Petualangan Karangsambung

Kuliah lapangan geologi di kawasan Karangsambung, khususnya di sekitar lintasan Banioro serta Pusat Riset Geologi BRIN, merupakan tonggak fundamental dalam memahami dinamika tektonik lempeng secara empiris di alam terbuka. Sebagai monumen geologi dan laboratorium alam terlengkap di Indonesia, kawasan ini merekam jejak tumbukan lempeng serta prisma akresi purba berumur Kapur Akhir hingga Paleogen. Berbasis di fasilitas stasiun riset BRIN, kegiatan ekskursi ini memadukan observasi lapangan langsung—mulai dari orientasi medan, pengukuran kedudukan struktur menggunakan kompas geologi, hingga rekonstruksi stratigrafi regional—sehingga konsep teoritis di ruang kuliah berpadu harmonis dengan fenomena geodinamika bumi yang sesungguhnya.

Penelusuran singkapan di sepanjang lintasan Banioro dan Sungai Luk Ulo membuka jendela observasi terhadap tingginya kompleksitas litologi Kompleks Melange Luk Ulo. Di area ini teridentifikasi berbagai macam blok batuan campur aduk (mélange) dalam matriks lempung bersisik (scaly clay), meliputi batuan metamorf derajat tinggi dan rendah seperti sekis mika, dan filit, hingga fragmen ofiolit seperti basal bantal (pillow lava) dan gabro. Pengamatan lapangan turut meneliti batas ketidakselarasan dengan runtunan sedimen klastik turbidit Formasi Karangsambung dan Formasi Totogan, yang menegaskan fase sedimentasi laut dalam pasca-kolisi di atas lantai samudra purba.

Melalui serangkaian kegiatan pemetaan, pengukuran bidang perlapisan, identifikasi sesar, serta rekonstruksi penampang geologi, kegiatan lapangan ini tidak hanya mengasah ketajaman analisis saintifik dan keterampilan teknis geologis mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan apresiasi mendalam terhadap proses pembentukan kepulauan Nusantara selama puluhan juta tahun.

Penulis: Rastra Adhya Wiratama

 

Humas Departemen | Oktober 2026