Arsip:

SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim

Menyingkap Geologi Kaliwiro: Catatan Dari Pemetaan Geologi Mandiri 2026

Kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 membawa saya ke perbukitan Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo, kavling saya terdiri dari 6 formasi batuan, yaitu Formasi Waturanda (Tmw), Penosogan (Tmp), Halang (Tmph), Peniron (Tpp), Damar (Qtd), dan Ligung (Qtlb). Aktivitas pemetaan dilakukan dengan menelusuri lintasan sungai dan bukaan jalan untuk mengamati singkapan, mencatat litologi, dan menentukan hubungan antarformasi, yang kemudian disusun menjadi peta geologi permukaan kavling.

Fitur geologi lokal yang menonjol adalah kontras litologi : lima formasi (Waturanda, Halang, Peniron, Damar, Ligung) didominasi breksi, sementara Penosogan justru tampil berbeda dengan perlapisan batupasir karbonatan, batupasir, dan batulempung yang lebih halus dan berlapis rapi. Breksi andesit yang melimpah di kavling ini juga dimanfaatkan warga sebagai bahan bangunan (pondasi, batu tepi jalan, batu hias), namun morfologi perbukitan berlereng dengan tanah lempung berplastisitas tinggi membuat wilayah ini rawan gerakan tanah. read more

Menyingkap Aktivitas Vulkanik Purba di Balik Sawah dan Hutan Pinus: Kisah Pemetaan Geologi di Desa Legetan dan Sekitarnya, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo

Kegiatan pemetaan geologi merupakan kegiatan yang termasuk dalam rangkaian kuliah lapangan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Teknik Geologi UGM. Setiap mahasiswa nantinya akan mendapatkan suatu kaveling dengan luas 5 x 5 km yang harus dipetakan fitur – fitur geologi yang ada pada wilayah tersebut. Salah satu wilayah yang dipetakan adalah daerah Desa Legetan, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Daerah ini memiliki banyak fitur – fitur geologi yang menarik untuk disingkap secara lebih dalam. read more

Pemetaan Geologi Mandiri 2026 : Membaca Jejak Bumi di Desa Panawaren, Gambaran, Lamuk dan Sekitarnya untuk Mengenali Potensi dan Risiko Wilayah

Pemetaan Geologi merupakan fondasi dasar bagi Mahasiswa Teknik Geologi agar dapat menjadi seorang Geologist. Pemetaan Geologi UGM 2026 dilaksanakan pada bulan juli 2026, penulis mendapatkan lokasi kavling/pemetaan pada daerah Desa Panawaren, Sawangan, Gambaran, dan sekitarnya, Kecamatan Sigaluh, Leksono, dan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah dengan luas kavling sekitar 4 x 5 kilometer. Aktivitas Pemetaan Geologi dilaksanakan selama 15 hari.

Pemetaan mandiri dilaksanakan pada kavling yang telah diberikan, yakni kavling 50 bersama porter saya bernama Levin yang menemani perjalanan penulis selama pemetaan mandiri. Penulis bersama Levin menjelajahi daerah kavling, mendaki bukit, menuruni lembah, menyusuri sungai, serta melewati semak belukar dengan menggunakan motor vario KZR 125 kesayangan penulis dan berjalan kaki apabila tidak bisa diakses dengan menggunakan motor. Rekonaisans dilaksanakan pada hari ke-9 pemetaan mandiri bersama dosen pembimbing. Pada hari ke-15 pemetaan dilaksanakan aktivitas checking bersama dosen pembimbing untuk memastikan data dan menutup kegiatan pemetaan mandiri di daerah kavling. read more

Menyingkap Dinamika Purba di Batas Banyumas–Banjarnegara: Catatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026

Hamparan perbukitan hijau di perbatasan Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Banjarnegara menyimpan rekam jejak dinamika bumi yang menakjubkan. Bergabung dalam Kelompok B11, saya mendapatkan kesempatan untuk mengeksplorasi Kavling 99 melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026. Wilayah ini didominasi oleh Anggota Breksi Formasi Halang serta sebaran terbatas Formasi Halang. Menyusuri bentang alamnya menjadi petualangan ilmiah untuk membaca babak demi babak peristiwa geologi masa lalu yang membentuk kawasan ini. read more

Dari Singkapan hingga Peta: Pengalaman Pemetaan Geologi di Gunung Lanang, Wadaslintang

Kegiatan pemetaan geologi di daerah Wadaslintang, khususnya di sekitar Gunung Lanang, menjadi salah satu pengalaman yang memberikan pemahaman baru bagi saya mengenai bagaimana kondisi geologi suatu daerah dapat dipelajari secara langsung di lapangan. Selama ini, konsep mengenai litologi, struktur geologi, dan geomorfologi banyak saya pelajari melalui teori dan gambar di dalam kelas. Namun, ketika berada langsung di lapangan, saya dapat melihat bagaimana setiap unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu bentang alam. read more

Peta di Tangan, Manfaat untuk Kampung: Kontribusi Pemetaan Geologi Digital Kavling 010 bagi Pembangunan Berkelanjutan

Liputan kegiatan pemetaan geologi digital di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta

Kulon Progo, 10 Juli 2026 — Di balik perbukitan tua yang membentang di Kecamatan Samigaluh dan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, sekelompok mahasiswa Departemen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada tengah menuntaskan salah satu tahap penting dalam pendidikan kebumian mereka: pemetaan geologi. Kegiatan yang tercakup dalam salah satu wilayah yakni Kavling 010. Kegiatan ini bukan sekadar latihan akademik di ruang kelas, melainkan sebuah proses membaca ulang lanskap yang telah terbentuk selama jutaan tahun, sekaligus menyusun data yang kelak dapat menjadi rujukan bagi pengelolaan wilayah setempat. read more

Pemetaan Geologi Kaliwiro sebagai Dasar Memahami Potensi dan Kondisi Lingkungan

Wilayah Kaliwiro dan sekitarnya memiliki kondisi bentang alam yang cukup beragam, sehingga menarik untuk dikaji melalui kegiatan Pemetaan Geologi Mandiri 2026 ini. Kavling penelitian mencakup wilayah Tanjunganom, Grugu, Tracap, Ngadisono, serta sebagian Kaliwiro dan Gumelar, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo. Kegiatan lapangan dilakukan dengan pengamatan singkapan pada tebing jalan dan dinding sungai, pencatatan data litologi, serta pengukuran struktur geologi, yang kemudian dikorelasikan dengan pola kontur. read more

Menelusuri Jejak Vulkanisme di Desa Ngaglik: Cerita dari Pemetaan Geologi Purworejo

Selama kurang lebih dua minggu pada bulan Juli, saya melakukan pemetaan geologi di Desa Ngaglik, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, dan daerah sekitarnya. Dua minggu tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan karena pemetaan geologi ternyata bukan sekadar tentang mengamati batuan dan membuat peta. Hampir setiap hari kami harus berjalan beberapa kilometer untuk mencapai lokasi pengamatan, melewati jalan setapak, menaiki dan menuruni lereng yang cukup terjal, bahkan menyusuri aliran sungai untuk menemukan singkapan batuan yang dapat diamati. Medan yang didominasi punggungan dengan kemiringan sekitar 16–32° membuat perjalanan tidak selalu mudah. Namun, justru dari perjalanan tersebut kami dapat melihat secara langsung bagaimana kondisi geologi membentuk bentang alam di sekitar wilayah pengamatan. read more

Membaca Wadaslintang dari Singkapan: Pemetaan Geologi untuk Memahami Potensi dan Kerentanan Wilayah

Pengukuran strike dan dip batuan pada salah satu singkapan di daerah pemetaan

Kegiatan kuliah lapangan pemetaan geologi mandiri di Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo, menjadi kesempatan untuk memahami kondisi geologi suatu wilayah secara langsung melalui observasi lapangan. Dalam kegiatan ini, pemetaan dilakukan pada kavling yang telah ditentukan dengan mengintegrasikan pengamatan singkapan batuan, pengukuran kedudukan batuan, identifikasi struktur geologi, pengamatan geomorfologi, serta pencatatan kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Setiap singkapan yang ditemukan tidak hanya dicatat sebagai data geologi, tetapi juga digunakan untuk memahami hubungan antara litologi, bentuk lahan, dan proses geologi yang berkembang di wilayah tersebut. Melalui kegiatan tersebut, data lapangan kemudian diolah menjadi peta geologi yang menggambarkan persebaran satuan batuan dan struktur geologi pada daerah kavling. read more

Geologi untuk Pembangunan Berkelanjutan: Potensi Hidrokarbon dan Kerawanan Longsor di Daerah Sidokumpul, Kendal

Di kesempatan tahun 2026 ini, Zona Serayu Utara menjadi target utama untuk aktivitas mapping mandiri untuk Mahasiswa Teknik Geologi UGM angkatan tahun 2024 di akhir semester 4 ini. Kali ini menyusuri daerah yang cukup bisa dibilang lumayan jauh dari aktivitas magmatisme yakni di zona Kendal. Secara umum, daerah Kendal dipenuhi dengan lapisan sedimen yang terlipat yang sudah terbentuk di kala tersier. Proses perlipatan diikuti dengan aktivitas vulkanisme oleh Gunung Ungaran purba dan Gunung Sindoro di kala kuarter. read more