Geologi, Sumber Daya dan Masyarakat: Pemetaan Geologi sebagai Jembatan antara Mahasiswa Geologi dan Masyarakat dalam Memahami Pemanfaatan Sumber Daya Berkelanjutan

Bumi, tempat hidup seluruh umat manusia yang menyimpan begitu banyak sumber daya dan misteri geologi yang membentuknya, sumber daya yang dibutuhkan serta misteri yang ingin dipecahkan memerlukan lebih dari sekedar teori ruang kelas. Ilmu Geologi membutuhkan pengamatan langsung terhadap batuan, bentang alam, struktur hingga proses geologi yang menjadi misteri yang ingin dipecahkan. Hal ini yang menjadi pendorong adanya Kuliah Lapangan Geologi di penghujung semester empat mahasiswa Teknik Geologi UGM.

Pemetaan Geologi Mandiri merupakan bagian dari Kuliah Lapangan Geologi 2026, yang pada kali ini dilakukan di Kabupaten Purworejo, mencakup kecamatan Bener dan Loano. Secara regional kecamatan Bener dan Loano merupakan bagian dari zona pegunungan Serayu Selatan yang tersusun oleh Formasi Kebobutak berupa breksi andesit hingga aliran lava dan Formasi Sentolo namun demikian, berdasarkan hasil pemetaan, formasi tersebut berada di luar kavling penelitian. Hal ini pula yang menjadi alasan dilakukan pemetaan dengan skala 1:25000 sehingga data hasil pemetaan akan lebih rinci.

Pemetaan Geologi Mandiri tidak selalu berjalan dengan lancar tanpa hambatan, begitu banyak tantangan yang harus dilalui oleh mahasiswa Teknik Geologi, salah satunya adalah ketika salah seorang teman kelompok penulis yang mendapat penolakan ketika hendak melakukan pemetaan di wilayah Desa Wadas, Desa yang memiliki Sejarah penolakan tambang andesit yang juga menjadi lokasi pertampalan kavling kami. Peristiwa tersebut membuka sudut pandang kami sebagai mahasiswa geologi: bahwa sebuah daerah yang secara geologis memiliki prospek sumber daya juga merupakan ruang hidup masyarakat dengan sejarah, kepentingan hingga persoalannya sendiri.

Dari berbagai pengalaman yang telah dilalui, pemetaan geologi memiliki banyak peran. Pertama, sebagai instrumen pembelajaran mahasiswa untuk memahami lokasi penelitian dengan mengumpulkan data lapangan serta interpretasi. Kedua, sebagai sumber informasi pada konteks tertentu membantu masyarakat memahami kondisi geologi, potensi sumber daya, maupun karakteristik lingkungan di daerahnya melalui perbincangan kecil saat berpapasan di lapangan. Ketiga, Pemetaan Geologi juga menimbulkan pertanyaan kritis: bagaimana ilmu geologi dapat dipelajari dan dimanfaatkan tanpa mengabaikan masyarakat yang hidup di wilayah tersebut?

Hal-hal tersebut sejalan dengan SDG 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan) melalui pemahaman potensi bencana dan lingkungan demi ruang hidup yang aman serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang kuat) melalui pendekatan yang beretika, inklusif dan partisipatif dengan melibatkan masyarakat langsung dalam proses pengambilan keputusan.

Penulis: Mesya Alfiza Miraza

 

Humas Departemen | Oktober 2026