Menyingkap Aktivitas Vulkanik Purba di Balik Sawah dan Hutan Pinus: Kisah Pemetaan Geologi di Desa Legetan dan Sekitarnya, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo

Kegiatan pemetaan geologi merupakan kegiatan yang termasuk dalam rangkaian kuliah lapangan yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Teknik Geologi UGM. Setiap mahasiswa nantinya akan mendapatkan suatu kaveling dengan luas 5 x 5 km yang harus dipetakan fitur – fitur geologi yang ada pada wilayah tersebut. Salah satu wilayah yang dipetakan adalah daerah Desa Legetan, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo. Daerah ini memiliki banyak fitur – fitur geologi yang menarik untuk disingkap secara lebih dalam.

Daerah Desa Legetan termasuk ke dalam formasi andesit tua yang berasal dari aktivitas vulkanik purba berumur miosen. Hal ini mengakibatkan banyaknya material vulkanik yang membantu kesuburan tanah daerah tersebut. Ditambah lagi, daerah ini dialiri dua sungai besar yaitu Sungai Bogowonto dan Sungai Kudil yang memastikan pasokan air bagi daerah tersebut. Alhasil daerah ini dimanfaatkan warga untuk kegiatan persawahan dan juga budidaya pohon pinus dan pohon karet.

Jika ditinjau dari sisi geologinya, daerah pemetaan ini memiliki beberapa litologi yang berbeda. Pertama, terdapat breksi piroklastik dengan fragmen berupa andesit. Selanjutnya, terdapat lapisan lapili tuf yang berada menumpang di atas breksi piroklastik serta batupasir tufan dengan ketebalan mencapai 40 meter. Terakhir, terdapat batupasir karbonatan di sisi selatan dari kaveling pemetaan. Berdasarkan temuan tersebut dapat diperkirakan bahwa dahulunya terdapat gunung api purba yang aktif di daerah tersebut. Seiring dengan berjalannya waktu, aktivitas tersebut melemah hingga daerah tersebut mengalami perubahan lingkungan menjadi lingkungan laut dangkal. Yang ditandai dengan ditemukannya batuan – batuan karbonatan. Selain itu ditemukan penanda aktivitas tektonik berupa sesar geser dekstral yang berada di dekat anak Sungai Bogowonto.

Proses pemetaan yang dijalani tidak selalu diisi oleh kegiatan yang serius dan spaneng. Di sela – sela pemetaan terjadi berbagai peristiwa unik yang layak dikenang. Warga sekitar menyambut ramah dengan kerap menawarkan hidangan dan minuman hangat yang menambah semangat dalam melaksanakan pemetaan. Selain itu kami sempat menyapa anak – anak sekitar dan ikut serta bermain sepak bola sembari menikmati senja yang tenggelam di menuruni punggungan yang berada di barat Sungai Bogowonto.

Harapannya pemetaan ini dapat menjadi referensi bagi penggunaan tata lahan di wilayah pemetaan. Terlebih lagi wilayah ini sedang diadakan proyek pembuatan Bendungan Bener. Sehingga hasil pemetaan ini dapat menjadi pertimbangan tambahan agar pembangunan yang berlangsung dapat berjalan dengan efisien dan meminimalisir kerusakan lingkungan selaras dengan nilai – nilai SDG yang digaungkan oleh pemerintah seperti SDG 11 tentang kota dan permukiman yang berkelanjutan dan SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim melalui peningkatan pemahaman terhadap kerentanan lingkungan.

Penulis: Chessa Audreynanta

 

Humas Departemen | Oktober 2026