Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 membawa saya ke perbukitan Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, kavling saya terdiri dari 6 formasi batuan, yaitu Formasi Waturanda (Tmw), Penosogan (Tmp), Halang (Tmph), Peniron (Tpp), Damar (Qtd), dan Ligung (Qtlb). Aktivitas pemetaan dilakukan dengan menelusuri lintasan sungai dan bukaan jalan untuk mengamati singkapan, mencatat litologi, dan menentukan hubungan antarformasi, yang kemudian disusun menjadi peta geologi permukaan kavling.
Fitur geologi lokal yang menonjol adalah kontras litologi : lima formasi (Waturanda, Halang, Peniron, Damar, Ligung) didominasi breksi, sementara Penosogan justru tampil berbeda dengan perlapisan batupasir karbonatan, batupasir, dan batulempung yang lebih halus dan berlapis rapi. Breksi andesit yang melimpah di kavling ini juga dimanfaatkan warga sebagai bahan bangunan (pondasi, batu tepi jalan, batu hias), namun morfologi perbukitan berlereng dengan tanah lempung berplastisitas tinggi membuat wilayah ini rawan gerakan tanah.

Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat.


