kegiatan tersebut, data lapangan kemudian diolah menjadi peta geologi yang menggambarkan persebaran satuan batuan dan struktur geologi pada daerah kavling. read more

Menelusuri Kompleksitas Geologi Dan Jejak Tektonik Di Daerah Sipedang Dan Sekitarnya, Banjarnegara

Di daerah Sipedang dan sekitarnya, batuan menjadi saksi dari proses geologi yang berlangsung jauh sebelum wilayah ini dikenal seperti sekarang. Hasil pemetaan Geologi Mandiri 2026 menunjukkan adanya berbagai singkapan dengan orientasi yang beragam. Beberapa singkapan memperlihatkan kenampakan yang menyerupai lipatan, sementara pada singkapan lainnya dijumpai patahan. Ditemukan juga batuan dengan kenampakan yang unik seperti coklat. Keragaman kenampakan tersebut menjadi bagian dari karakter geologi yang dapat diamati di daerah pemetaan. read more