Penulis: Qomaidha Zahrotul Kumala

Kuliah lapangan geologi mandiri di daerah Jomblang, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi salah satu kegiatan penting dalam memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap proses geologi secara langsung di lapangan. Lokasi pengamatan ini memperlihatkan singkapan tebing batuan sedimen dengan litologi dominan berupa batulanau karbonatan. Batuan ini terbentuk dari material halus yang kaya akan komponen karbonat, yang terendapkan di lingkungan laut dangkal atau perairan tenang pada masa lalu. Ciri ini terlihat dari tekstur halusnya serta kandungan karbonat yang cukup tinggi, yang menjadi indikasi adanya kontribusi organisme laut seperti moluska atau foraminifera dalam proses pengendapannya. Kondisi ini menjadikan batulanau karbonatan di Jomblang sebagai rekaman penting lingkungan purba yang menyimpan informasi geologi bernilai tinggi.
Salah satu daya tarik utama dari singkapan ini adalah keberadaan struktur geologi berupa sesar geser sinistral. Sesar ini menunjukkan adanya pergeseran horizontal dengan arah geser ke kiri, yang kemungkinan merupakan bagian dari struktur mayor berukuran sangat besar. Keberadaan sesar geser sinistral di lokasi ini memberikan petunjuk tentang dinamika tektonik yang pernah terjadi di kawasan Blora dan sekitarnya. Gerakan tektonik yang membentuk sesar tersebut mungkin berhubungan dengan aktivitas lempeng pada skala regional, sehingga mempengaruhi pembentukan cekungan sedimen di Jawa Tengah bagian timur. Observasi lapangan terhadap arah pergeseran, bidang sesar, dan indikator pergerakan lainnya menjadi data penting untuk mendukung interpretasi sejarah deformasi di wilayah ini.
Selain litologi dan struktur, singkapan di Jomblang juga menyimpan bukti kehidupan purba berupa fosil. Beberapa cangkang fosil ditemukan terawetkan di dalam batulanau karbonatan, memberikan petunjuk bahwa area ini pernah menjadi habitat organisme laut pada masa lalu. Analisis paleontologi terhadap fosil ini akan membantu mengidentifikasi jenis organisme, memprediksi kondisi lingkungan pengendapan, serta memperkirakan umur relatif batuan. Data fosil ini, jika dikombinasikan dengan studi stratigrafi dan sedimentologi, dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang sejarah geologi dan biota masa lalu di kawasan ini (mendukung Goals SDGs 14).

Tahap selanjutnya setelah pengamatan lapangan adalah analisis laboratorium. Studi petrografi akan dilakukan untuk mengetahui komposisi mineral, tekstur, dan proses diagenesis yang memengaruhi batulanau karbonatan tersebut. Analisis ini akan memperjelas hubungan antara karakteristik litologi, kondisi pengendapan, dan sejarah deformasi yang terpengaruh oleh sesar geser sinistral. Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya terbatas pada deskripsi lapangan, tetapi juga mencakup interpretasi menyeluruh dari proses pembentukan batuan hingga dinamika tektonik yang membentuk tatanan geologi setempat.
Kegiatan kuliah lapangan ini memberikan manfaat besar bagi mahasiswa geologi, karena mereka dapat berlatih mengidentifikasi litologi, mengamati struktur geologi, serta mengaitkan data lapangan dengan konsep teoritis yang telah dipelajari di kelas. Jomblang, dengan kombinasi batulanau karbonatan, struktur sesar mayor, dan temuan fosil, menjadi laboratorium alam yang ideal untuk mempelajari interaksi antara sedimentasi, tektonik, dan paleontologi. Hasil dari pengamatan ini diharapkan tidak hanya menambah wawasan akademik, tetapi juga berkontribusi pada kajian geologi kawasan Blora secara ilmiah dan aplikatif.
Humas Departemen | Oktober 2025