Pendahuluan
Pada awal bulan Juli, saya melaksanakan kegiatan pemetaan geologi mandiri di wilayah Kecamatan Broena, Purworejo. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan yang bertujuan untuk memahami kondisi geologi secara langsung melalui pengamatan dan pemetaan detail terhadap kondisi batuan, geomorfologi, serta struktur geologi di daerah kavling dan sekitarnya. Kegiatan pemetaan tidak hanya dilakukan dengan menyusuri sungai dan medan perbukitan, tetapi juga mencakup pengamatan karakteristik batuan, hubungan antarsatuan batuan, serta berbagai struktur geologi yang berkembang di wilayah pemetaan.
Kegiatan lapangan ini diawali dengan kedatangan saya bersama teman-teman sekelompok ke Kecamatan Broena pada bulan Juni. Kami terlebih dahulu mengunjungi kantor kecamatan dan memperoleh sambutan dari Bapak Camat Broena. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan bahwa wilayah Broena dan sekitarnya cukup sering menjadi lokasi penelitian mahasiswa, khususnya yang berkaitan dengan kondisi dan kerentanan terhadap bencana tanah longsor. Informasi tersebut menjadi gambaran awal mengenai pentingnya pemahaman kondisi geologi daerah ini, terutama dalam kaitannya dengan karakteristik bentang alam dan potensi bencana geologi.
Kondisi Geologi Daerah Pemetaan
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan lapangan, daerah kavling pemetaan memiliki kondisi geologi yang cukup beragam. Satuan batuan yang dijumpai didominasi oleh breksi dan tuf, serta perlapisan batupasir tufan dan batulanau tufan. Keberadaan berbagai jenis batuan tersebut menunjukkan adanya aktivitas vulkanik dan proses sedimentasi yang berlangsung dalam sejarah geologi daerah tersebut.
Salah satu fitur geologi yang menarik dalam kegiatan pemetaan adalah keberadaan endapan gunung api Kuarter yang menutupi beberapa bagian dari satuan breksi dan tuf. Kehadiran material vulkanik tersebut memberikan pengaruh terhadap karakteristik permukaan dan warna batuan di beberapa lokasi pengamatan. Variasi warna seperti merah, ungu, hingga cokelat dapat berkaitan dengan komposisi material, kondisi pelapukan, serta proses alterasi atau perubahan kimia yang berlangsung pada material batuan.
Selain kondisi litologi, pemetaan juga menemukan sejumlah struktur geologi yang memberikan informasi mengenai proses deformasi yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Struktur berupa slump, lipatan-lipatan minor, dan rekahan dijumpai pada beberapa lokasi pengamatan. Struktur-struktur tersebut menjadi bukti bahwa daerah pemetaan telah mengalami berbagai proses geologi setelah batuan terbentuk. Kehadiran struktur tersebut juga membantu dalam memahami hubungan antara proses tektonik, pembentukan batuan, dan perkembangan bentang alam yang terdapat di wilayah Broena dan sekitarnya.

Pemetaan Geologi dan Potensi Bencana Lokal
Informasi geologi yang diperoleh dari kegiatan pemetaan tidak hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Salah satu manfaat yang paling relevan adalah dalam memahami potensi bencana gerakan tanah atau tanah longsor. Wilayah pemetaan memiliki relief yang cukup bervariasi, dengan elevasi sekitar 300–1.000 meter di atas permukaan laut. Perubahan relief yang cukup signifikan tersebut, ditambah dengan kondisi perbukitan dan keberadaan batuan yang memiliki tingkat pelapukan serta rekahan tertentu, dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam kajian kestabilan lereng.
Pemetaan geologi secara detail dapat menghasilkan informasi mengenai persebaran litologi, kondisi batuan, struktur geologi, tingkat pelapukan, serta karakteristik lereng. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai data dasar untuk mengidentifikasi wilayah yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap longsor. Keberadaan rekahan dan struktur geologi tertentu, misalnya, dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kestabilan massa batuan, terutama ketika dikombinasikan dengan kemiringan lereng dan kondisi air permukaan maupun air tanah.
Dengan demikian, hasil pemetaan pada skala kavling dapat menjadi bagian dari informasi geologi yang lebih luas untuk mendukung penelitian dan kajian kebencanaan di Kecamatan Broena. Data lapangan yang dikumpulkan secara sistematis dapat membantu memberikan gambaran mengenai hubungan antara kondisi geologi dengan karakteristik bentang alam serta potensi terjadinya bencana geologi.
Kontribusi Pemetaan terhadap Masyarakat
Kegiatan pemetaan geologi pada dasarnya merupakan kegiatan ilmiah yang menghasilkan informasi mengenai kondisi bawah permukaan dan perkembangan geologi suatu wilayah. Namun, manfaatnya dapat diperluas apabila hasil pemetaan tersebut dikaitkan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam konteks Kecamatan Broena, informasi mengenai kondisi batuan dan struktur geologi dapat menjadi salah satu data pendukung dalam memahami potensi bahaya longsor di wilayah perbukitan.
Data geologi yang lebih detail dapat membantu memberikan gambaran mengenai wilayah yang perlu mendapatkan perhatian lebih dalam pembangunan infrastruktur maupun pemanfaatan lahan. Pengetahuan mengenai karakteristik batuan dan kestabilan lereng juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi permukiman, jalan, maupun fasilitas umum sehingga pembangunan dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan kondisi lingkungan dan potensi bencana.
Oleh karena itu, meskipun pemetaan yang dilakukan berada dalam lingkup kavling dan merupakan bagian dari kegiatan akademik, hasilnya tetap memiliki nilai yang lebih luas. Setiap data singkapan, jenis batuan, struktur geologi, dan kondisi geomorfologi yang dikumpulkan dapat menjadi bagian dari informasi dasar yang berguna untuk penelitian lanjutan serta pengembangan kajian mitigasi bencana di daerah Broena dan sekitarnya.
Keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs)
Kegiatan pemetaan geologi di Kecamatan Broena juga memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Salah satu tujuan yang relevan adalah SDG 11: Sustainable Cities and Communities, yang berfokus pada pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pemahaman terhadap kondisi geologi suatu wilayah merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kawasan yang lebih aman, terutama di daerah yang memiliki potensi bencana geologi seperti tanah longsor.
Hasil pemetaan geologi dapat menjadi informasi dasar untuk mendukung identifikasi wilayah rawan bencana sehingga perencanaan pembangunan dapat mempertimbangkan kondisi alam setempat. Dengan mengetahui karakteristik batuan, struktur geologi, serta kondisi medan, pembangunan infrastruktur dan permukiman diharapkan dapat dilakukan secara lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan SDG 13: Climate Action, khususnya dalam konteks peningkatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan lingkungan dan bencana yang berkaitan dengan kondisi iklim. Curah hujan yang tinggi dapat menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya longsor pada wilayah dengan kondisi geologi dan morfologi tertentu. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai kondisi geologi dan pemetaan wilayah yang memiliki kerentanan terhadap longsor dapat mendukung upaya pengurangan risiko bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Penutup
Pemetaan geologi mandiri di Kecamatan Broena memberikan pengalaman penting dalam memahami kondisi geologi suatu wilayah secara langsung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daerah pemetaan memiliki keragaman litologi berupa breksi, tuf, batupasir tufan, dan batulanau tufan, serta dipengaruhi oleh keberadaan endapan gunung api Kuarter. Selain itu, ditemukannya struktur berupa slump, lipatan minor, dan rekahan memberikan informasi mengenai proses deformasi dan dinamika geologi yang pernah berlangsung di daerah tersebut.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan akademik, kegiatan pemetaan ini menunjukkan bahwa informasi geologi memiliki peran penting dalam memahami kondisi lingkungan dan potensi bencana di suatu wilayah. Data mengenai persebaran batuan, struktur geologi, kondisi lereng, dan karakteristik geomorfologi dapat menjadi dasar untuk mendukung kajian kerentanan longsor serta perencanaan pembangunan yang lebih memperhatikan kondisi alam.
Dengan demikian, pemetaan geologi pada skala lokal dapat menjadi bagian kecil dari upaya yang lebih besar dalam menciptakan wilayah yang aman, tangguh, dan berkelanjutan. Melalui integrasi antara ilmu geologi, mitigasi bencana, dan perencanaan wilayah, kegiatan pemetaan di Kecamatan Broena tidak hanya memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sejalan dengan semangat SDG 11 dan SDG 13 dalam mewujudkan masyarakat yang lebih tangguh terhadap risiko bencana dan perubahan lingkungan.
Penulis: Hieldagardis G F Trombine
Humas Departemen | Oktober 2026